Presiden Joko Widodo melantik Edward Omar Sharif Hiariej Edward atau Eddy Hiariej sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) pada Rabu pagi (23/12/2020), di Istana Negara, Jakarta.
Usai pelantikan, Eddy Hiariej menyatakan akan bahu-membahu dengan Menkumham Yasonna H. Laoly untuk menyelesaikan persoalan yang ada di masing-masing direktorat jenderal (ditjen) yang ada di kementerian tersebut. Antara lain, Ditjen Imigrasi, Ditjen Hak Asasi Manusia, Ditjen Hak Atas Kekayaan Intelektual, Ditjen Administrasi Hukum Umum, dan Ditjen Permasyarakatan.
“Sudah barang tentu masing-masing direktorat mempunyai permasalahan tersendiri dan ini akan saya koordinasikan dengan Pak Menteri mana yang harus diperbaiki, mana yang sudah baik, dan mana yang harus ditingkatkan” tegas Eddy.
Ditambahkannya, sebagai wamen baru, ia akan mengidentifikasi terlebih dahulu permasalahan krusial yang ada di Kemenkumham agar dapat mencarikan solusinya.
Lebih lanjut, disampaikan Wamenkumham, ia telah mengadakan pertemuan singkat dengan Menkumham, namun belum berdiskusi lebih mendalam mengenai pembagian kerja antara mereka berdua.
“Insyaallah pada hari Senin nanti tanggal 28 Desember kami akan berkoordinasi” ungkapnya. (sk/red)
Banten7 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional4 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional4 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Sport4 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional4 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin












