Nasional
Kementerian UMKM: Legalitas dan Standardisasi Perkuat Fondasi Layanan SAPA UMKM

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen memperkuat ekosistem usaha yang inklusif dan berdaya saing melalui penguatan legalitas serta standardisasi sebagai fondasi utama bagi pengusaha UMKM untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting dalam Talkshow UMKM Insight Seri Pertama di Jakarta, Rabu (17/6), mengatakan salah satu tantangan utama dalam pemberdayaan UMKM saat ini adalah data pengusaha UMKM yang masih tersebar di berbagai instansi sehingga belum dapat diakses secara terpadu.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian UMKM baru saja melaksanakan soft launching Superapps Sapa UMKM sebagai platform layanan terpadu yang mengintegrasikan data dan berbagai layanan bagi pengusaha UMKM di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Platform ini dirancang sebagai wadah integrasi data dan layanan terpadu yang menghubungkan pengusaha UMKM di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” kata Loto.
Loto menegaskan bahwa legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), serta standardisasi, termasuk sertifikasi halal, merupakan fondasi penting agar pengusaha UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan dan naik kelas.
Menurutnya, legalitas dan standardisasi usaha menjadi pintu masuk utama bagi pengusaha UMKM untuk memperoleh akses terhadap berbagai program pemerintah, mulai dari pendampingan usaha, sertifikasi, pembiayaan, hingga berbagai bentuk fasilitasi pengembangan usaha lainnya.
“Pemerintah memastikan dukungan penuh bagi pengusaha UMKM, termasuk memberikan kepastian insentif perpajakan yang meringankan. Untuk itu, Kementerian UMKM mengimbau seluruh pengusaha UMKM agar tidak mengabaikan aspek legalitas dan standardisasi usaha,” ujarnya.
Selain memperkuat aspek legalitas dan standardisasi, Loto menjelaskan bahwa Superapps Sapa UMKM juga menghadirkan data yang lebih akurat melalui fitur analisis yang mampu memberikan rekomendasi pengembangan usaha sesuai dengan profil masing-masing pengusaha UMKM.
Rekomendasi tersebut mencakup peluang mengikuti pelatihan secara berkala, akses terhadap pembiayaan bersubsidi seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun alternatif permodalan lainnya, perluasan akses pasar melalui ekosistem digital, hingga fasilitasi ekspor melalui berbagai program kolaborasi.
Menurut Loto, pemanfaatan teknologi yang didukung kolaborasi lintas sektor akan memperkuat proses transformasi UMKM Indonesia menjadi lebih profesional, adaptif, dan mandiri.
“Melalui kolaborasi yang kuat dan pemanfaatan teknologi yang tepat sasaran, UMKM Indonesia diharapkan mampu bertransformasi secara profesional, mandiri, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan perekonomian nasional,” katanya.
Jabodetabek5 hari agoWakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia
Sport1 hari agoHasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Tunda Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya, Penutupan Jalan Belum Berlaku
Banten7 hari ago80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten
Pemerintahan6 hari agoCegah TPPO, Pemkot Tangsel Terus Perkuat Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat
Pemerintahan7 hari agoPascaledakan Ruko Pasar Cimanggis, PIlar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Pedagang
Sport2 hari agoPrediksi Persija vs Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027, Macan Kemayoran Diunggulkan
Jabodetabek5 hari agoDua Tahun Pemerintahan Prabowo, Asta Cita Prabowo Penting untuk Generasi Mendatang


































