Bisnis
Dorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV

Logistik dan transportasi merupakan salah satu kontributor signifikan terhadap emisi, baik dalam operasional maupun di sepanjang rantai nilai. Di sisi lain, peran logistik sangat krusial dalam industri elektronik untuk memastikan distribusi produk berjalan secara efisien dan tepat waktu. Hal ini menjadikan transformasi di sektor logistik sebagai langkah penting dalam mendorong operasional yang lebih berkelanjutan.
Untuk itu, tahun ini, Modena Group melakukan transformasi operasional melalui Mologiz, anak perusahaan di bidang logistik, yang mulai beralih dari kendaraan berbasis diesel ke electric vehicle (EV). Selain itu, Modena juga terus memperluas akses air bersih melalui program Modena Pure Hub, serta menjalin kolaborasi dengan platform waste management Duitin untuk mendorong konsumsi bertanggung jawab di kalangan konsumen.
Dituturkan Nicole Jizhar, Executive Vice President and Chief Sustainability Advisor Modena, “Sejak awal perjalanan kami di industri, Modena terus berinovasi untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya membuat hidup lebih mudah, tetapi juga mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan demi kehidupan yang lebih baik. Tahun ini, upaya tersebut kami perkuat tidak hanya melalui transformasi internal, tetapi dengan membangun perubahan bersama ekosistem yang lebih luas. Mulai dari operasional bisnis, perluasan akses terhadap kebutuhan dasar, hingga mendorong perubahan perilaku konsumen.”
Selama puluhan tahun, lanjutnya, Modena dikenal sebagai produsen peralatan rumah tangga yang menghadirkan solusi inovatif bagi masyarakat. Seiring berkembangnya kebutuhan dan tantangan global, perusahaan terus memperluas perannya dalam menjawab isu-isu keberlanjutan.
Sejatinya, kehadiran Mologiz tidak hanya berfokus pada efisiensi distribusi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk secara bertahap mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas logistik.
Sejak Desember 2025, Mologiz memulai transisi menuju penggunaan kendaraan listrik, dengan lebih dari 20% armada yang kini telah dialihkan ke kendaraan listrik. Transisi ini dapat memberikan dampak nyata, dengan pengurangan emisi logistik hingga 50%, setara dengan 2,3 ton CO₂e sejak implementasinya dimulai. Melalui elektrifikasi armada secara bertahap, Modena tidak hanya menekan jejak karbon operasionalnya, tetapi juga membangun dasar bagi ekosistem logistik yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi di masa depan.
Memperluas Akses Air Bersih
Hingga tahun 2026, Modena telah menghadirkan 15 titik akses air minum gratis di berbagai ruang publik di Jakarta dan sekitarnya melalui Modena Pure Hub, inisiatif yang dirancang untuk memperluas akses terhadap air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Program ini menjadi bagian dari komitmen Modena dalam menghadirkan solusi yang tidak hanya relevan secara teknologi, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi kualitas hidup sehari-hari.
Sepanjang tahun ini, Modena terus memperluas jangkauan program tersebut dengan menambahkan akses Modena Reverse Osmosis Water Purifier pada 9 titik baru. Salah satu titik terbaru resmi dibuka di JPM Lebak Bulus, jembatan penyeberangan strategis yang menghubungkan Stasiun MRT Lebak Bulus dengan Poins Square di Jakarta Selatan. Sementara itu, 8 titik lainnya telah dihadirkan pada bulan Ramadan lalu di sejumlah lokasi, termasuk Masjid Al Azhar dan Masjid Al-Bakrie.
Lebih dari sekadar titik isi ulang air minum, Modena Pure Hub merupakan gerakan yang membawa pendekatan baru dalam menghadirkan akses air bersih di ruang publik. Hingga April 2026, inisiatif ini telah menyalurkan lebih dari 1 juta liter air minum bagi masyarakat dan turut berkontribusi meminimalisir limbah sampah plastik.
Pengelolaan Limbah yang Bertanggung Jawab
Sementara itu, lebih dari 1.017 kg limbah telah berhasil dikumpulkan dan dikelola secara bertanggung jawab sejak Januari 2026 melalui inisiatif kolaborasi Modena dengan platform Duitin. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Modena membangun ekosistem yang mendukung konsumen menjalankan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Salah satu fokusnya dengan mendorong pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Melalui kolaborasi ini, Modena mengajak konsumen untuk mengambil peran aktif dalam pengelolaan limbah secara bertanggung jawab. Inisiatif ini memungkinkan konsumen untuk mendaur ulang berbagai jenis sampah. Dari total limbah yang terkumpul, kontribusi terbesar berasal dari kardus dan karton bekas produk, diikuti oleh plastik, kaca, serta minyak jelantah. Lebih dari sekadar upaya pengumpulan, capaian ini mencerminkan meningkatnya kesadaran konsumen sekaligus pergeseran menuju pola konsumsi sirkular.
“Bagi Modena, produk bukan lagi sekadar tujuan akhir, melainkan menjadi medium untuk menghadirkan solusi yang berdampak, mulai dari efisiensi energi, akses terhadap sumber daya penting seperti air bersih, hingga kontribusi dalam mengurangi jejak lingkungan. Melalui berbagai inisiatif ini, kami ingin terus mengambil peran dalam menciptakan kehidupan yang tidak hanya lebih mudah, tetapi juga lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tutup Nicole.
Bisnis3 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan3 minggu agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Bisnis4 minggu agoSepanjang 2025, Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun
Sport4 minggu agoPersita Tangerang Evaluasi Total Usai Musim Kompetisi 2025/26, Ahmed Zaki Iskandar Siapkan Pembenahan Besar
Cek Fakta3 minggu agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Banten3 minggu agoBank Banten Dukung Gebyar Talenta Siswa dan Berikan Apresiasi Siswa Berprestasi
























