Connect with us

Lifestyle

Gejala, Penyebab, dll.

Pengertian

Apa itu common cold (selesma)?

Common cold, atau dalam bahasa medis disebut dengan selesma, adalah infeksi virus yang terjadi di saluran pernapasan atas. Infeksi tersebut menyebabkan gejala-gejala seperti hidung tersumbat, bersin, serta sakit tenggorokan. Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan dapat disembuhkan dalam waktu 7-10 hari.

Common cold ini juga umum dikenal sebagai batuk pilek karena infeksi terjadi di hidung dan tenggorokan. Sekilas, gejala-gejala yang ditunjukkan memang menyerupai flu atau influenza. Namun, penting untuk diketahui bahwa batuk pilek yang disebut dengan common cold berbeda dengan batuk pilek pada kondisi influenza, baik pada jenis influenza apa pun.

Seberapa umumkah selesma?

Common cold atau selesma bisa dikategorikan sebagai penyakit yang sangat umum. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), rata-rata orang dewasa di Amerika mengalami batuk pilek sebanyak 2-3 kali dalam setahun.

Advertisement

Angka kejadian penyakit ini lebih banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh pada bayi dan anak-anak masih belum terbentuk dengan baik. Selain itu, lansia berumur 65 tahun ke atas juga lebih rentan mengalami batuk pilek.

Penyakit ini dapat dicegah dan diatasi dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala common cold (batuk pilek)?

Umumnya, gejala-gejala common cold atau selesma muncul 1-3 hari setelah terpapar virus. Tanda-tanda dan gejala yang biasanya muncul meliputi:

  • pilek (hidung tersumbat)
  • sakit tenggorokan
  • batuk
  • badan terasa sakit dan tidak nyaman
  • sakit kepala ringan
  • bersin
  • demam ringan

Gejala-gejala di atas biasanya akan pulih dalam waktu 7-10 hari. Namun, orang-orang dengan sistem imun tubuh yang lemah, punya asma, atau penyakit pernapasan lainnya mungkin akan mengalami komplikasi yang lebih serius, seperti bronkitis atau pneumonia.

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Advertisement

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kebanyakan kasus batuk pilek atau common cold memang bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu cepat. Namun, Anda perlu waspada dan segera periksakan diri ke dokter jika muncul gejala berikut:

  • demam lebih dari 38,5 derajat Celsius
  • demam berlangsung lebih dari 5 hari, atau kembali muncul setelah demam turun
  • sesak napas
  • mengi (suara napas berbunyi)
  • sakit tenggorokan dan kepala yang semakin parah

Pada anak-anak, gejala-gejala yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:

  • demam lebih dari 38 derajat Celsius
  • demam semakin tinggi atau berlangsung lebih dari 2 hari
  • gejala-gejala tidak kunjung membaik, bahkan tambah parah
  • sakit kepala dan batuk semakin parah
  • mengi
  • sakit telinga
  • rasa kantuk yang tidak biasa
  • nafsu makan menurun

Tubuh masing-masing orang berbeda dan akan menunjukkan gejala-gejala yang bervariasi pula. Selalu konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab common cold (batuk pilek)?

Common cold atau selesma disebabkan oleh infeksi virus. Jenis virus yang paling umum menyebabkan batuk pilek pada common cold adalah rhinovirus.

Virus penyebab batuk pilek ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya. Ditambah lagi, virus tersebut dapat menempel di permukaan benda selama beberapa hari, seperti gagang pintu atau meja.

Ketika seseorang menyentuh permukaan di mana terdapat virus, atau melakukan kontak fisik yang cukup dekat dengan penderita batuk pilek, orang tersebut dapat tertular.

Advertisement

Virus pada batuk pilek biasa atau common cold berbeda dengan virus yang menyebabkan influenza. Pada kasus influenza, penyakit disebabkan oleh virus influenza A atau B. Selain itu, influenza juga merupakan penyakit yang jauh lebih serius daripada batuk pilek biasa, bahkan berisiko mengancam nyawa.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko saya untuk kena batuk pilek?

Common cold atau batuk pilek adalah penyakit yang dapat tersebar ke setiap orang dari berbagai golongan usia, ras, dan tempat tinggal. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda tertular virus penyebab batuk pilek.

Faktor-faktor berikut bisa meningkatkan risiko Anda kena batuk pilek, yaitu:

1. Bayi dan anak-anak

Bayi yang masih berusia 4-6 minggu memiliki risiko yang tinggi untuk tertular batuk pilek. Hal ini karena sistem imun tubuh bayi masih belum bekerja sempurna untuk melindungi mereka dari serangan bakteri dan virus.

Advertisement

Selain itu, anak-anak usia sekolah juga lebih rentan terkena penyakit ini. Umumnya, anak-anak dapat terserang common cold sebanyak 5-7 kali dalam satu tahun.

Pada anak-anak usia sekolah, hal ini kemungkinan disebabkan karena kebiasaan anak yang belum bisa menjaga kebersihan tangannya dengan baik. Ditambah lagi, sering tukar menukar mainan dengan anak-anak lainnya juga meningkatkan risiko tertular batuk pilek.

2. Lansia

Seiring dengan bertambahnya usia, risiko seseorang untuk tertular batuk pilek atau common cold juga semakin tinggi, terutama jika sudah berusia 65 tahun ke atas. Selain itu, gejala-gejala batuk pilek pada orang-orang berusia lanjut biasanya berlangsung lebih lama dari orang dewasa.

3. Memiliki daya tahan tubuh yang buruk

Apabila Anda memiliki sistem imun tubuh yang lemah, kemungkinan untuk terserang batuk pilek atau selesma jauh lebih besar. Hal ini juga berlaku pada pasien penderita AIDS, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, atau seseorang yang baru saja mendapatkan transplantasi organ.

Advertisement

4. Tinggal di tempat yang terlalu ramai atau padat

Tempat yang terlalu ramai merupakan lingkungan yang ideal bagi virus untuk ditularkan ke banyak orang, seperti sekolah atau asrama. Penularan juga lebih mudah terjadi jika terdapat banyak orang di satu ruangan yang sempit.

Komplikasi

Apa saja komplikasi common cold yang mungkin terjadi?

Ketika gejala-gejala common cold atau selesma muncul, pastikan Anda segera beristirahat dan minum obat. Pasalnya, batuk pilek yang tidak segera diatasi mungkin saja bisa menyebabkan penyakit lain yang lebih serius.

Berikut adalah komplikasi yang bisa terjadi apabila common cold tidak ditangani dengan cepat:

  • infeksi telinga akut (otitis media)
  • asma
  • sinusitis akut
  • infeksi lainnya, seperti radang tenggorokan, pneumonia, hingga bronkitis

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Umumnya, batuk pilek biasa atau common cold dapat didiagnosis dengan memeriksa tanda-tanda dan gejalanya. Jika dokter mencurigai adanya infeksi bakteri atau masalah kesehatan lainnya, Anda mungkin akan diminta menjalani tes tambahan untuk mengetahui penyebab lain di balik gejala-gejala yang Anda alami.

Advertisement

Bagaimana cara mengobati common cold?

Pada dasarnya, tidak ada obat yang bisa melawan virus penyebab common cold atau selesma. Penyakit ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Obat-obatan pilek dan batuk yang ada biasanya hanya digunakan untuk meredakan gejala yang Anda rasakan.

Beberapa obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala batuk pilek, antara lain:

  • Obat dekongestan, untuk melegakan hidung tersumbat.
  • Paracetamol atau ibuprofen, untuk menurunkan panas dan meredakan nyeri.

Pengobatan di rumah

Apa saja cara mengobati common cold di rumah?

Selain dengan mengonsumsi obat-obatan, Anda juga bisa mencoba rangkaian perawatan yang bisa dilakukan di rumah. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda coba:

1. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Pastikan tubuh Anda tidak kekurangan cairan selama menderita batuk pilek. Anda bisa minum banyak air putih, jus buah, sup hangat, atau air perasan lemon hangat untuk membantu meredakan gejala-gejala. Hindari alkohol dan kafein untuk sementara waktu.

2. Istirahat yang cukup

Kunci paling utama agar lekas pulih dari penyakit ini adalah banyak beristirahat. Bila perlu, Anda sebaiknya tidak masuk kantor atau sekolah, terutama jika Anda memiliki demam dan batuk yang cukup parah. Selain untuk memulihkan kondisi tubuh, istirahat di rumah juga mengurangi risiko Anda menularkan penyakit ini ke orang lain.

Advertisement

3. Atur suhu ruangan yang sesuai

Mengatur suhu ruangan yang tepat juga dapat membantu meredakan gejala batuk pilek. Hindari suhu ruangan yang terlalu dingin atau panas. Jika udaranya terlalu kering, Anda bisa menggunakan humidifier untuk membantu menjaga kelembapan udara yang sesuai.

4. Berkumur air garam

Larutkan 1/4 atau 1/2 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Kemudian, gunakan larutan air garam tersebut untuk berkumur. Cara ini diyakini dapat meringankan gejala sakit tenggorokan untuk sementara waktu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Advertisement

Source

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan4 jam ago

Pilar Saga Ichsan Resmikan Pos Gizi di Lengkong Gudang, Tangsel Perkuat Pencegahan Stunting

Pemerintahan4 jam ago

Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dinas SDABMBK Tangsel Tangani Dua Titik Beton Rusak

Nasional2 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport2 hari ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport2 hari ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport2 hari ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport3 hari ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport3 hari ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport3 hari ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport3 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional4 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional5 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport6 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport6 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport6 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Nasional3 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport3 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport3 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional3 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Sport2 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Nasional3 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Populer