Pamulang
Insiden Air Asia: Pramugara Asal Tangsel ini Tinggalkan Istrinya yang Hamil

Malang tak dapat ditolak oleh Oscar Desano, salah seorang pramugara Air Asia, Warga Pamulang II Blok E 20/21 RT 04/11, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Akibat insiden pesawat Air Asia, Oscar meninggalkan seorang istri yang tengah hamil anak pertamanya berumur enam bulan.
“Kata ibunya, istri Oscar lagi mengandung enam bulan,” ujar Hanna, tetangga depan rumah ibu kandung Oscar Desano, Senin (29/12/2014).
Menurut Hanna, Oscar terakhir terlihat di rumah ibunya pada pekan lalu. “Dia bersama istrinya datang ke rumah ibunya minggu lalu, katanya untuk merayakan ulang tahun ibunya,” terangnya.
Ibu kandung Oscar diketahui bernama Reza Yanti itu berulang tahun ke 50 tahun. Bersama keempat adiknya, Oscar datang dari Surabaya untuk kumpul keluarga dan merayakan ulang tahun ibunya. “Mereka sempat kumpul untuk foto bareng. Saya sempat lihat Oscar nyantai banget, sangat menikmati kebersamaannya dengan keluarga,” terangnya.
Kini, suasana rumah orang tua Oscar terlihat sepi. Pintu gerbang rumah yang berwarna hitam itu tertutup dan terkunci rapat. (rb/kt)
Banten1 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional4 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional4 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Sport4 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional4 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf




































