Tampilan layar yang dibagikan oleh akun Facebook Konzon Buluk’s atau @konzonbuluk dari situs asiasatu.online dengan tajuk “Luhut: Jokowi Sholat Jumat Sampai 4 Rakaat, Prabowo Kalah Jauh” adalah tidak benar. Diketahui dalam artikel tersebut tidak ada pernyataan dari Luhut yang mengatakan demikian.
Postingan akun Facebook @konzonbuluk yang masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan ini, sebelumnya juga pernah muncul pada Februari 2019.
KATEGORI: Misleading Content
SUMBER: Media Sosial Facebook
=====
NARASI:
“Luhut: Jokowi Sholat Jumat Sampai 4 Rakaat, Prabowo Kalah Jauh,” posting akun Facebook Konzon Buluk’s atau @konzonbuluk, Jumat (23/2).
=====
PENJELASAN:
Akun Facebook Konzon Buluk’s atau @konzonbuluk mengunggah foto screenshot atau tampilan layar dari situs asiasatu.online yang bertajuk “Luhut: Jokowi Sholat Jumat Sampai 4 Rakaat, Prabowo Kalah Jauh”. Pada postingannya tersebut, akun @konzonbuluk juga menambahkan narasi “Jgn lupa Sholat Jum’at…”.
Setelah dilakukan penelusuran melalui mesin pencari, diketahui postingan akun Facebook @konzonbuluk adalah tidak benar adanya. Diketahui hoaks tersebut juga pernah muncul pada bulan Februari 2019.
Faktanya, berikut isi artikel yang dibagikan asiasatu.online pada Februari 2019:
“Tuduhan demi tuduhan tak pernah berhenti ditujukan kepada calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi.
Apalagi mengingat gelaran Pilpres yang makin dekat, kritik terhadap pemerintah saat ini semakin gencar dilayangkan oleh kubu oposisi.
Salah satu tudingan yang dimaksud adalah bahwa Presiden melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ikut menyuarakan pendapatnya terkait hal ini.
Ia tak setuju dengan isu kriminalisasi ulama yang ditujukan untuk presiden. Ia bahkan mengaku heran mengapa bisa muncul anggapan seperti itu.
Sebab, selama ini Jokowi dikenal sebagai pribadi yang taat beragama. Sebagai orang yang sudah mengenal Jokowi lebih dari sepuluh tahun, Luhut mengatakan bahwa Jokowi rajin sembahyang dan menunaikan ibadah puasa.”Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, darimana?” tanya Luhut saat menghadiri acara silaturahmi di depan purnawirawan TNI-Polri.
“Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia (Jokowi) tukang sembahyang, tukang puasa. Bahkan shalat Jumat hingga 4 rakaat. Yang sebelah sana kita belum jelas juga.”
Selain soal kriminalisasi ulama, Luhut juga meluruskan tuduhan Jokowi pemimpin yang otoriter. Justru sebaliknya, Jokowi adalah pribadi yang sangat menghargai pendapat orang lain.
Presiden mau mendengarkan gagasan yang muncul sehingga salah besar jika ia disebut memiliki sifat otoriter. Luhut bisa berkata demikian karena ia sendiri telah bekerja di bawah pemerintahan Jokowi.
“Tidak otoriter. He listen to you carefully. Saya mengalami,” jelas Luhut. “Saya jelaskan argumen saya kasih. Saya tanya siapkan semuanya dengan staf saya semua. Dia mendengarkan.”
Oleh sebab itu, Jokowi dianggap Luhut mampu memimpin Indonesia ke arah yang lebih baik. Meski demikian, ia tidak memaksa para purnawirawan yang berkumpul di acara tersebut untuk memberikan dukungan pada Jokowi. Sebab, pilihan merupakan hak masing-masing individu sebagai warga negara.
“Sekali lagi dari lubuk hari saya terdalam, Anda mau pilih siapa saja, itu terserah,” ujar Luhut. “Tapi kalau mau masa depan Indonesia yang bagus pilihlah Pak Jokowi.”
Dalam artikel yang ditayangkan asiasatu.online, terlihat tidak ada hubungan antara judul denga isi artikelnya. Terbukti tidak ada pernyataan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan “Luhut: Jokowi Sholat Jumat Sampai 4 Rakaat, Prabowo Kalah Jauh”.
Dalam kategori Misinformasi atau Disinformasi dari First Draft, tampilan layer yang diunggah oleh akun Facebook @konzonbuluk dapat masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
=====
REFERENSI:
2.https://www.facebook.com/groups/1095639933940478/permalink/1358874254283710/
https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1123094518023082/
Jabodetabek5 hari agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Pemerintahan7 hari agoPilar Saga Ichsan Buka Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna ke-14 Tingkat Kota Tangsel
Nasional6 hari agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Banten7 hari agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Pemerintahan5 hari agoLomba Inovasi TTG ke-14 Tingkat Kota Tangsel 2026, Unpam dan SMAN 1 Tangsel Raih Juara Pertama
Jabodetabek5 hari agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Pemerintahan7 hari agoPilar Saga Ichsan: TPAKD Tangsel untuk Perluas Akses Keuangan bagi UMKM, Disabilitas hingga Pekerja Migran












