Rakernas Serikat Media Siber Siber Indonesia (SMSI) yang berlangsung pada hari kedua, Kamis (26/7/18) di Sari Pacifik Hotel, Jakarta, mengundang Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo, dalam sebuah diskusi.
Stanley, mengatakan, saat ini media online lebih banyak memberitakan masalah politik daripada berita-berita tentang potensi daerah yang justru lebih menarik dan menjual.
Dalam UU Pokok Pers No 40/1999, lanjut Stanley, ada dua hal penting yakni pertama mengembangkan kemerdekaan pers agar tidak ditumpangi penumpang gelap yang tidak memiliki latar belakang jurnalistik dan yang kedua memberi kehidupan dalam dunia pers.
Dalam segala persoalan yang dihadapi profesi jurnalis saat ini, kata Stenly, Dewan Pers telah berupaya mengembalikan kepercayaan pada profesi jurnalistik, mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap munculnya berita-berita hoax.
Selain itu, kata dia, Dewan Pers mengembangkan otoritas kebenaran faktual arus utama yakni dengan memperingatkan media online untuk tidak memunculkan berita di media sosial yang memungkinkan masyarakat memberikan komentar negatif yang berujung pada terjeratnya sang komentator dengan UU ITE.
“Maka sudah selayaknya admin media online mematikan komentar-komentar yang muncul dalam pemberitaan,” ujarnya Stanley.
Menurutnya, kehormatan profesi wartawan haruslah dinaikkan derajatnya setelah beberapa tahun terakhir tercoreng.
“Jadi wartawan itu mahasiswa seumur hidup, artinya belajar seumur hidup,” ujarnya.
Terkait dengan SMSI, pria yang telah menulis 67 buku itu, mengatakan, bila SMSI dapat masuk dalam Dewan Pers tentu akan menjadi darah segar bagi Dewan Pers.
Dewan Pers, kata Stenly, sudah menerima setumpuk dokumen dari SMSI. Langkah selanjutnya, Dewan Pers akan mendata perusahaan pers di berbagai daerah yang merupakan anggota SMSI.
“(Setelah di data) Kalau memenuhi syarat, maka akan dirapatkan dan dinyatakan bahwa SMSI merupakan organisasi termuda di Dewan Pers,” bebernya disambut tepuk tangan peserta Rakernas dari 31 Provinsi.
Ditambahkannya, setelah nanti SMSI bergabung ke Dewan Pers. Maka SMSI dapat menjalankan berbagai pelatihan di Indonesia Tengah, Timur dan Barat.
“Nanti Dewan Pers siap memberikan pelatihan,” katanya. (SIN/jr/fid)
Bisnis4 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan4 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Pemerintahan4 minggu agoTinjau SMAN 1 Tangsel, Wali Kota Benyamin Davnie dan Gubernur Andra Soni Pastikan Program MBG dan SPMB Berjalan Optimal
Banten4 minggu agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Banten4 minggu agoJemaah Haji Kloter Pertama Banten Tiba di Tanah Air














