Banten
Irgan Chairul Mahfiz: Politik Itu Panggilan Ibadah

Pemilu legislatif (Pileg) 2014 sebentar lagi digelar. Ribuan calon kontestan bersaing memperebutkan kursi DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Di tengah persaingan itu, tak sedikit yang memandang politik sebatas kekuasaan semata. Bahkan demi mewujudkan hasrat kuasa, puluhan milar rupiah dikorbankan cuma-cuma.
Namun, beda halnya dengan politisi PPP Irgan Chairul Mahfiz. Menurutnya, politik adalah medan pengabdian untuk masyarakat. Pertarungan dalam politik pun ibarat perlombaan dalam berbuat kebaikan.
“Prinsipnya, politik itu ibadah. Mari kita berlomba-lomba dalam beribadah. Kita berlomba, bekerja mendatangkan kebaikan bagi masyarakat,” kata Irgan Chairul Mahfiz, Tangerang, Senin (24/03).
Ia menjelaskan, dunia politik sebenarnya merupakan perwujudan dari pelaksanaan tugas dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di dunia. Manusia diberi mandat oleh Tuhan untuk mengurusi hal ihwal kehidupan, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam sekitar. Manusia juga pasti dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.
Dengan demikian, lanjut Irgan, tidak dibenarkan memahami politik sebatas memenuhi kepetingan pribadi semata. Apalagi jika ditujukan untuk memperkaya diri dengan cara mengambil hak-hak rakyat. “Mandatnya tidak hanya dari rakyat, tetapi juga dari Tuhan. Ini yang disebut suara rakyat suara Tuhan,” tutur anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kini mencalonkan diri kembali di Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Tangerang) dengan nomor urut 1.
Oleh karena itu, Irgan menekankan agar perjuangan dalam kontestasi pemilu dimaknai sebagai perjuangan mewujudkan harapan dan cita-cita rakyat. Sehingga, semua hal yang dilakukan dan dikorbankan benar-benar hanya samata untuk rakyat.
“Ini bukan soal siapa mendapatkan apa, atau bicara siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang kita menangkan adalah harapan dan cita-cita rakyat,” ujarnya.
Hanya dengan cara pandang itulah, kata Irgan, perjuangan dalam politik bisa dijalankan dengan ikhlas penuh pengabdian. Seandainya berhasil mendapat kepercayaan rakyat, seorang kontestan tidak akan merasa berjumawa. Sebaliknya, jika ternyata gagal, maka penyesalan yang berlebihan sampai akhirnya terkena stress atau depresi bisa dihindari.
“Ya, yang dicari ridha Allah. Kalau jadi (mendapat jatah kursi), kita harus jalankan dengan amanah. Kalau pun tidak jadi, maka sesungguhnya tak ada yang sia-sia dari setiap ibadah perjuangan,” pungkasnya. (red)
Banten6 hari agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional3 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional3 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional3 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf






































