Connect with us

Lifestyle

Ketahui Penyebab Anak Pendiam dan Cara Menghadapinya

Anak yang pendiam sering dianggap dapat mengalami kesulitan untuk berkomunikasi, termasuk dengan orangtua. Padahal dalam proses tumbuh kembang anak, orangtua diharapkan mendampingi anak, termasuk berdiskusi banyak hal. Anak yang pendiam dapat membuat orangtua sulit memahami apa yang dirasakan dan dipikirkan anak. Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa anak menjadi pendiam. Kemudian, cari tahu bagaimana menghadapinya dalam penjelasan berikut ini.

Berbagai penyebab yang membuat anak menjadi pendiam

Umumnya pada anak dengan karakter yang pendiam, ia masih akan banyak berbicara di depan orang yang dekat dengannya. Namun, bagaimana dengan anak yang awalnya banyak bicara, lalu tiba-tiba berubah menjadi pendiam dan tidak bicara jika tidak ditanya? Sebenarnya, ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab anak yang tiba-tiba berubah pendiam.

1. Perceraian dan pertengkaran orangtua

Mungkin banyak orangtua yang tidak sadar bahwa masalah yang dimiliki dengan pasangan dalam pernikahan bisa berdampak buruk pada anak. Salah satunya adalah perilaku anak yang awalnya ceria, kini menjadi pendiam.

Advertisement

Diam bisa berarti banyak hal, mulai dari mengekspresikan rasa sedih, marah, dan lain sebagainya. Aksi diam ini adalah salah satu cara bagi anak untuk mengontrol situasi di mana ia tidak memiliki hak bicara sama sekali.

Bahkan, saat anak mendadak jadi pendiam, bisa saja disebabkan karena anak ikut merasakan stres dan tekanan dari masalah yang timbul dalam keluarga. Anda dan pasangan mungkin merasa bahwa perpisahan adalah jalan yang terbaik untuk masing-masing pihak.

Namun, anak Anda belum tentu memahami perceraian, sehingga perpisahan Anda menjadi hal yang sangat menyakitkan baginya. Oleh karenanya, anak mungkin memilih tidak banyak bicara bahkan ‘mogok’ bicara karena tidak tahu apa yang harus dilakukannya.

2. Saudara baru

Jika anak sulung Anda mendadak menjadi pendiam, salah satu alasannya bisa jadi karena ia baru memiliki adik atau saudara baru. Ya, anak Anda tentu merasa senang dengan kehadiran sang adik, tapi hal ini juga timbul bersamaan dengan rasa khawatir yang dimilikinya.

Advertisement

Sebagai contoh, anak mungkin cemburu pada adik baru karena takut kehilangan perhatian orangtua, apalagi Anda dan pasangan mungkin juga sedang sibuk-sibuknya merawat sang adik. Bagi seorang anak yang selama ini menjadi satu-satunya, harus berbagi perhatian bukanlah hal yang mudah.

Bukan berarti tidak mungkin anak Anda akan beradaptasi dengan situasi. Akan tetapi, mungkin di awal anak Anda masih berjuang keras, hingga mendadak jadi anak pendiam sebagai cara pertahanan diri terhadap kondisi yang baru.

3. Perundungan atau bullying 

Masalah anak yang dihadapinya di sekolah tidak jarang menjadi penyebab anak tiba-tiba tidak banyak bicara. Bahkan, sekalipun Anda dan anak memiliki hubungan yang sangat dekat.  Hal ini termasuk perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan teman sekolah, salah satunya bullying. 

Perundungan atau yang biasa disebut dengan bullying yang terjadi di sekolah bisa terjadi dalam berbagai bentuk, fisik maupun psikologis. Pada anak-anak tertentu, cara menghadapi kondisi ini adalah berdiam diri. Oleh karena itu, anak yang biasanya banyak bicara, bisa saja mendadak jadi pendiam saat mengalami perlakuan ini di sekolah.

Advertisement

Cara untuk orangtua menghadapi anak pendiam

Anda mungkin merasa khawatir, bingung, atau bahkan merasa gagal menjadi orangtua saat tidak tahu cara yang baik menghadapi anak yang pendiam. Cobalah untuk tetap tenang, karena ada banyak cara yang bisa Anda praktikkan dalam menghadapi anak yang pendiam.

1. Terima anak apa adanya

Dilansir dari Psychology Today, salah satu cara untuk menghadapi anak pendiam adalah menerima keadaan anak apa adanya. Anda tidak bisa memaksakan anak untuk memiliki karakter sesuai dengan kehendak Anda. Justru, sebenarnya anak yang pendiam memiliki banyak kelebihan yang mungkin tidak Anda sadari.

