Connect with us

Lifestyle

Kekerasan Kartun, Begini Cara Berdiskusi dengan Anak

Ada kalanya ketika anak menonton film kartun, alur cerita malah mengandung unsur kekerasan. Bagi anak yang belum bisa menyaring mana hal yang bisa diserap dan tak perlu ditiru, mungkin saja eksposur dari kekerasan kartun bisa memengaruhi kehidupan sosialnya.

Di sinilah peran orangtua perlu menjadi jembatan untuk berdiskusi dengan anak tentang makna hal yang diterimanya lewat media.

Kekerasan dalam media

Zaman silih berganti, teknologi pun semakin pesat. Anak generasi Y dan Z secara mudah dapat menerima informasi melalui televisi, gawai, tablet, atau bahkan laptop.

Advertisement

Terkadang lepas dari pengawasan orangtua, mereka menonton film kartun yang menyiratkan adegan kekerasan. Kekerasan bisa dikategorikan secara verbal (perkataan atau tulisan) ataupun non verbal (tindakan).

Mungkin saja beberapa konten kartun memberikan kekerasan bias gender melalui dialognya ataupun kekerasan yang bisa menyakiti lawannya. Eksposur media mengenai kekerasan sayangnya sulit dihindari, apalagi di tengah membludaknya teknologi.

Melansir laman Common Sense Media, anak yang terekspos dengan kekerasan baik di dalam kartun, film, video, maupun lainnya (juga ketika ia memiliki konflik dan masalah di rumah), memiliki kecenderungan lebih besar untuk bersikap agresif.

Jika tak ada diskusi dan kontrol orangtua, anak bisa memperoleh efek buruk dari media.

Advertisement

Menjelaskan pada anak mengenai kekerasan dalam film kartun

Eksposur kekerasan dalam film kartun bisa saja memicu perilaku negatif anak. Sebuah studi dari Annenberg Public Policy Center at the University of Pennsylvania menemukan bahwa orangtua memiliki kecenderungan untuk mengizinkan anak asalkan tertera “R-rated” meskipun terdapat adegan kekerasan dan seksual.

Sebagai orangtua, tentu Anda memiliki pilihan sikap agar anak tidak terpapar kekerasan film kartun. Orangtua ibarat tonggak untuk mengarahkan anak berpikir dan menerima informasi yang diterimanya.

Satu hal utama yang bisa dilakukan orangtua ialah berdiskusi dengan anak tentang film kartun yang ditontonnya. Jika melihat ada kekerasan pada alur ceritanya, berikut tiga hal yang bisa orangtua jelaskan dan diskusikan bersama anak.

1. Beritahu konsekuensinya

Biasanya pada film kartun, kekerasan dalam adegan tak selalu mengeluarkan darah. Jika Anda pernah memberitahu anak bahwa kartun tersebut menyiratkan kekerasan, hal yang mungkin terjadi adalah anak berkata, “Tapi kan nggak ada darahnya”.

Advertisement

Beritahu konsekuensi sesungguhnya dari kekerasan dan bahwa kekerasan yang terjadi pada di film kartun tidaklah realistis. Biarkan diskusi berlanjut dan bandingkan apa yang terjadi jika kekerasan tersebut diterapkan pada kehidupan nyata. Tentu ada pihak yang merasakan sakit atas perbuatan kekerasan.

2. Pasang waktu untuk anak menonton

Ada baiknya untuk membatasi jam menonton televisi atau film streaming pada anak. Semakin lama ia terpapar kekerasan pada film kartun, semakin besar risikonya ia terpengaruh dengan apa yang ditontonnya. 

3. Berdiskusi soal solusi konflik

Ketika film kartun membuat alur cerita bahwa sebuah ‘pukulan’ bisa menyelesaikan masalah, Anda perlu mengingatkan kepada si kecil ada solusi yang lebih baik daripada menyelesaikannya dengan kekerasan.

Jika ia dihadapkan dalam sebuah konflik, tak ada salahnya mengajarinya untuk membela diri dengan cara yang anggun dan bijak. 

Advertisement

Ajari ia bagaimana menggunakan kata-kata yang tepat untuk membela diri secara verbal dan tidak melayangkan kekerasan untuk menciptakan kepuasan dan rasa menang.

4. Tahu apa yang anak tonton

Sebagai orangtua, Anda memiliki hak untuk mengetahui apa yang anak tonton dan rated dari film kartun yang ditontonnya. Misalnya konten “R-rated” bisa diterima PG-13 (usia 13 tahun). 

Namun, ketahuilah bahwa film kartun streaming, tak semuanya memiliki rating. Sehingga Anda perlu tahu detail film kartun yang anak tonton.

5. Tetap awasi anak

Karena paparan kekerasan tak hanya sebatas pada film kartun, orangtua perlu mengawasi media interaktif apa saja yang anak gunakan. Kekerasan sangat mudah ditemukan baik di video online, media sosial, dan lainnya. 

Advertisement

Anda perlu tetap melakukan pengawasan dan diskusi kepada anak ketika ia menemui kekerasan pada media interaktif tersebut.

Sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui penggunaan media pada anak. Meskipun media secara positif dapat memberikan edukasi, menjawab rasa penasaran, meningkatkan kreativitas, serta komunikasi, ingatlah bahwa ada hal negatif yang bisa anak dapatkan. 

Untuk mencegah dampak negatif ke depannya, sangat diperlukan peran orangtua untuk membantu mereka mengelola informasi melalui diskusi. Sehingga anak dapat belajar memilah atas informasi yang diterimanya dari media atau tontonan.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Nasional5 jam ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional8 jam ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan12 jam ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan13 jam ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan13 jam ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan13 jam ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan15 jam ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan15 jam ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport15 jam ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport16 jam ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport16 jam ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport17 jam ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif17 jam ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini1 hari ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional1 hari ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Otomotif2 hari ago

Motor Suzuki Access 125, Matic Klasik dengan Gaya Elegan dan Nyaman

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Interior Nyaman, Fitur Lengkap, dan Desain Gagah
Otomotif2 hari ago

Suzuki XL7, Mobil SUV Keluarga dengan Desain Gagah dan Fitur Lengkap

Nasional2 hari ago

Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?

Nasional2 hari ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Nasional2 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional3 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Nasional3 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Nasional3 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Populer