Connect with us

Opini

Indonesia Tetap Menjadi Rebutan

Oleh: Sonny Majid

BANYAK kalangan aktivis maupun intelektual mengalami kemacetan dalam menganalisa dalam konteks global. Hal ini disebabkan karena banyak kalangan beranggapan bahwa Indonesia merupakan entitas tersendiri yang lepas dari konstelasi internasional/global. Akibatnya, kita terkadang hanya melihat persoalan secara parsial dan sektoral, sehingga tak mampu menemukan akar persoalan yang sebenarnya.

Intinya, “setiap upaya untuk memberikan diagnosa dan terapi atas persoalan yang terjadi di Indonesia, tanpa melihat keterkaitan dengan konstelasi global, niscaya akan menemukan kegagalan,” (KH Hasyim Wahid-Gus Im).

Berdirinya VOC pada 1602 menjadi tonggak monumental jatuhnya nusantara oleh Belanda secara ekonomis maupun politis.

Advertisement

Setelah perang dunia I, banyak negara-negara kapitalis-imperialis mengalami kebangkrutan akibat biaya perang yang sangat tinggi. Dampak terbesarnya, terjadi resesi ekonomi dunia pada era 1930-an. Untuk memulihkannya, akhirnya negara-negara kapitalis-imperialis menggelar konsolidasi.

Dari hasil konsolidasi itu sangat terlihat 4 blok besar negara kapitalis imperialis, yakni blok imperialis-komunis (Uni Soviet), blok imperalis-kapitalis (Amerika Serikat dan Inggris), blok imperialis-rasis (Jerman), dan blok imperialis-totaliter (Jepang). Kendati pada akhirnya terjadi polarisasi negara-negara imperialis, – negara-negara imperialis kapitalis dan imperialis komunis bergabung menjadi blok sekutu/Allies (AS, Inggris, Uni Soviet, dll). Negara-negara imperialis-rasis dan imperialis totaliter menjadi blok Axis (Jerman, Jepang, Italy dan Spanyol).

Salah satu poin dari hasil konsolidasi tersebut yang paling sangat terasa adalah di bidang sosial, dimana ada proses rekayasa sosial melalui penyusunan konsep teori sosial. Salah satu yang terkenal dan diujicobakan kepada negara-negara jajahan adalah teori “strukturalisme fungsional” yang dibuat oleh Talcott Parsons, sosiolog asal AS.

Indonesia menjadi rebutan

Advertisement

Memasuki perang dunia II, Indonesi menjadi rebutan dari masing-masing negara yang bertempur dengan alasan ingin menjadikan Indonesia sebagai pangkalan dalam mempertahankan kepentingan geo-politik dan geo-strategi masing-masing negara.

Yang dilakukan oleh beberapa perusahaan keuangan AS dan Inggris mencoba menguasai sebagian besar aset industri Indonesia. Ini adalah bagian dari pengulangan penyerbuan yang berubah bentuk terhadap negara-negara berkembang, yang dilakukan oleh kapitalisme global, sebagai upaya mempertahankan hegemoni dan kekuasannya.

“Jika di zaman revolusi fisik upaya imperialisme dilakukan melalui penyerbuan fisik, kini upaya tersebut dilakukan melalui infiltrasi modal asing dan penguasaan asset industri,” (Gus Im).

Perang proksi ekonomi

Advertisement

Banyak kalangan pasti sudah tahu, bahwa pada Juli 1944 negara-negara imperialis kapitalis menggelar pertemuan “Bretton Wood”, dimana forum tersebut untuk merumuskan strategi baru menghadapi negara-negara baru dan akan merdeka.

Dari hasil rapat tersebut, beberapa sektor yang digarap, seperti ekonomi dengan membentuk world bank dan IBRD, yang berfungsi memberikan pinjaman kepada negara-negara yang baru merdeka atau hancur akibat perang dunia II.  Kemudian mendirikan IMF pada 1947 dengan tugas memberikan pinjaman kepada negara-negara yang kesulitan dalam neraca pembayaran luar negeri artinya menguasai wilayah keuangan. Di tahun yang sama (1947), turut didirikan GATT yang berfungsi memajukan dan mengatur perdagangan dunia agar sesuai dengan kepentingan kapitalis.

Sementara di bidang politik, negara-negara imperialis kapitalis mendirikan PBB dan kesepakatan “Declaration of Human Right”, suatu deklarasi yang memberikan perlindungan tentang hak asasi manusia. Di sisi lain, blok komunis mendesain pakta kerjasama ekonomi dibawah bendera “Comecon.”

