Citizen Journalism
Cerita Papan Seluncur Kecil Skateboard di Pamulang Tangsel

Sebuah papan yang lengkung dengan empat roda bulat kecil yang berjalan dan lompat kian kesana dan kemari dengan di injak oleh seorang pemuda,itulah olahraga skateboard, Pamulang Tangsel titik dimana para remaja sekitar mengisi kekosongan waktu nya adalah dengan olahraga,selain menyehatkan tubuh dan menyegarkan jiwa olah raga juga menjadi ajang untuk mencari teman.Tapi apa jadinya jika lahan untuk ber-olahraga tersebut tidak pernah ada? Maka para olahragawan ini akan mencari atau membuat alternatif tempat yang sesuai bagi olahraga yang di gelutinya.
Begitu juga yang terjadi pada pemain papan selancar kecil yang gagah berdiri di atas aspal atau yang biasa kita sebut Skateboard,lahan untuk bermain olahraga ini ternyata cukup sulit di temukan,karena minimnya fasilitas yang di berikan pemerintah untuk para remaja ini bermain di atas papan skateboard kesayangan mereka. selain kucing-kucingan untuk bermain di pinggir jalan dan membawa alat-alat bermain sendiri mereka-pun harus rela di usir di beberapa tempat oleh sebab alasan “Bukan untuk tempat bermain skateboard”,padahal tempat yang di gunakan-pun terkadang pas-pasan dan apa adanya.Apa jadinya jika olahraga yang digeluti para remaja ini tidak bisa dilakukan? Karena minimnya fasilitas yang ada.
Dari surfey yang saya lakukan kecil-kecilan,rata-rata para olahragawan skateboard sering mengeluhkan mengenai tidak adanya SkatePark(Lahan bermain Skateboard),bayangkan apabila di tanggerang selatan terdapat 10 komunitas skateboard dan masing2 memiliki minimal 10 orang pemain jika dikalikan 10 maka ada 100 orang skateboarder di tangerang selatan, apabila 50% dari mereka diusir karena ketiadaan tempat yang layak kira-kira aktifitas apa yang akan mereka tekuni lagi selanjutnaya.Jika pemerintah membuat lahan bagi para olahragawan skateboard maka bukan hanya para skateboarder saja yang dapat bermain bersama melainkan para BMX,Roller blade(sepatu roda) akan berkumpul bersama dan melakukan aktifitas serta berkreasi membangun hubungan di dalam perbedaan.
Sudah saatnya kita memperhatikan hal kecil-kecil yang di dalam-nya terdapat bibit muda masa depan bangsa,yang berkumpul dan bersatu di dalam suatu perbedaan.Walaupun terlihat bahwa olahraga bisa di lakukan di mana saja tetapi sebenarnya dalam hal ini para remaja membutuhkan titik fokus tempat berkumpul dan berkreasi.
Saya yakin para olahragawan papan selancar kecil yang berdiri di atas aspal ini sangat berterimakasih apabila pemerintah meciptakan tempat bagi anak bangsa berkreasi dan menekuni hobby mereka dengan dukungan penuh Pemerintah dengan pembangunan fasilitasnya.
Seperti yang di utarakan seorang remaja bernama Timothy otniel : “Kita butuh skatepark untuk olah raga”
Street Of Skateboarding(SOS) dan Dago Skateboarding(DGS) adalah komunitas skate di pamulang yang masih terus menekuni olahraganya walaupun tempatnya bukan berada di arena skate.
Terimakasih
Photo: (@skatetangsel)
Tangsel4 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan4 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoBenyamin Davnie: Pemkot Tangsel Dukung LANTIP Perkuat Program Kesehatan dan Pemberdayaan Lansia
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku



























