Hingga Akhir 2018, Tangsel Targetkan 12 Indikator Keluarga Sehat Bisa Terdata

By on Rabu, 7 Maret 2018

Dinas Kesehatan Kota Tangsel menggelar Sosialisasi dan Pencanangan Komitmen Kegiatan Program Keluarga Sehat. Dimana kegiatan tersebut untuk memenuhi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Pemkot Tangsel, Ciputat, Tangsel pada Senin, 5 Maret 2018 ini dihadiri seluruh Camat dan Lurah sebagai kepala wilayah.

Menurut Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Tangsel, Unna Rahmadonna, suatu kegiatan akan berhasil diselenggarakan bila ada komitmen.

“Maka dari itu kita meminta kepala wilayah (Lurah dan Camat) untuk komitmen fokus melakukan pendataan kepada keluarga. Kita butuh bantuan dan dukungan dari muspika karena mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat,” jelasnya.

Dinas Kesehatan mentargetkan 12 indikator keluarga sehat bisa didata hingga akhir tahun 2018. Jika ada keluarga yang tidak bisa dinilai, secara otomatis indexnya tidak keluar.

“Nantinya hasil dari 12 indikator yang dinilai akan dilanjut dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh puskesmas,” kata Unna.

12 indikator keluarga sehat adalah keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB),  Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, bayi mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan, penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan, anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

Sementara, menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Suhara Manullang, program keluarga sehat ini langsung dilaksanakan melalui pendekatan keluarga. Jika keluarga sehat maka masyarakat sehat dan kotanya pun sehat.

Setelah nanti di data, dari situ kita bisa melakukan pemetaan per Kelurahan hingga RT dan RW. Bagaimana kondisi sesungguhnya mengenai kesehatan di Tangsel.

“Dengan adanya komitmen ini diharapkan, Tangsel bisa mencapai target yang diinginkan. Sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang sehat,” bebernya.

Masih dilokasi yang sama, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa bapak Presiden di awal masa kepemimpinannya telah menetapkan “Nawa Cita” atau 9 agenda prioritas yang akan dilaksanakan selama 5 tahun kepemimpinan beliau.

Sejalan dengan Nawa Citaersebut, Kementerian Kesehatan telah menetapkan Rencana Strategis (Renstra) 2014 hingga 2019 dimana arah Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah Program Indonesia Sehat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

“Program Indonesia Sehat yang dimaksud pada Renstra tersebut dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional,” jelasnya.

Kota Tangerang Selatan senantiasa melakukan berbagai perbaikan khususnya di bidang kesehatan dalam rangka mendukung program pemerintah pusat tersebut. Berbagai kebijakan telah di keluarkan diantaranya pengobatan gratis bagi pemegang e-KTP, pencanangan kawasan tanpa rokok di kawasan perkantoran dan tempat umum, dan kebijakan lainnya.

Sementara untuk penguatan pelayanan kesehatan, sebanyak 18 dari total 29 Puskesmas di Kota Tangerang Selatan telah diakreditasi

“Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan diharapkan lebih meningkatkan Usaha Kesehatan Masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif. Berbagai penyakit telah terbukti bisa dicegah melalui gerakan hidup sehat yang dimulai dari tatanan masyarakat terkecil yaitu keluarga,” jelas Walikota Airin.

Tercapainya target keseluruh 12 indikator memerlukan kerjasama lintas sektor. Kegiatan kunjungan rumah dalam pelaksaan Program PIS-PK di Kota Tangerang Selatan adalah tidak mudah. Hal ini disebabkan karakteristik penduduk yang memiliki mobilitas yang sangat tinggi.

“Semoga dengan pencanangan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada hari ini, akan memperkuat kerjasama lintas sektoral sehingga kita mampu memetakan secara keseluruhan kondisi kesehatan masyarakat di Kota Tangerang Selatan,” ungkap Airin.

Pemetaan tersebut sangat bermanfaat dalam pengambilan keputusan untuk rencana kerja di bidang kesehatan di tahun mendatang, Sehingga diharapkan kegiatan ini akan meningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Tangsel. (red/fid)