Selain sebagai alat untuk mengendalikan negara-negara terjajah yang baru merdeka, belakangan terungkap indikasi bahwa lembaga-lembaga ekonomi politik internasional tersebut menjadi alat “cuci tangan” negara-negara imperialis atas kelakukan mereka terhadap negara-negara bekas jajahan. Karena melalui lembaga-lembaga itu, negara-negara imperialis menyelamatkan negara-negara bekas jajahan melalui berbagai bantuan ekonomi dan perlindungan politik.

Advertisement

Pergeserang geo-politik di Eropa menyebabkan kapitalisme berubah menjadi sosial demokrat, sehingga melahirkan konsep “welfare state” dengan sistem ekonomi yang tertumpu pada pola “social markey stchaft” – pasar yang masih mengakomodasi etika sosial.

Klimaksnya, adalah penerapan “developmentalisme” sebagai kebijakan di negara-negara berkembang menyebabkan perusahaan-perusahaan besar negara kapitalis memiliki kesempatan mengembangkan usahanya di negara berkembang secara bebas. Sehingga munculah apa yang disebut dengan Mutinasional Coorporate (MNC) & Trans National Corporate (TNC).

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan17 menit ago

Program CATAR Dwiwarna Bantu Persiapan Tes Masuk IPDN

Hukum17 jam ago

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta dan Eko Hadi Jadi Tersangka

Nasional19 jam ago

Konferensi Pers Polri soal Isu Penyadapan Presiden dan Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal Polisi

Hukum23 jam ago

Presiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap

Hukum23 jam ago

Sejumlah Jenderal Polisi Dikabarkan Ditangkap, Mabes Polri Angkat Bicara

Nasional1 hari ago

QUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli

Jabodetabek2 hari ago

UIN Jakarta Gelar Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50

Sport2 hari ago

Hasil Persib vs Isenmulang Kalteng FC 4-0, Luka Menalo Cetak Brace dan Pangeran Biru Raih Kemenangan Terbesar Musim Ini

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman

Sport3 hari ago

Persita Pesta Lima Gol di Kediri, Carlos Pena Puji Karakter Dan Mental Pemain

Sport3 hari ago

Hasil Dewa United vs Persija 2-1, Shin Tae-yong Sebut Kekalahan Jadi Alarm untuk Macan Kemayoran

Sport4 hari ago

Hasil Persik Kediri vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Bantai Tuan Rumah 1-5, Pablo Ganet Hattrick

Nasional4 hari ago

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Perkuat Kolaborasi Pengembangan Wakaf Produktif

Opini4 hari ago

Mengapa Aset PDAM Kabupaten Tangerang di Kota Tangerang Selatan Belum Juga Diserahkan?

Banten4 hari ago

Pelatihan Hidroponik PD Wanita Islam Kota Serang, Manfaatkan Pekarangan Rumah Jadi Kebun Produktif

Nasional5 hari ago

MA Kabulkan Kasasi Nomor 742 K/TUN/2026, Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah

Hukum5 hari ago

Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Astacita Desak Pembersihan Internal Polri dan Penegakan Sistem Merit

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 30 Oktober 2026: Java United FC vs Bhayangkara FC dan Persebaya vs Persijap

Sport5 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan ke-8, 30 Oktober–1 November

Nasional6 hari ago

Konser Andrea Bocelli Digelar 31 Oktober di Borobudur dan 3 November 2026 di JIExpo Kemayoran

Nasional3 minggu ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Jabodetabek2 minggu ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Sport3 minggu ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Nasional3 minggu ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport2 minggu ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport2 minggu ago

BRI Super League 2026/2027, Hasil Persib vs Persik Kediri Skor 1-0

Sport3 minggu ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Serba-Serbi1 minggu ago

Link Download Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Nasional3 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Sport1 minggu ago

Hasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Sport3 minggu ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Banten2 minggu ago

80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten

Sport1 minggu ago

Prediksi Persija vs Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027, Macan Kemayoran Diunggulkan

Sport3 minggu ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Persib Bandung vs Persik Kediri Skor 0-0 di Babak Pertama

Nasional2 minggu ago

Syahganda Nainggolan Tegaskan Arah Baru Komunikasi Bakom RI yang Lebih Terbuka, Dialogis dan Kolaboratif

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Tunda Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya, Penutupan Jalan Belum Berlaku

Serba-Serbi1 minggu ago

Teks Sumpah Pemuda

Populer