Nasional
Kementerian UMKM Dorong Dekranasda dan UKM Center Balikpapan Gaungkan Wastra Kaltim ke Pasar yang Lebih Luas

Di sela-sela kegiatan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, Tenaga Ahli Menteri UMKM Bidang Pembiayaan dan Skema UMKM, Faisal Anwar, berkesempatan mengunjungi Galeri Dekranasda Balikpapan dan UKM Center Balikpapan, Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Faisal Anwar melihat secara langsung berbagai produk unggulan UMKM dan kerajinan khas Kalimantan Timur yang dipamerkan, mulai dari produk kriya, tenun, aneka suvenir, hingga berbagai motif batik khas daerah. Salah satu yang menarik perhatian adalah batik bermotif Tengkawang Ampiek, yang mengangkat kekayaan hayati Kalimantan dan memiliki nilai filosofis serta identitas budaya yang kuat.
Menurut Faisal, keberadaan Galeri Dekranasda dan UKM Center memiliki peran strategis sebagai etalase produk UMKM daerah sekaligus menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi para pelaku usaha.
“Produk-produk UMKM Kalimantan Timur memiliki kualitas yang sangat baik dan memiliki ciri khas yang kuat. Motif batik seperti Tengkawang Ampiek menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan kekayaan alam Kalimantan Timur dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” ujar Faisal.
Ia menilai, pengembangan industri batik dan fesyen berbasis budaya lokal dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas daerah.
Faisal juga mendorong agar penggunaan batik khas Kalimantan Timur semakin digiatkan, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
“Batik khas Kalimantan Timur perlu terus dipromosikan dan digunakan secara lebih luas. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah mewajibkan aparatur sipil negara mengenakan batik khas Kalimantan Timur pada satu hari tertentu setiap minggu. Kebijakan seperti ini tidak hanya memperkuat kebanggaan terhadap budaya lokal, tetapi juga akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi perajin dan UMKM batik di daerah,” katanya.
Menurutnya, jika ribuan ASN di Kalimantan Timur secara rutin menggunakan batik khas daerah, maka akan tercipta permintaan yang berkelanjutan bagi para pengusaha UMKM, mulai dari perajin batik, penjahit, hingga pengusaha usaha pendukung lainnya.
“UMKM membutuhkan pasar yang berkelanjutan. Ketika pemerintah daerah memberikan keberpihakan melalui penggunaan produk lokal, maka sesungguhnya pemerintah sedang menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM dan ekonomi daerah,” tambah Faisal.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan, Heru Ressandy Kusuma, menjelaskan bahwa kehadiran Galeri Dekranasda dan UKM Center merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Balikpapan untuk menyediakan ruang promosi, pemasaran, dan pengembangan bagi produk-produk UMKM lokal.
Menurut Heru, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting karena memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada wisatawan, masyarakat umum, maupun calon pembeli dari luar daerah. Heru menambahkan, produk batik khas Kalimantan Timur saat ini tidak hanya dipasarkan di wilayah Kalimantan Timur, tetapi juga telah menembus pasar di berbagai daerah di Indonesia.
“Batik khas Kalimantan Timur saat ini sudah dipasarkan di luar Kalimantan Timur, termasuk melalui gerai di SMESCO Indonesia. Ini menunjukkan bahwa produk-produk UMKM kita memiliki kualitas dan daya tarik yang mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Menurutnya, dukungan pemerintah, peningkatan kualitas produk, serta tumbuhnya kebanggaan masyarakat untuk menggunakan produk lokal akan menjadi kunci bagi pengembangan industri kreatif berbasis budaya daerah.
Kunjungan ke Galeri Dekranasda dan UKM Center Balikpapan tersebut menjadi penegasan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berbicara mengenai pembiayaan dan akses pasar, tetapi juga tentang membangun kebanggaan terhadap produk lokal dan menjadikan kekayaan budaya daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dukungan terhadap penggunaan batik khas Kalimantan Timur diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem UMKM sekaligus menjaga warisan budaya daerah di tengah arus globalisasi.
Bisnis4 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan3 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan3 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Tangerang Selatan3 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026


















