Sport
Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) atau I.League, Ferry Paulus, menyebut sepak bola Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai kerja sama antara I.League dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan kompetisi sepak bola nasional.
Hal itu disampaikan Ferry Paulus dalam acara seremoni dan konferensi pers terkait penyelenggaraan BRI Super League 2026/27 di Studio Lantai 8 SCTV Tower, Jakarta, Selasa (1/9) siang.
Dalam sambutannya, Ferry Paulus terlebih dahulu menyampaikan salam kepada seluruh tamu yang hadir. Ia kemudian menyampaikan penghormatan kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir serta jajaran BRI yang hadir dalam acara tersebut.
“Pertama-tama tentunya yang saya sangat hormati Bapak Ketua Umum PSSI, Bapak Erick Thohir. Sama kita juga ada Bapak Dirut BRI, Bapak Hery Gunardi,” ujarnya.
Ferry Paulus juga menyapa Alexander Dipo selaku Direktur Banking BRI serta Harsiwi Achmad. Ia menyebut Harsiwi sebagai sosok yang selama ini menjadi rekan penting dalam kerja sama yang dijalankan.
“Bapak Alexander Dipo, Direktur Banking BRI. Kemudian ada Ibu Harsiwi, ini soulmate saya, Pak. Jadi kalau susah-susah sama sponsor, telepon Ibu Siwi langsung jos. Ya, kalau BRI hanya berdua, kami lengkap, Pak ya,” tutur Ferry.
Ia kemudian menyebut sejumlah jajaran BRI lainnya yang hadir, di antaranya Asep, Tedi, serta Sadikin yang disebutnya sebagai komisaris baru.
Ferry Paulus juga menyapa Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi. Dengan nada bercanda, ia menyebut Yunus Nusi sebagai sosok yang memiliki kemampuan mencetak gol ketika bermain bersamanya.
“Sekretaris PSSI, Bapak Yunus Nusi. Nah, ini flamboyan, Pak. Duet maut kalau main bola sama saya, Pak. Kalau enggak ada saya, dia enggak bisa bikin gol,” katanya disambut suasana hangat.
Ferry kemudian memberikan apresiasi kepada para pelatih yang hadir.
“Bapak, Ibu, banyak sekali nih para pelatih. Ada Pieter Huistra, ada pelatih saya Shin Tae-yong. Saya boleh tepuk tangan untuk para pelatih kita semua ini ya,” ujarnya.
Ia juga menyapa para perwakilan klub, termasuk para manajer yang menurutnya memiliki tanggung jawab berat dalam menjalankan klub.
“Banyak sekali teman-teman dari klub. Ada manager, ada manager yang paling berat, Pak Danri dari jauh sana ya. Kontestan baru ada Pak Adit. Mana Dit? Eh, Adit on the way,” kata Ferry.
Liga Indonesia Memasuki Tahun Keenam Bersama BRI
Ferry Paulus mengatakan hari tersebut menjadi momentum bersejarah bagi Liga Indonesia dan I.League. Ia menyebut kerja sama dengan BRI kini telah memasuki tahun keenam.
“Teman-teman wartawan yang saya cintai dan salam sejahtera untuk Bapak semua bahwa hari ini adalah hari di mana merupakan hari yang sangat bersejarah buat kami di Liga Indonesia di I.League. Bahwa tidak terasa ini tahun keenam, Pak. Pak Heri, kita sudah memasuki tahun yang keenam,” kata Ferry.
Menurutnya, tahun keenam kerja sama antara Liga Indonesia dan BRI berpotensi menjadi salah satu periode terbaik dalam sejarah kerja sama kedua pihak.
“Dan mungkin ini tahun yang terbaik dalam sepanjang sejarah kerja sama kita, Pak ya,” ujarnya.
Ferry menjelaskan perjalanan sepak bola Indonesia sejak kerja sama tersebut dimulai pada 2021. Saat itu, sepak bola nasional baru memasuki periode pemulihan setelah pandemi COVID-19.
