Gubernur BI Perry Warjiyo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020 “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi” yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (3/12/2020), di Jakarta. (Sumber: Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia)
Gubernur Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis pemulihan ekonomi nasional pada tahun 2021 dapat terwujud. Perekonomian pada tahun tersebut juga akan membaik.
Hal tersebut disampaikannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020 “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi” yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (3/12/2020), di Jakarta.
“Insyaallah ekonomi akan mulai tumbuh positif pada triwulan IV-2020 dan meningkat ke sekitar 4,8-5,8 persen pada 2021. Pertumbuhan ekonomi juga meningkat di seluruh daerah,” ujar Perry.
Perry menilai momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi membangun optimisme.
“Sinergi inilah semangat Bank Indonesia untuk berkoordinasi erat dengan pemerintah pusat dan daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), juga dengan perbankan, dunia usaha, para investor, DPR, BPK, akademini, media, masyarakat,” ujarnya.
Disampaikan Gubernur BI, vaksinasi dan disiplin protokol COVID-19 adalah prasyarat untuk pemulihan ekonomi nasional. “Perlu kita ingat, episentrum krisis kali ini adalah pandemi COVID-19, karenanya vaksinasi dan disiplin protokol COVID-19 sangatlah penting agar kesehatan tetap terjaga, mobilitas manusia kembali normal, aktivitas ekonomi dan dunia usaha membaik, serta dampak rambatan ke sektor keuangan dan moneter dapat dicegah,” ujarnya.
Diperlukan juga lima kebijakan untuk memperkuat pemulihan ekonomi tersebut.
“Pertama, pembukaan secara bertahap sektor produktif dan aman. Kedua, percepatan realisasi stimulus fiskal. Ketiga, peningkatan kredit pembiayaan kepada dunia usaha. Keempat, keberlanjutan stimulus moneter dan makroprudensial. Serta kelima, digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM,” papar Perry.
Gubernur BI mengungkapkan, pihaknya mendukung penuh pemulihan ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan, di antaranya stimulus moneter dan makroprudensial serta digitalisasi ekonomi dan keuangan.
“Bank Indonesia akan senantiasa terus mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk pemulihan ekonomi nasional. Berkoordinasi erat dengan pemerintah dan KSSK dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” pungkasnya.
PTBI Tahun 2020 dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Anggota DPR RI khususnya Komisi XI, Pimpinan Lembaga Negara, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Kepala Daerah, pimpinan perbankan dan korporasi nonbank, akademisi, pengamat ekonomi, serta perwakilan sejumlah lembaga internasional. (rls/fid)
Banten1 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Sport6 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional6 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional6 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional6 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Techno2 minggu ago3 Cara Kerja eSIM XL untuk Koneksi Tanpa Kartu Fisik
Nasional6 hari agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport1 minggu agoJersey Home & Away Musim 2026/27 Persita Tangerang, Angkat Filosofi “Zirah Pendekar Cisadane”













