Kementerian Kesehatan Launching Modul Pelatihan Jarak Jauh Pencegahan dan Pengendalian (PJJ P2) Kusta, Rabu (1/9) di Gedung Kementerian Kesehatan RI. Modul PJJ P2 Kusta diluncurkan untuk tetap meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Wakil Supervisor (Wasor) kusta di Provinsi dan Kabupaten/Kota di era kebiasaan baru (new normal).
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes, dr. Achmad Yurianto mengaku sangat mengapresiasi langkah yang telah diambil Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) untuk tetap menerapkan adaptasi kebiasaan baru (New Normal) di masa pandemi COVID-19 ini dalam peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Wasor kusta di provinsi dan kabupaten/kota, yaitu dengan melaksanakan PJJ P2 kusta.
“Untuk mempermudah transisi dari model pelatihan klasik ke model pelatihan jarak jauh ini, tentu sudah dilakukan penyesuaian dari beberapa komponen seperti kurikulum dan modul pelatihan, panduan pelatihan, tutor dan peserta, serta penyelenggara,” katanya.
Penyakit Kusta hingga kini masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Tanpa penanganan yang tepat, penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan yang menetap dan menyebabkan timbulnya permasalahan ekonomi dan diskriminasi sosial pada penderita serta keluarganya.
Kusta masih merupakan permasalahan kesehatan di banyak negara di dunia. Setiap tahun, lebih dari 200,000 orang terdiagnosa kusta di dunia, dan sekitar 17,000 orang di antaranya berada di Indonesia. Hal Ini membuat Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah India dan Brazil dalam jumlah penderita kusta terbanyak di dunia.
Sistem Informasi Penyakit Kusta (SIPK) per tanggal 25 Agustus 2020, menunjukkan bahwa masih ada 146 Kabupaten/Kota belum mencapai eliminasi yang tersebar di 26 Provinsi. Untuk tingkat Provinsi, terdapat 8 Provinsi yang masih belum eliminasi kusta, yaitu Papua Barat, Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Gorontalo.
Sementara itu jumlah kasus kusta yang terdaftar ada sekitar 18 ribu dan tersebar di ± 7.548 desa/kelurahan/kampung, mencakup wilayah kerja ± 1.975 Puskesmas, di ± 341 kabupaten/kota di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa di provinsi dan kabupaten/kota yang sudah mencapai eliminasi kusta, ternyata masih tetap memiliki kasus kusta.
Melihat spesifikasi dan karakteristik penyakit kusta yang khas, sangat diperlukan pemahaman dan kemampuan teknis petugas kesehatan di lapangan yang adekuat, serta kemampuan diagnosis yang akurat.
Dengan telah selesainya penyusunan modul PJJ P2 kusta ini, diharapkan pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa mengimplementasikan pelatihan di wilayahnya masing-masing sebagai upaya penguatan SDM dalam penanggulangan kusta.
“Harapan saya ke depan, modul PJJ P2 Kusta ini dapat segera digunakan dalam mendukung pencapaian eliminasi kusta di Indonesia. Pada prinsipnya adalah bagaimana kita dapat mencegah agar orang sehat dapat tetap terjaga tidak tertular kusta dan bagaimana penderita kusta dapat dikendalikan agar tidak menularkan dan tidak menjadi cacat,” ucap Dirjen Achmad. (rls/fid)
Banten2 hari agoDownload SPTJM SPMB Banten 2026
Banten3 hari agoJadwal Lengkap SPMB SMA, SMK, dan SKh Provinsi Banten 2026
Banten2 hari agoPra SPMB 2026 Provinsi Banten
Banten2 hari agoJuknis SPMB Banten 2026
Pemerintahan4 hari agoBenyamin Davnie Lantik 6 Pejabat Eselon II Tangsel, Open Bidding Terakhir Diganti Sistem Merit
Nasional7 hari agoJaringan Muslim Madani: Langkah Menteri IMIPAS Cegah Haji Non Prosedural Sejalan dengan Visi Prabowo Benahi Tatakelola Haji
Banten5 hari agoTargetkan Juara Umum, Pilar Saga Ichsan: Tangsel Siap Gelar Porprov Banten 2026
Pemerintahan7 hari agoEvaluasi BLUD Kesehatan Tangsel, Pilar Saga Ichsan Targetkan Faskes Daerah Setara RS Swasta Profesional