“Bahwa kami di Liga sudah memasuki era yang terbaik di Asia Tenggara di mana ketika kami datang tahun 2021 pasca-COVID itu tahun pertama kerja sama Liga dengan BRI, tahun sangat berat buat sepak bola Indonesia,” kata Ferry.
Ia menyebut kondisi sepak bola Indonesia pada 2021 berada di titik yang sangat rendah, baik dalam konteks Asia Tenggara maupun Asia.
“Kemudian perlahan-lahan, berangsur-angsur kita di tahun 2021 itu berada di titik yang paling rendah sepak bola Indonesia baik di Asia Tenggara termasuk juga di Asia,” tuturnya.
Namun, menurut Ferry, kondisi tersebut secara perlahan berhasil diperbaiki melalui kerja sama dan pembenahan yang dilakukan secara bersama-sama.
Peringkat Indonesia Naik dari Posisi Kelima ke Peringkat Pertama Asia Tenggara
Ferry Paulus mengatakan perkembangan sepak bola Indonesia tercermin dari peningkatan peringkat kompetisi Indonesia di kawasan Asia.
Ia mengingat kembali posisi Indonesia ketika beberapa tahun lalu masih berada di peringkat kelima Asia Tenggara.
“Tetapi berkat kerja sama yang terjalin sangat baik tahun lalu ketika Pak Hery Gunardi bersama-sama dengan kita di ruangan ini, Pak. Dari ranking kelima kita naik ranking dua, Pak,” ujarnya.
Kini, Ferry menyebut Indonesia telah berada di peringkat pertama Asia Tenggara.
“Dan hari ini syukur alhamdulillah kita berada di ranking pertama Asia Tenggara, Pak,” kata Ferry.
Ia menilai pencapaian tersebut menjadi gambaran bahwa kerja sama antara I.League dan BRI memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola nasional.
“Jadi secara bisnis ini merupakan satu kerja sama mutual yang sangat baik di mana kami di Liga sangat berbahagia dengan kerja sama yang terjalin dengan BRI,” ujarnya.
Menurut Ferry, I.League tidak tumbuh sendirian, melainkan berkembang bersama dengan BRI.
“Kami bukan bertumbuh ya sendiri, tetapi kami bertumbuh bersama dengan BRI,” katanya.
Ia menambahkan, kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini membuktikan bahwa Liga Indonesia dan sepak bola Indonesia telah berada di titik yang menggembirakan.
“Bahwa bentuk kepercayaan dan kerja sama yang terjalin selama ini membuktikan bahwa Liga Indonesia, ya sepak bola Indonesia, sudah pada titik yang sangat menggembirakan,” tutur Ferry.
Target Masuk 10 Besar Asia
Meski menganggap perkembangan tersebut sebagai sesuatu yang positif, Ferry Paulus menegaskan bahwa pencapaian tersebut belum menjadi prestasi terbaik yang ingin diraih.
Ia menyebut I.League masih memiliki target lebih tinggi, yakni membawa kompetisi Indonesia masuk ke jajaran 10 besar Asia.
“Namun begitu bukan merupakan prestasi yang terbaik buat kami, tetapi kami terus akan meningkatkan kerja sama kami ini agar kami juga boleh mencapai target yang sudah dicanangkan untuk memasuki di ranking 10 besar di Asia, Pak,” ujarnya.
Ranking Indonesia Turun
Ferry mengungkapkan, posisi Indonesia saat ini masih berada di peringkat ke-20 Asia.
“Sekarang ini masih 20,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa posisi tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang setelah tragedi Kanjuruhan. Indonesia sempat berada jauh di atas peringkat 30 sebelum perlahan mengalami peningkatan.
“Ketika pasca-Kanjuruhan kita berada jauh di atas 30, terus naik ke 28, hari ini ke-20,” tutur Ferry.
Menurutnya, posisi Indonesia bahkan sempat mencapai peringkat ke-15 pada paruh musim sebelumnya.
“Sebenarnya di paruh musim kemarin kita sudah berada di ranking 15, Pak,” ujarnya.
Namun, ia menyebut kegagalan sejumlah klub Indonesia melangkah lebih jauh di kompetisi antarklub Asia turut berdampak terhadap posisi tersebut.
“Tetapi ada kecelakaan sedikit di Persip gagal juara, gagal lolos semifinal. Begitu pun juga dengan Dewa United yang tidak bisa menembus semifinal sehingga kita jatuh lagi di ranking ke-20,” kata Ferry.
Meski demikian, ia berharap prestasi klub-klub Indonesia dan berbagai pembenahan yang dilakukan di sepak bola nasional dapat kembali mengangkat posisi Indonesia.
“Mudah-mudahan dengan prestasi dan apa yang sudah kami lakukan di dalam sepak bola Indonesia ini tahun depan kita akan mendekati, ya mendekati ranking ke-10 barangkali,” ujarnya.
Thailand, Malaysia dan Singapura Jadi Pesaing
Ferry mengatakan Indonesia masih harus bekerja keras untuk mengejar target tersebut. Ia menyebut beberapa negara di Asia Tenggara sebagai pesaing utama dalam persaingan peringkat kompetisi.
“Karena pesaing kita untuk Asia Tenggara itu ada Thailand, Malaysia dan Singapura,” katanya.
Menurut Ferry, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja keras dari seluruh elemen sepak bola Indonesia, termasuk para pelatih.
“Memang perlu kerja keras terutama teman-teman pelatih yang ada hari ini datang,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat terus berkontribusi agar kualitas kompetisi Indonesia semakin meningkat.
Liga Indonesia Kick Off 4 September 2026
Dalam kesempatan tersebut, Ferry Paulus juga menyampaikan bahwa kompetisi Liga Indonesia akan memasuki musim baru dan dijadwalkan kick off pada 4 September 2026. I.League sendiri juga telah menyampaikan bahwa BRI Super League 2026/27 akan dimulai pada tanggal tersebut.
Ia menyebut seluruh persiapan telah dilakukan bersama klub dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.
“Kami akan melakukan kick off pertama di tanggal 4 September nanti dengan seluruh kegiatan dan broadcaster yang sangat handal,” ujar Ferry.
Ferry juga memberikan apresiasi terhadap dukungan penyiaran kompetisi sepak bola Indonesia.
“Siar kita sudah selalu bikin reer, Bu ya. Iya. Jadi broadcaster MTEK ini merupakan mungkin kerja sama abadi barangkali, Bu ya,” katanya.
Ia berharap kerja sama tersebut terus berlangsung dan memberikan kontribusi bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
“Mudah-mudahan apa yang ada hari ini bisa membuktikan bahwa sepak bola Indonesia akan bertumbuh, berkembang,” ujar Ferry.
Berharap Timnas Indonesia Semakin Berprestasi
Ferry kembali menegaskan pentingnya keberlanjutan kerja sama antara I.League dan BRI untuk mendukung pertumbuhan sepak bola nasional.
Ia menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini.
“Dan tentunya sekali lagi terima kasih kerja sama dengan BRI,” kata Ferry.
Ia optimistis kerja sama tersebut akan membawa dampak positif terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.
“Dan kami percaya bahwa dengan kerja sama ini kita akan semakin baik dan sepak bola Indonesia juga akan lebih baik,” ujarnya.
Menurut Ferry, peningkatan kualitas kompetisi pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak terhadap prestasi tim nasional Indonesia.
“Dan pada akhirnya tim nasional akan menjadi kebanggaan dan menjadi slot prestasi yang sangat baik,” katanya.
Ferry kemudian menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih dan salam.
“Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” pungkasnya.
Setelah sambutan Ferry Paulus, pembawa acara menyampaikan apresiasi atas paparan tersebut sekaligus menegaskan bahwa secara resmi kompetisi Liga Indonesia akan memulai musim baru pada 4 September 2026.
Banten6 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional2 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Pemerintahan2 minggu agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf





