Sebagai contoh, anak pendiam cenderung lebih kuat, bisa mengontrol diri, dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Bahkan, anak yang tidak banyak bicara biasanya lebih peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain.

2. Jangan simpulkan perasaan anak berdasarkan pengalaman

Jangan mudah menyimpulkan perasaan yang dirasakan anak. Anda belum tentu tahu perasaannya meski mungkin Anda pernah mengalami hal serupa. Dugaan Anda terhadap kondisi yang dialami anak mungkin saja benar, tapi bisa jadi salah.

Advertisement

Lebih baik, ajak anak untuk lebih banyak berkomunikasi hingga ia nyaman untuk menceritakan perasaan yang dimilikinya. Anda boleh saja menceritakan pengalaman pribadi yang serupa dengan yang sedang dihadapinya, tapi jangan pernah menganggap Anda tahu apa yang dirasakan, lalu menyepelekannya.

3. Luangkan waktu untuk mendengarkan keluh kesah anak

Sisihkan waktu Anda untuk benar-benar mendengarkan anak. Tidak hanya mendengarkan keluh kesahnya melalui tutur kata. Akan tetapi, coba pahami gerak tubuh, sikap, dan kebiasaannya untuk lebih memahami pikiran anak yang pendiam.

4. Hindari memojokkan anak

Memojokkan anak yang pendiam dengan cara membanding-bandingkannya dengan orang lain bukan cara yang tepat untuk menghadapinya. Justru, anak akan merasa tertekan jika Anda memaksanya untuk menjadi orang lain.

Sebagai contoh, hindari mengucapkan kata-kata, “Bagaimana kamu bisa punya teman kalau kamu diam di kamar terus?” atau, “Main sana, di luar, seperti kakakmu!” Daripada fokus kepada kekurangan anak yang tidak banyak bicara, cobalah untuk lebih fokus dengan kelebihan yang dimilikinya.

Advertisement

5. Jangan memberi label anak pendiam

Anda yang sudah dewasa saja belum tentu senang jika diberi label oleh orang lain. Begitu pula dengan anak Anda, tentu ia juga tidak senang jika diberi label oleh kedua orangtuanya. Maka itu, hindari memberikan label kepada anak Anda.

Jangan mengatakan bahwa anak Anda pendiam karena ia malu. Lebih baik katakan bahwa anak Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan orang baru dan itu bukan sebuah masalah.

Sementara itu, jika orang lain yang memberi label pada anak Anda, katakan bahwa orang tersebut masih belum kenal akrab dengan anak Anda, oleh sebab itu anak menjadi sedikit bicara di hadapannya.

Membantu anak pendiam untuk lebih terbuka

Setelah Anda berhasil menghadapi anak Anda di rumah, kini adalah waktunya Anda membantu anak agar bisa beradaptasi dan bersosialiasi dengan ‘dunia luar’. Hal ini penting karena Anda tidak selamanya berada di samping anak. Maka itu, Anda perlu mengajarkan anak untuk bisa lebih terbuka.

Advertisement

1. Latih anak pendiam untuk bersosialisasi

Agar anak tahu bagaimana caranya beradaptasi dan berhadapan dengan orang baru, Anda mungkin ingin membantu anak bersosialisasi. Anda bisa melakukan hal tersebut dengan cara memperkenalkan anak Anda terhadap berbagai situasi sosial.

Mulailah dari situasi sosial dengan lingkup yang kecil terlebih dahulu. Sebagai contoh, lakukan play date atau bermain dengan satu teman baru. Namun, jangan memaksakan anak untuk berinteraksi dalam situasi sosial tersebut jika ia belum siap. Pasalnya, hal tersebut justru bisa memicu rasa cemas dan anak semakin enggan melakukannya.

2. Rencanakan dengan matang

Jika Anda ingin benar-benar membantu anak Anda untuk bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya, rencanakan dengan matang. Apabila anak Anda mendapatkan undangan ulang tahun dari temannya, beri tahu anak Anda bahwa datang dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada temannya adalah hal yang baik.

Anda bisa membantu anak untuk latihan berdialog dengan temannya tersebut, misalnya dengan Anda berpura-pura menjadi temannya. Hal ini bisa membantu anak agar lebih natural saat nanti melakukan dialog yang sesungguhnya dengan teman.

Advertisement

3. Beri anak pujian

Saat anak berhasil melakukan sebuah interaksi dengan teman yang sebelumnya tidak pernah dilakukan, tidak ada salahnya memberinya pujian. Ucapkan bahwa anak Anda hebat karena telah berani melawan rasa takutnya. Namun, pastikan bahwa Anda memuji anak dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan51 menit ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional3 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport7 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport8 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis10 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis10 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis10 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis10 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis10 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis10 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis10 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis10 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis10 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis10 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis10 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis10 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis10 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis10 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan10 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional11 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer