Hujan pujian terus mengalir dari ulama kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Menyusul adanya sejumlah kegiatan yang dilakukan orang nomor satu di institusi kepolisian ini mengujungi para ulama di tanah air.
Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif mengatakan, kegiatan kapolri dalam melakukan kunjungan kepada ulama harus diapresiasi.
“Kegiatan Pak Kapolri ini harus diapresiasi,” ujar Samsul kepada wartawan.
Hanya saja, kata Samsul, dalam melakukan pendekatan ulama, Kapolri tidak memilah-milah ulama.
“Pak Tito harus bisa merangkul semua ulama. Jangan hanya merangkul ulama yang pro pemerintah, ulama yang kerap mengkritisi pemerintah pun harus dirangkul, sebab kalau dipilah-pilah akan menimbulkan persoalan baru,” tukas Samsul.
Tidak hanya itu, Samsul pun berharap kegiatan kunjungan yang dilakukan Kapolri ini jangan hanya dilakukan saat momen-momen tertentu saja, tapi harus berkelanjutan.
Kedekatan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian dengan para ulama mendapat acungan jempol dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Sekertaris Jendral Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Alkhathath, atau yang biasa dipanggil Ustaz Alkhathath.
“Ini langkah yang bagus dan harus diacungi jempol, yang mana kepolisian sudah mau mendekati ulama,” ujar Alkhathath belum lama ini.
Hal itu ia katakan menanggapi kedekatan Kapolri dengan Ulama yang terlihat publik beberapa hari kebelakang. Salah satunya yakni ketika Kapolri menghadiri ceramah bersama Ustaz Abdul Somad di Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, Minggu (4/3) lalu. Nampak keakraban Kapolri bersama Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Arifin Ilham saat itu.
Menurut Alkhathath, kegiatan Kapolri tersebut adalah positif dan harus dicontoh oleh instansi-instansi lain di pemerintahan.
Namun, Ulama yang pernah berurusan dengan Kepolisian dengan dugaan Makar ini mewanti-wanti. Agaknya kegiatan Kapolri tersebut tidak hanya sebatas stampel, melainkan harus disertai nilai-nilai positif yang bisa berguna bagi bangsa dan negara.
“Nilai-nilai positif itu adalah dalam mendekati Ulama, Pak Kapolri harus juga menyerap ilmu dari para ulama, ilmu itu tidak lain adalah ilmu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.
Tanpa mengambil ilmu ulama tersebut, sambung Al-Khaththat semuanya akan sia-sia. (red)
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Pemerintahan4 minggu agoSekda Bambang Noertjahjo Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis3 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis3 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental














