Connect with us

Opini

Iman dan Kesalehan Sosial

Oleh: @verimuhlis *

Inti iman ialah menaruh kepercayaan pada Allah dan berbuat baik (‘amal) terhadap sesama. Menaruh kepercayaan berarti merelakan diri kepada Allah serta bersikap rela menerima semua ketentuan-ketentuan-Nya (râdliyatan mardliyyah). Sikap seperti ini bersenyawa dengan pengertian Islam, yakni sikap pasrah kepada Allah. Kata “islâm” merupakan mashdar atau kata kerja berbentuk benda yang menunjukkan aktivitas, sehingga menjadi Islam berarti memasrahkan diri kepada Allah.

Salah satu wujud kepatuhan atau kerelaan kita pada ketentuan Allah adalah berbuat baik terhadap sesama. Berbuat baik merupakan perintah Tuhan yang disampaikan kepada manusia secara tersurat maupun tersirat. Perintah tersurat terakumulasi dalam pesan-pesan (risâlah) yang dibawa oleh Nabi berupa kitab suci. Pesan-pesan itu menjadi panduan moral dalam melakukan hubungan horizontal antar sesama manusia. Sementara, perintah tersirat dapat diketahui secara intuitif melalui dorongan hati nurani di dasar eksistensial kedirian kita.

Dalam al-Qur’an, kata îmân seringkali disandingkan dengan ‘amal shâlih sebagai sesuatu yang saling bertalian. Misalnya ayat, “Demi waktu! Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal kebaikan, dan saling menasehati untuk kebenaran, dan saling menasehati untuk kesabaran dan ketabahan,” (QS. 103: 1-3). Atau ayat, “Dan orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai dan mereka kekal selamanya…” (QS. 4: 122).

Advertisement

Kriteria amal saleh dalam kitab suci dijelaskan menggunakan narasi yang berbeda-beda. Kadang berbentuk larangan, anjuran, ganjaran, metafor, perumpamaan, dan lain-lain. Namun pada prinsipnya, amal saleh adalah amal yang tidak bertentangan dengan hati nurani. Rasulullah saw. bersabda, “Kebaikan ialah sesuatu yang membuat kamu tenteram dalam hati, sedangkan dosa ialah sesuatu yang terbetik dalam hatimu dan kamu gelisah, meskipun orang banyak mendukungmu”.

Perbuatan seperti menolong orang yang sedang kena musibah, membantu saudara yang sedang kesulitan, saling menasehati dan mengingatkan untuk kebaikan merupakan sederet perbuatan yang tidak bertentangan dengan hati nurani. Segera setelah melakukannya, kita akan mendapat ketenteraman. Namun sebaliknya, perbuatan membunuh, mencuri, mencelakai, mengambil hak orang lain, dan sejenisnya akan membuat hati kita gelisah karena dihantui rasa takut dan bersalah.

Oleh karena itu, berbuat baik dalam kehidupan sosial sangat ditekankan. Al-Qu’an memberi jaminan berupa reward dan punishment. Jaminan itu dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas setiap tindakan. Bahkan bentuk pertanggungjawabannya tidak hanya sebatas di dunia—melalui sanksi-sanksi hukum—melainkan juga di akhirat di mana Tuhan bertindak sebagai Hakim Yang Maha Adil.

Orang yang benar-benar beriman dan bertakwa pada Allah pasti enggan melakukan kejahatan. Di samping bertolak belakang dengan suara hati, ia juga takut murka dan adzab Allah menimpanya. Ia percaya bahwa kehidupan di dunia hanya sementara, sedang kehidupan akhirat kekal adanya. Dunia hanya tempat persinggahan sesaat. Fase kehidupan sesungguhnya justru di akhirat kelak.

Advertisement

Secara lahir, indikasi orang beriman dapat dilihat dari perilaku hidup sehari-hari. Meski iman termasuk perkara batin dan bersifat personal, perilaku dapat menjadi cerminan tingkat keimanan seseorang. Perilaku orang beriman tidak bertentangan dengan suara hati serta nilai-nilai yang diyakini. Apa yang dilakukan sejurus dengan apa yang diyakini sebagai baik dan benar.

Pertama, punya kepedulian sosial. Orang beriman selalu tergerak hatinya saat melihat penderitaan orang lain. Tak peduli teman dekat atau jauh, saudara satu agama, ras, suku, etnis atau bukan, kedua tangannya terbuka memberi pertolongan. Kepeduliannya terus mengalir sesuai kemampuan, baik di kala sempit maupun lapang. Bahkan ketika tak ada lagi cara yang dapat dilakukan, kepedulian tetap ia tunjukkan dengan keprihatinan cukup mendalam.

Ada kisah menarik dari seorang sufi, Syeiks Sariy Syaqathy (wafat tahun 253 H/967 M), yang menyesal akibat perkataannya yang tidak memedulikan penderitaan orang lain. Ia berkata:

“Tiga puluh tahun aku beristighfar memohon ampun kepada Allah atas ucapan al-hamdulillâh sekali”.

Advertisement

“Lho, bagaimana itu?,” tanya seseorang yang mendengarnya.

Syeikh menjawab: “Begini, terjadi kebakaran di Baghdad, lalu ada orang yang datang menemuiku dan mengabarkan bahwa tokoku selamat, tidak ikut terbakar. Mendengar kabar itu, secara spontan aku mengucap al-hamdulillâh. Ucapan itulah yang kusesali selama 30 tahun. Dengan ucapan itu, aku merasa hanya mementingkan diri sendiri dan melupakan orang lain yang tokonya terbakar” katanya.

Syeikh Sariy menyesali ucapan syukur “al-hamdulillâh” selama 30 tahun. Ucapan itu menunjukkan bahwa perhatiannya pada diri sendiri masih sangat tebal. Begitu tebalnya hingga menindih kepekaan perhatiannya pada sesama. Ia kemudian sadar alangkah degilnya orang yang mensyukuri keselaman harta benda pada saat keselamatan sesama ludes terbakar. Alangkah teganya orang yang sanggup menyatakan kegembiraan di saat musibah menimpa sebagian besar saudara-sudaranya.

Jika kita bandingkan dengan melihat keadaan sekitar, maraknya bencana sosial belum sepenuhnya mengundang kepedulian. Seringkali bencana dijadikan ajang menyalahkan orang lain. Bencana tidak lagi dilihat sebagai musibah kemanusiaan, melainkan sebagai kesempatan melemparkan tuduhan-tuduhan miring, membuat lelucon sindiran, memojokkan pihak terkait, dan sebagainya. Lebih parah lagi, orang yang berjibaku memberi bantuan justru dituduh sebagai pencitraan dan mencari popularitas. Sungguh miris.

Advertisement

Padahal, semestinya bencana menjadi ajang untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Tak perlu saling menyalahkan apalagi mencari motif di balik kebaikan seseorang. Tugas kita bukan mengadili setiap kebaikan tetapi bagaimana mempererat solidaritas sosial. Dan, sesungguhnya bencana paling besar adalah ketika kita menbenci kebaikan orang di saat kita sendiri tidak mampu mendatangkannya.

Kedua, saling mengingatkan. Orang beriman menyadari bahwa tidak ada manusia sempurna. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan bukan untuk disombongkan apalagi ditujukan untuk menghina kekurangan orang lain. Demikian pula kekurangan tidak lantas menjadikannya inferior sehingga menggadaikan harkat dan martabat diri.

Konsekuensi kesadaran tersebut membuat kita terbuka atas pelbagai koreksi dan masukan. Kita juga akan selalu siap mempertanggugngjawabkan semua tindakan. Sebab, tidak mungkin kita menjadi pribadi bertanggungjawab jika mengklaim diri paling benar atau paling sempurna. Sikap semacam ini hanya menjerumuskan kita ke dalam totalitarianisme, yakni jurang di mana kita buta terhadap kearifan serta tidak menghargai harkat dan martabat orang lain.

Koreksi dan masukan sebagai mekanisme saling mengingatkan (tawâshaw bi al-haqq) sangat berguna agar kita jadi pribadi yang tidak egois. Kemampuan yang kita miliki bisa ditingkatkan sementara kekurangan dapat kita sempurnakan. Koreksi memberi peluang pada kita untuk senantiasa memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Dan, jika mekanisme ini dikembangkan dalam hidup bermasyarakat, maka tatanan sosial yang terbentuk akan dipenuhi keramahan, keterbukaan, keberkahan, ketenteraman serta selamat dari kecenderungan tiranik (tughyân/thâghût).

Advertisement

* H.Veri Muhlis Arifuzzaman (Ketua Perhimpunan Menata Tangsel dan Alumni Pondok Pesantren Daar el-Qalam)

Sport54 menit ago

Hasil Garudayaksa FC vs Persib Bandung 1-2

Sport4 jam ago

Arema FC Hajar Dewa United 4-0, Kekalahan Perdana Banten Warriors di BRI Super League 2026/27

Sport4 jam ago

Hasil Arema vs Dewa United 4-0 di BRI Super League 2026/27 Pekan ke-7

Sport4 jam ago

Hasil Pertandingan Persita Tangerang Vs Bali United Berakhir 1-1

Nasional1 hari ago

4 Pernyataan Sikap MUI Soal Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Tangerang Selatan2 hari ago

Warga Kelurahan Kranggan Apresiasi Program Penataan Kawasan Kumuh Tangsel

Nasional2 hari ago

Sambut Konser Andrea Bocelli, Pemuda Ekonomi Syariah Dorong Sinergi Musik, Pendidikan, dan Ekonomi Kemanusiaan

Jabodetabek2 hari ago

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Asta Cita Prabowo Penting untuk Generasi Mendatang

Jabodetabek2 hari ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Pemerintahan3 hari ago

Bali Tech Week 2026, Diskominfo Tangsel Dukung Transformasi Digital

Pemerintahan3 hari ago

Cegah TPPO, Pemkot Tangsel Terus Perkuat Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Pemerintahan3 hari ago

Diskominfo Tangsel Gandeng Onno W Purbo Gelar Pelatihan AI bagi Ibu-Ibu

Pemerintahan3 hari ago

Pemkot Tangsel Tunda Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya, Penutupan Jalan Belum Berlaku

Nasional3 hari ago

Prof Asep Saepudin Jahar: Santri Bukan Penonton, Harus Jadi Penggerak Perubahan Bangsa

Tips4 hari ago

Tempat Jual Beli Barang Bekas di Tangerang Selatan, Ini Pilihan untuk Mencari Barang Preloved

Banten4 hari ago

80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten

Pemerintahan4 hari ago

Pascaledakan Ruko Pasar Cimanggis, PIlar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Pedagang

Pemerintahan6 hari ago

Pilar Saga Ichsan Resmikan Pos Gizi di Lengkong Gudang, Tangsel Perkuat Pencegahan Stunting

Pemerintahan6 hari ago

Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dinas SDABMBK Tangsel Tangani Dua Titik Beton Rusak

Nasional7 hari ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Sport3 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Sport3 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport3 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport3 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport3 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Nasional1 minggu ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Sport3 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport3 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport3 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Sport3 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan3 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Nasional3 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Sport1 minggu ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport1 minggu ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Jabodetabek2 hari ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Populer