Connect with us

Lifestyle

Donor Darah Saat Puasa, Apakah Boleh? Apa Saja Risikonya?

Darah adalah hadiah yang paling berharga yang bisa diberikan oleh siapa pun kepada yang membutuhkan. Keputusan Anda untuk menyumbangkan darah dapat menyelamatkan satu kehidupan, atau bahkan beberapa nyawa sekaligus. Tapi, apa kata dunia medis soal donor darah saat puasa? Apakah boleh menyumbangkan darah dengan kondisi perut kosong?

Berapa kali donor darah dalam setahun yang dianjurkan?

Donor darah sebaiknya dilakukan secara teratur. Tak usah khawatir akan kehabisan darah jika Anda rutin mendonor darah. Ini karena darah memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa untuk mengganti semua sel dan cairan yang telah hilang.

Tubuh Anda memproduksi sekitar 2 juta sel darah merah baru setiap detiknya, sehingga tidak butuh waktu lama untuk menggantikan “kloter” yang hilang setelah donor darah. Tapi, tubuh tetap butuh waktu sekitar empat sampai enam minggu untuk benar-benar menggantikan seluruh kelengkapan komponen sel darah merah dalam tubuh.

Advertisement

Mengingat hal di atas, Palang Merah Internasional merekomendasikan Anda untuk mendonorkan darah setidaknya 8 minggu sekali (56 hari), dengan batas maksimal 6 kali donor dalam satu tahun. Namun idealnya, Anda harus memberi jarak antar donor minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah terakhir Anda. Lantas, bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Apakah masih boleh donor darah saat puasa?

Apakah boleh donor darah saat puasa?

Jawabannya, boleh-boleh saja. Dilansir dari CNN Indonesia, Dr. Ari Fahrial Syam, praktisi klinis dan pengamat kesehatan mengungkapkan persetujuannya atas donor darah saat puasa. Ini karena terlepas dari waktu yang Anda pilih untuk menyumbangkan darah, donor darah tetap merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan diri sendiri dan orang yang menerimanya.

Donor darah rutin membantu menjaga kadar zat besi di tubuh tetap terkendali. Hal ini terbukti bisa mengurangi risiko berbagai penyakit jantung. Stok zat besi yang berlebihan dapat menyebabkan kekentalan darah, yang merupakan salah satu faktor risiko dari serangan jantung dan stroke.

Persediaan zat besi yang berlebihan juga dapat menyebabkan kerusakan oksidatif dalam tubuh, yang menjadi penyebab utama dari penuaan dini dan kanker. Ini sebabnya salah satu manfaat donor darah adalah menurunkan risiko Anda terhadap beberapa jenis kanker, seperti kanker hati, kanker paru-paru, kanker usus besar, dan kanker tenggorokan.

Advertisement

Donor darah saat puasa boleh, tapi awas pingsan

Perlu dipahami bahwa ada risiko kesehatan tersendiri dari donor darah saat berpuasa. Donor darah saat puasa bisa berisiko pingsan. Ini karena ketika berpuasa, tubuh mengalami berbagai macam kondisi yang bisa memengaruhi kesehatan.

Selama berpuasa, tubuh tidak dapat memperoleh energinya dari makanan dan minuman seperti di waktu-waktu lain. Untuk menyiasatinya, tubuh kemudian beralih pada simpanan energi darurat dari glukosa yang tersimpan di hati dan otot. Ini dimulai sekitar 8 jam setelah makanan terakhir dikonsumsi. Kerja otak dan organ vital dalam tubuh Anda amat sangat bergantung pada fungsi glukosa. Kadar gula darah yang telah jatuh terlalu rendah tidak mampu untuk mendukung kebutuhan energi tubuh dan otak.

Orang yang berpuasa juga sering mengalami dehidrasi karena tubuh mereka tidak mendapatkan cukup cairan dari makanan dan minuman yang seharusnya. Padahal tubuh terus-menerus mengeluarkan cairan selama seharian, lewat keringat, urin, dan saat buang air besar.

Air juga bisa hilang dari pembuluh darah, yang kemudian mengganggu sirkulasi darah. Belum lagi, puasa bisa meningkatkan tingkat stres dan mengganggu tidur. Kombinasi dari berbagai macam “komplikasi” puasa inilah yang menyebabkan Anda jadi tidak bertenaga, sulit berkonsentrasi, pusing, sakit kepala, hingga sering gemetaran.

Advertisement

Sementara itu, sejumlah besar zat besi di tubuh Anda juga ikut hilang setelah donor darah. Untuk mengimbangi hal ini, zat besi yang tersisa akan diputar merata ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kadar hemoglobin berkurang. Hemoglobin bertanggung jawab untuk membawa darah beroksigen ke setiap sel di seluruh tubuh Anda, termasuk otak.

Jika darah Anda tidak mengandung cukup hemoglobin, jaringan otak jadi tidak menerima oksigen yang cukup. Demikian pula, kadar natrium dan kalium yang tidak mencukupi selama puasa dapat mempengaruhi denyut jantung dan tekanan darah, yang juga dapat menurunkan aliran darah ke otak.

Kekurangan zat besi dan oksigen dalam darah, kadar gula darah rendah, dan tekanan darah rendah — semuanya bisa menyebabkan pusing dan pingsan, apalagi jika terjadi secara bersamaan. Ini menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah Anda turun mendadak. Akibatnya, aliran darah aliran darah ke otak Anda menjadi terhambat, sehingga menyebabkan Anda bisa kehilangan kesadaran sementara.

Tips aman memberi donor darah saat puasa

Meski donor darah saat puasa berpotensi menyebabkan pingsan, bukan berarti Anda tidak boleh melakukannya. Sebaiknya pilih waktu yang tepat. Perlu dipahami bahwa untuk bisa mendonorkan darah saat puasa, pendonor seharusnya sudah “mempersenjatai” diri dengan simpanan gizi dan cairan yang mencukupi dalam empat jam sebelum memberi sumbangan. Sebagian besar pedoman donor darah merekomendasikan bahwa pendonor yang puasa harus minum minimal 500 ml air minum segera sebelum dan sesudah menyumbang darah.

Advertisement

Karena itu, Dr Laila Al Shaer, kepala Dubai Blood Donation Centre (DBDC), dilansir dari Gulf News, menyarankan orang-orang yang berpuasa untuk sebaiknya mendonorkan darah setelah lewat waktu berbuka. Dengan demikian, Anda memiliki waktu yang cukup untuk mengisi ulang tubuh dengan asupan nutrisi dan air, untuk menghindari kemungkinan pingsan setelah donor darah.

Dan tidak hanya itu yang harus Anda persiapkan. Beberapa malam sebelum donor darah, usahakan cukupi asupan gizi dan cairan tubuh Anda dengan makanan dan minuman kaya zat besi, seperti daging merah, ayam, ikan, produk susu, kacang dan biji-bijian, dan bayam. Hindari makanan berlemak, seperti fast food atau es krim, yang bisa mengecoh hasil tes darah.

Perbanyak minum air putih dan minuman lainnya sebelum donor darah. Di malam menjelang donor darah, usahakan Anda mendapat cukup istirahat — juga setelahnya. Perbanyak pula asupan cairan dan makanan setelah donor darah saat puasa.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Nasional1 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport5 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport6 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis8 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis8 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis8 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis8 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis8 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis8 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis8 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis8 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis8 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis8 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis8 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis8 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis8 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis8 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan9 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional9 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan10 jam ago

Benyamin Davnie Paparkan Prioritas RAPBD Tangsel 2027: Penanganan Banjir, Rumah Tidak Layak Huni hingga Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer