Periksa Fakta oleh Riski Maulana (Anggota Komisariat MAFINDO BSI)
Bukan perempuan Muslim Uighur yang dizalimi. Foto pertama adalah model busana perempuan Uighur pada tahun 1910-an, sedangkan pada foto perempuan yang kedua tangannya diikat dengan batu bata yang menggantung pada lehernya merupakan lukisan tentang pengikut komunitas Falun Gong.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
KATEGORI: KONTEN YANG SALAH
SUMBER: FACEBOOK
======
NARASI:
“Mashaa Allah Virus Corona Azab Allah SWT Asbab Do’a Wanita Islam Oighur Yang DiZholimin..
Alkisah seorang pria Banglades mimpi bertemu sosok virus Corona. Virus Corona bercerita dia hadir atas do’a seorang wanita islam oighur yang dizholimin. Maka Allah SWT mengirim saya untuk mengajab pelakuya. Sekarang kau mau ke mana tanya orang Banglades itu, saya mau ke negara Iran, karena disitu banyak yang melecehkan Al Alquran dan Sahabat Nabi Muhammad SAW. Setelah ke Iran sang virus akan ke India, soalnya di sana juga banyak penganiayaan terhadap orang Islam. Orang Islam yang tidak menjaga salat 5 waktu juga merupakan incarannya. Dari berbagai sumber.Semoga kita orang Islam bisa menjaga salat 5 waktu , bagi pria berjemaah dimasjid dan selalu menjaga wuhdu, aaamiin.”
======
PENJELASAN:
Melalui akun Facebook Andi MFirzan ALbugisi memposting sebuah narasi virus corona berasal dari doa perempuan Uighur yang dizalimi diikuti dengan dua foto perempuan yang diklaim berasal dari suku Uighur.
Setelah ditelusuri postingan yang diikuti dengan dua foto perempuan suku Uighur tersebut merupakan hoaks daur ulang yang sebelumnya bernarasi: “Fatimah Aynur, Muslimah cantik Uyghur yang syahid tewas disiksa, diperkosa dan dibunuh oleh komunis China”.
Foto pertama dengan model yang berpakai etnis Uighur merupakan hasil karya Melwan Turaq. Xinhua.com, mempublikasikan foto itu dalam situs daringnya dengan judul “100 Years of Uygur Beauty in 2 minutes” artikel itu mengulas transformasi kecantikan dalam 100 tahun yang sempat popular pada tahun 2017.
Sedangkan pada foto kedua merupakan lukisan karya Qin Xin, sebagai praktisi Falun Gong. Lukisan tersebut dipamerkan dalam Pameran International Zhen Shan Ren (Toleransi Kasih Sayang) pada tahun 2012.
Dimuat pada website theepochtimes.com, sebuah artikel yang berjudul “Art Decrying Chinese Persecution Makes Manhattan Debut” terdapat foto yang identik dengan postingan akun Facebook Andi MFirzan ALbugis, foto tersebut diberi keterangan “Determination Under Persecution by Qing Xin at the Zhen Shan Ren Art Exhibition at the Waldorf Astoria on Sept. 16″
Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia “Lukisan tersebut berjudul penentuan di bawah penganiayaan karya Qing Xin. Lukisan dipamerkan dalam Pameran Seni International Zhen Shan Ren pada 16 September.”
Atas beredarnya foto yang diklaim sebagai perempuan muslim Uighur yang doanya dibalas dengan azab virus corona adalah tidak benar dan masuk ke dalam kategori Konten yang Salah.
===========
REFERENSI:
https://www.theepochtimes.com/art-decrying-chinese-persecution-makes-manhattan-debut_1481792.html
http://www.xinhuanet.com/english/2017-07/19/c_136455823.htm
Bisnis3 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan3 minggu agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Bisnis4 minggu agoSepanjang 2025, Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun
Sport4 minggu agoPersita Tangerang Evaluasi Total Usai Musim Kompetisi 2025/26, Ahmed Zaki Iskandar Siapkan Pembenahan Besar
Banten3 minggu agoBank Banten Dukung Gebyar Talenta Siswa dan Berikan Apresiasi Siswa Berprestasi
Cek Fakta3 minggu agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD














