Lifestyle
Efek Pandemi COVID-19 Terhadap Kondisi Lingkungan

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.
Wabah COVID-19 telah menimbulkan lebih dari dua juta kasus dan ratusan orang meninggal dunia. Hampir setiap negara di dunia ‘mengunci’ dari negara lain dan mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah kecuali untuk keperluan mendesak. Efek pandemi COVID-19 memang merusak kesehatan tubuh manusia, tetapi tahukah Anda bahwa kondisi lingkungan semakin membaik?
Efek pandemi COVID-19 terhadap lingkungan sekitar

Air sungai yang mulai terlihat jernih kembali, tingkat polusi udara yang menurun, dan langit yang terlihat cerah. Semua itu hasil dari pengurangan aktivitas harian yang dilakukan manusia ketika pandemi COVID-19 melanda hampir di setiap negara di seluruh dunia.
Tidak adanya kemacetan di kota dan berkurangnya penggunaan kendaraan bermotor karena kebanyakan orang bekerja di rumah adalah alasan di balik menurunnya tingkat polusi.
Efek pandemi COVID-19 terhadap kondisi lingkungan mengajarkan masyarakat tentang bagaimana mengelola tempat yang layak huni. Baik saat ini maupun setelah wabah penyakit pernapasan ini berlalu.
Ada beberapa efek positif yang secara tidak langsung disebabkan oleh pandemi ini dan ternyata cukup berpengaruh terhadap kesehatan tubuh, seperti berikut.
Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
1. Pengurangan penggunaan kendaraan bermotor


Salah satu efek pandemi COVID-19 terhadap kondisi lingkungan alam yang juga berpengaruh pada kesehatan adalah pengurangan kendaraan bermotor di jalan. Pada hari-hari biasa sering terlihat kemacetan mobil dan motor, terutama pada jam-jam sibuk.
Pada saat pandemi ini mulai melanda kota-kota besar, jalanan tidak lagi berisi dengan mobil dan motor. Faktanya, lebih banyak orang yang ke luar dengan sepeda atau berjalan kaki.
Hal ini dikarenakan sebagai salah satu upaya mencegah penularan COVID-19, yaitu menjaga tubuh tetap sehat dengan rutin berolahraga.
Beberapa orang menganggap bahwa mereka dapat mendapatkan manfaat dari berolahraga dengan bersepeda atau berjalan kaki di sekitar rumah.
Dengan begitu, mereka tidak perlu bertemu dengan orang lain sehingga risiko penularan virus pun menurun. Bahkan, berjalan kaki dan bersepeda di ruang hijau terbuka juga dapat mengurangi risiko penyakit seperti serangan jantung dan stroke.


Walaupun demikian, tidak semua orang dapat menikmati akses tersebut mengingat banyak dari mereka yang tinggal perkotaan atau di area padat penduduk. Maka itu, tetap menggunakan masker dan menjaga jarak bisa dilakukan ketika terpaksa perlu berada di keramaian.
2. Kualitas udara yang lebih baik


Dilansir dari Barcelona Institute for Global Health, hampir setiap kota di seluruh dunia memiliki rekor terendah perihal polusi udara.
Dampak dari karantina di rumah ternyata membuat kadar nitrogen dioksida (NO2) menurun drastis di beberapa kota di seluruh dunia.
Efek pandemi COVID-19 terhadap kondisi lingkungan yang satu ini tentu membuat kualitas udara menjadi lebih baik. Berita ini memang cukup baik, mengingat polusi udara telah menyebabkan jutaan orang meninggal di seluruh dunia.
Angka tersebut mungkin jauh lebih besar dibandingkan angka kematian yang disebabkan oleh coronavirus. Namun, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kualitas udara yang meningkat dalam jangka pendek berpengaruh besar terhadap kesehatan tubuh.
Bahkan, mungkin tidak memiliki efek yang menguntungkan jika dibandingkan dampak negatif dari COVID-19. Hal ini dikarenakan tujuan penting dari mengontrol kualitas udara adalah mengurangi paparan seumur hidup pada setiap individu, mulai dari seseorang belum dilahirkan.
3. Lebih berempati terhadap kondisi sosial


Sebelum pandemi melanda negara di seluruh dunia, terutama di Indonesia, banyak orang yang kurang mampu mengadu nasib ke kota untuk mencari pekerjaan.
Anggapan bahwa pinggiran kota dan pedesaan adalah isolasi sosial adalah anggapan yang sering ditemukan pada masyarakat.
Efek pandemi COVID-19 membuat pola pikir tersebut lambat laun berubah, terutama bagi kondisi lingkungan tempat tinggal. Pembatasan dan penerapan physical distancing ini ternyata secara tidak langsung meningkatkan hubungan dengan orang di rumah dan sekitarnya.
Sebagai contoh, Anda mungkin baru mulai mengobrol dengan tetangga, mendukung sesama, dan menyumbang sembako ke orang-orang yang membutuhkan. Grup WhatsApp komplek perumahan yang terkoordinasi pun juga menambah dukungan tersebut yang mampu meningkatkan empati terhadap sesama.
Kesehatan Mental Karyawan Kena PHK Karena Pandemi COVID-19
Ketiga efek positif dari pandemi COVID-19 terhadap kondisi lingkungan dihasilkan dari manusia yang menjalani karantina di rumah untuk menekan angka penyebaran virus.
Banyak orang yang mungkin sudah merasa bosan atau khawatir dengan berita yang ada. Namun, perlu diingat akan ada banyak pelajaran yang bisa diambil setelah wabah penyakit ini usai.
Kabartangsel.com
Pemerintahan5 hari agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi3 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis3 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum3 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara
Jabodetabek3 minggu agoSama-sama Raih Warta Kota Awards, PAM Tangsel dan PAM Depok Berangkat dari Fondasi Berbeda
Otomotif5 hari ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Tokoh3 minggu agoDirum Perseroda PITS: Agus Supadmo, Aktivis yang Memilih Pulang dan Bekerja untuk Kotanya




























