Connect with us

Jelang 8 hari masa pencoblosan Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel nomor urut 3, Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan terus menggenjot giat blusukan ke lingkungan warga.

Hal itu diungkapkan dari masing-masing calon dari nomor urut 3 tersebut.

Khusus pada calon Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengaku bila dirinya kerap melakoni giat blusukannya itu belasan titik lokasi.

Advertisement

“Sehari kampanye 15 titik, sampai pulang jam 11 malam. Kami terus turun ke masyarakat memenuhi undangan-undangan dari masyarakat untuk hadir dan kampanye dalam jemaah, komunitas yang tidak lebih dari 50 orang,” kata pria yang akrab disapa Bang Ben ini saat dikonfirmasi, Tangsel, Selasa (1/12/2020).

“Kami katakan kampanye karena kami laporkan ke Polres, kami tembuskan ke KPU dan Bawaslu. Jadi kami di situ berkampanye, saya di kecamatan mana, Bang Pilar di kecamatan yang lain, selalu kami begitu dan tujuh kecamatan akan kami selesaikan mudah-mudahan dalam waktu yang sampai batas kampanye,” lanjutnya.

Sementara, Pilar Saga Ichsan atau yang akrab disapa Bang Pilar mengaku dirinya kerap berbagi lokasi blusukan terhadap pasangannya itu.

Meski terhitung sebagai sosok calon milenial, Pilar mengaku kerap mendatangi warga yang yang berstatus sebagai lanjut usia (lansia).

Advertisement

“Kadang Pak Ben bertemu dengan anak muda, saya kadang dengan para orangtua, sebenarnya sama saja. Kalau bagi tugas sih tidak terlalu mengarah karena pada kenyataannya Pak Ben bisa diterima oleh masyarakat milenial. Saya pun bisa diterima oleh para orang tua,” jelasnya.

Pilar menjelaskan tak adanya pembagian tak tertentu saat meyambangi wilayah warga dikarenakan kedua calon yang kerap diterima oleh setiap kalangan usia.

Kendati jarang melangsungkan kegiatan blusukan secara bersama-sama, Pilar mengaku pihaknya selalu menyampaikan program yang sama kepada masyarakat Kota Tangsel.

“Jadi sebenarnya gagasan kami ini sebenarnya satu, jadi Pak ben bisa menceritakan gagasan tentang milenial, saya pun bisa menceritakan gagasan lainnya tentang pembangunan. Jadi kami karena sudah kompak dan membawa gagasan yang sama kepada masyarakat, saya rasa kami bisa diterima oleh berbagai macam kalangan, elemen, organisasi dan sebagainya,” pungkasnya. (red)

Advertisement

Populer