Connect with us

Lifestyle

Herd Immunity: Indonesia Masih Jauh dari Itu

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Untuk bisa terbentuknya herd immunity dari COVID-19 di Indonesia, diperlukan jutaan orang terinfeksi. Itu berarti mengancam banyak nyawa. Para ahli meyakini bahwa membiarkan herd immunity secara natural terjadi adalah pilihan berbahaya. 

Berapa manusia di Indonesia yang harus terinfeksi untuk membentuk herd immunity secara alami?

Indonesia tidak mengambil opsi herd immunity secara natural

Advertisement

COVID-19 penyakit endemi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan masa transisi pelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) saat angka penularan masih terus terjadi. Hal ini membuat khawatir adanya kemungkinan herd immunity untuk COVID-19.

Herd immunity atau kekebalan kelompok adalah kondisi di mana suatu populasi sudah kebal terhadap infeksi suatu penyakit. Saat sudah cukup banyak orang yang kebal terhadap suatu penyakit, rantai penularan menjadi kecil dan memperlambat penularan penyakit tersebut.

Ada dua cara untuk membangun kekebalan yaitu dengan vaksinasi dan dengan pernah terinfeksi dan sembuh dari penyakit tersebut.

Ahli epidemiologi Universitas Padjajaran dr. Panji Hadisoemarto mengatakan herd immunity yang dilakukan tanpa vaksinasi sebaiknya tidak dilakukan.

Advertisement

“Bisa saja cepat terbentuk herd immunity jika dibiarkan dan tidak ada pencegahan, tapi itu berbahaya. Membiarkan banyak orang terinfeksi demi menumbuhkan herd immunity bisa menyebabkan kesakitan dan kematian yang sebetulnya itu bisa dihindari,” ujar dr. Panji kepada Hello Sehat beberapa waktu yang lalu.

Mengenai kekhawatiran ini, pemerintah Indonesia melalui gugus tugas juga telah mengatakan tidak mengambil opsi herd immunity dan masih berperang menahan laju penyebaran COVID-19.

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Negara: Indonesia

Advertisement

Indonesia dan dunia masih jauh dari herd immunity untuk COVID-19

wna positif covid-19 indonesia

wna positif covid-19 indonesia

Proporsi kekebalan orang terhadap suatu penyakit guna mempertahankan kekebalan kelompok berbeda-beda pada setiap penyakit. Pada campak butuh lebih dari 90 persen orang harus kebal, sedangkan polio yang tidak terlalu menular butuh lebih dari 80 persen.

Belum diketahui jumlah pasti berapa orang yang harus kebal terhadap COVID-19. Namun, para ahli percaya bahwa untuk membentuk herd immunity setidaknya harus ada lebih dari 60 persen populasi yang kebal.

Dalam proyeksi yang dibuat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah populasi penduduk Indonesia pada 2020 adalah sekitar 271 juta jiwa. Untuk membentuk herd immunity, minimal harus ada 162 juta orang Indonesia (60% populasi) yang kebal terhadap COVID-19.

Dengan jumlah pasien yang sudah terinfeksi saat ini dan belum adanya vaksin COVID-19, Indonesia masih jauh dari herd immunity.

Advertisement

herd immunity coronavirusherd immunity coronavirus

Walaupun begitu, bukan hanya Indonesia saja, tapi di beberapa kota di belahan dunia pun masih jauh dari herd immunity.

Menurut data pemerintah kota New York, AS, sekitar 20 persen dari populasi mereka sudah memiliki antibodi untuk melawan COVID-19. Kota New York memiliki angka infeksi COVID-19 tertinggi di AS, di mana AS adalah negara dengan angka penularan COVID-19 tertinggi.

Sebagian besar populasi di kota-kota dengan angka infeksi COVID-19 yang tinggi juga masih rentan terhadap penularan. Misalnya saja kota London dengan angka 17,5 persen dan kota Madrid dengan 11,3 persen.

Swedia menjadi contoh negara yang mengandalkan herd immunity untuk melawan COVID-19. Negaranya membiarkan masyarakat beraktivitas normal, membuka toko, dan ruang publik.

Advertisement

Hanya saja, langkah tersebut tidak menempatkan Swedia berhasil mencapai herd immunity dan malah membuat mereka terpukul dengan angka kematian yang cukup tinggi.

Kekebalan terhadap COVID-19 masih belum bisa dipastikan

Pasien COVID-19 yang sembuh belum dipastikan membangun sistem kekebalan tubuh yang menjamin untuk tidak terinfeksi kedua kalinya. Sebuah studi di US National Library of Medicine menyatakan adanya risiko infeksi ulang pada pasien COVID-19 sembuh dan telah dinyatakan negatif.

Studi tersebut mencatat pada Senin (13/4) Korea Selatan melaporkan adanya 116 pasien COVID-19 sembuh dinyatakan positif untuk kedua kalinya. Padahal sebelum keluar dari rumah sakit, pasien-pasien ini telah dua kali (berturut-turut) melakukan tes dengan hasil negatif.

Kasus serupa juga dilaporkan di Jepang. Perempuan berusia 40-an tahun kembali sakit dan dinyatakan positif COVID-19 untuk kedua kalinya.

Advertisement

Begini Gejala Coronavirus COVID-19 yang Perlu Anda Waspadai

Dari kasus-kasus tersebut, belum diketahui secara pasti apakah pasien tertular virus untuk kali kedua atau virus di dalam tubuh pasien belum sepenuhnya hilang dan bereaksi kembali.

Jika pasien yang sembuh tidak bisa kembali terinfeksi, strategi mencapai herd immunity secara natural tidak bisa dilakukan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Hukum15 jam ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional15 jam ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno1 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport3 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan3 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis4 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten5 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport7 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport7 hari ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Sport7 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Populer