Pemerintahan
Gelar Inovasi Pangan, Benyamin Davnie: Langkah Kendalikan Inflasi dan Intervensi Kemiskinan Ekstrem

Dalam rangka memastikan pengendalian inflasi serta intervensi menurunkan angka kemiskinan ekstrem, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar Inovasi Pangan yang diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari Gerakan Pangan Murah, hingga penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ke masyarakat.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Benyamin Davnie ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi.
“Acara ini sangat penting dan strategis dalam kerangka pengendalian inflasi, intervensi penurunan kemiskinan ekstrem dan penanganan stunting di Tangerang Selatan,” ucap Benyamin saat membuka acara di Kawasan Pertanian Terpadu, pada Sabtu (18/11).

Menurut Benyamin, kegiatan ini berkat kolaborasi bersama dengan seluruh pihak yang berkomitmen menjaga ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Tangerang Selatan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada kepala Bapanas, Bulog, POS, IDFOOD dalam menyalurkan beras, ayam, telur, dan mendukung program keluarga harapan dan bantuan pangan non tunai,” ujarnya.
Dimana saat ini, penyaluran beras sebanyak 203.080 kilogram untuk 20.308 kk dengan masing-masing mendapatkan 10 kilogram. Serta sasaran penyaluran daging ayam dan telur untuk 4.689 kk.
Selain itu, kata Benyamin, Pemkot Tangsel juga memiliki program RW Mandiri Tahan Pangan (Mantap) dengan penanaman komoditas pertanian dan perikanan. Bersamaan dengan itu juga terdapat program gemar makan ikan.
“Bahwa pangan adalah kebutuhan dasar utama, karena itu pemenuhan pangan selain merupakan bagian dari hak asasi, juga merupakan pilar eksistensi dan kedaulatan suatu bangsa,” ucapnya.
Sementara itu pujian datang dari Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, bahwa Tangsel memiliki kolaborasi yang sangat baik dalam mengatasi persoalan pangan.
Dan menurutnya persoalan pangan harus dilakukan dan diberikan sejak dini agar menghasilkan generasi yang unggul.
“Ke depan itu generasi emas. Jangan kita kasih micin, harus diedukasi terus. Termasuk lewat ibu-ibu PKK, karena yang mengatur menu di rumah itu, ya ibu-ibu di rumah, oleh karenanya mereka juga harus paham,” kata beliau.
Lalu, terkait pendistribusian bantuan CPP ke masyarakat, setiap bulan akan dilakukan pemutakhiran data. Sehingga tepat sasaran kepada penerima.
“Jadi nanti Pak Wali izin, kalo di Tangsel ada warganya yang harusnya masuk desil satu belum mendapatkan bisa lapor ke RT/RW nanti Kepala Dinasnya untuk memverifikasi supaya bisa dicover. Karena data ini kan harus terus dimutakhirkan, karena ada yang wafat, naik kelas, dan sebagainya,” ucapnya. (fid)
Sport7 hari agoSusunan Pengurus KONI Tangsel Periode 2025–2029
Tangerang Selatan7 hari agoPengurus KONI Tangsel Masa Bakti 2025–2029 Resmi Dilantik
Pemerintahan6 hari agoBenyamin Davnie: Target Kita, Tangsel Juara Umum Porprov Banten 2026
Sport5 hari agoHasil Persib Bandung vs Persita Tangerang 1-0
Pemberitahuan4 hari agoPendaftaran Calon Paskibraka Kota Tangsel Tahun 2026
Nasional4 hari agoRevisi UU Penyiaran Dinilai Berpotensi Hambat Pertumbuhan Ekonomi Digital
Bisnis22 jam agoBRI Life Gelar “The Board’s Charity Engagement”
Pemerintahan4 hari agoJam kerja ASN Kota Tangsel Selama Ramadan 1447 Hijriah/2026














