Connect with us

Lifestyle

Jangan Mudik Saat Pandemi COVID-19, Ini Bahayanya

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Menjelang bulan puasa dan libur lebaran, pemerintah RI mengimbau masyarakat agar tidak mudik saat pandemi COVID-19 masih berlangsung. Langkah ini ditempuh untuk mencegah penyebaran COVID-19 ke berbagai wilayah di Indonesia, terutama wilayah dengan akses fasilitas kesehatan yang masih terbatas.

Jumlah kasus COVID-19 di Indonesia kini telah mencapai 1.677 jiwa. Angka ini dapat meningkat apabila masyarakat tidak menerapkan pembatasan jarak, termasuk dengan tidak mudik saat wabah COVID-19 di Tanah Air belum mencapai puncaknya. Terlebih lagi, jumlah total orang yang terinfeksi tidak bisa diketahui secara pasti.

Apa bahayanya bila Anda mudik saat pandemi COVID-19?

Advertisement

menghilangkan mual saat mudik

Aktivitas mudik sudah menjadi tradisi yang lekat dengan masyarakat Indonesia. Setiap tahun saat musim mudik, puluhan ribu orang berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya untuk berkumpul dengan keluarga besar dan meramaikan hari raya.

Namun, libur lebaran tahun ini tampaknya akan jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Alih-alih melepas kangen dengan kampung halaman, aktivitas mudik saat pandemi COVID-19 justru dapat membawa bahaya bagi diri sendiri dan keluarga.

COVID-19 menular dengan amat cepat. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa laju transmisi COVID-19 mencapai 2,5. Artinya, satu orang pasien positif dapat menginfeksi setidaknya dua orang yang sehat.

Ketika mudik, Anda terpapar ratusan hingga ribuan orang selama perjalanan. Jumlah orang yang berdekatan dengan Anda tentu lebih banyak lagi jika Anda menggunakan transportasi umum seperti kereta api, bus, kapal laut, ataupun pesawat terbang.

Advertisement

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Negara: Indonesia

Anda pun tidak hanya berdekatan dengan sesama pemudik, tapi juga penjaja makanan, petugas tiket, dan sebagainya. Anda tidak bisa mengenali siapa yang positif COVID-19 dan yang tidak. Bahkan, pasien positif pun mungkin tidak sadar terjangkit COVID-19 karena tidak menunjukkan gejala.

Anda juga bisa tertular COVID-19 jika menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan. Virus bisa menempel pada fasilitas umum, pintu kendaraan, atau benda lain yang Anda temui selama perjalanan.

Advertisement

Kini bayangkan apabila seseorang tertular COVID-19 saat mudik. Orang tersebut, atau bahkan Anda sendiri, dapat melanjutkan penyebaran ke belasan hingga ratusan orang. Mereka yang tertular tanpa sadar akan membawa COVID-19 ke kampung halamannya.

Anda bisa jadi sudah terpapar virus tanpa menyadarinya, entah di kota asal ataupun selama perjalanan. Di kampung halaman, orang-orang yang paling berisiko terinfeksi adalah orangtua Anda, sanak saudara, serta seluruh warga yang belum tentu memiliki akses mudah terhadap fasilitas kesehatan.

Bahaya Menyemprot Disinfektan Langsung ke Tubuh Manusia

Cara silaturahmi tanpa mudik saat pandemi

Walaupun tidak bisa bertemu secara fisik, Anda tetap dapat bersilaturahmi secara digital. Saat ini, banyak orang memanfaatkan aplikasi video call untuk tetap terhubung dengan teman-temannya.

Anda dan keluarga pun dapat melakukan hal yang sama. Coba hubungi keluarga Anda di kampung halaman pada hari lebaran nanti. Jangan lupa ajak semua orang di rumah Anda.

Advertisement

Jika mengobrol saja terasa membosankan, cobalah video call sambil memasak ketupat sayur, makan siang bersama, atau melakukan kegiatan lainnya. Pamerkan keadaan di rumah Anda dan mintalah keluarga Anda melakukan hal serupa.

Ingin jadi lebih kreatif? Coba buat sesuatu atau belikan oleh-oleh khas dari kota tempat tinggal Anda. Kirimkan ke kampung halaman sebagai pengganti karena Anda belum bisa pulang tahun ini.

Bila keluarga di kampung tidak mengerti cara menggunakan aplikasi video call, menelepon saja juga tidak ada salahnya. Hal ini tidak akan mengurangi pesan sayang Anda kepada mereka.

Bagaimana jika Anda sudah telanjur mudik saat pandemi COVID-19?

Pemerintah saat ini memutuskan tidak melarang masyarakat untuk mudik. Namun, ada kebijakan khusus bagi mereka yang tetap pulang kampung. Begitu sampai di kampung halamannya, mereka akan berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Advertisement

Sesuai protokol WHO pada laman Kawal COVID-19, ODP wajib mengisolasi diri secara sukarela dengan tidak meninggalkan rumah selama 14 hari kecuali ke klinik atau rumah sakit untuk memeriksakan diri.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan selama melakukan isolasi diri:

1. Penggunaan kamar dan kamar mandi

Selama masa isolasi, anggota keluarga lain dilarang masuk ke dalam kamar tidur ODP. Kamar tidur untuk ODP sebaiknya memiliki ventilasi udara yang baik. Bukalah pintu dan jendela setiap hari agar kamar mendapatkan udara segar.

Kamar mandi untuk ODP sebaiknya juga terpisah bila memungkinkan. Jika hanya ada satu kamar mandi, gunakan bergantian dengan ODP mandi pertama atau terakhir. Setelah ODP selesai, kamar mandi dibersihkan dengan pembersih rumah tangga.

Advertisement

2. Berkegiatan di dalam rumah

ODP yang mudik saat pandemi COVID-19 tidak boleh melakukan kegiatan bersama anggota keluarga lainnya selama masa isolasi. Bila harus berada di ruang yang sama, ODP harus menjaga jarak setidaknya satu meter.

ODP harus mengenakan masker bedah ketika sedang bersama anggota keluarga yang lain. Hindari kontak langsung dengan orang lain maupun peliharan yang ada di dalam rumah.

3. Menjaga kebersihan di rumah

bersih-bersih rumah

bersih-bersih rumah

Virus penyebab COVID-19 dapat bertahan pada permukaan benda. Oleh sebab itu, ODP harus rutin membersihkan benda-benda yang sering disentuh seperti ponsel, gagang pintu, meja, kursi, dan lain-lain menggunakan cairan pembersih.

ODP harus mencuci tangan dengan air dan sabun setidaknya selama 20 detik. Lakukan sebelum makan serta setelah pergi ke kamar mandi, batuk, dan melepas masker. Cuci alat makan dan pakaian yang digunakan ODP menggunakan spons terpisah.

Advertisement

4. Kapan harus pergi ke dokter

Jika terdapat gejala demam tinggi dan sesak napas, ODP harus segera menghubungi Dinas Kesehatan atau Puskesmas setempat. Setelah itu, ODP harus segera ke klinik rujukan terdekat untuk melakukan pemeriksaan COVID-19.

ODP harus menggunakan masker dan menghindari transportasi umum saat bepergian ke klinik rujukan. Jika harus menggunakan transportasi umum, ODP harus menjaga jarak dengan sopir dan penumpang lain.

Mudik adalah aktivitas yang berisiko saat terjadi pandemi COVID-19. Pasalnya, Anda dapat tertular sekaligus menularkan virus di tengah keramaian suasana mudik. Selama tak ada alasan mendesak untuk mudik, langkah terbaik yang sebaiknya dilakukan saat ini adalah tetap berada di rumah dan melakukan upaya pencegahan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi di sini.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Pemerintahan2 jam ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional4 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport7 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport9 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis10 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis10 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis10 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis10 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis11 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis11 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis11 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis11 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis11 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis11 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis11 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis11 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis11 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis11 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan11 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional11 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer