Indonesia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya pintar, tetapi juga jujur dan adil. Negara, hari ini banyak diatur oleh orang yang pintar, tetapi tidak benar. Alhasil, masyarakat kurang menerima kemakmuran, kesejahteraan.
Penekanan ini disampaikan Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar, yang diminta memberikan tausiyah dan pembekalan kepada para pegawai Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag), yang mengangkat tema “Refleksi Generasi Emas Kemenag” di Masjid Al Munir, Komplek Kemenag, Jakarta Selatan, Jumat (30/12/206).
“Akibatnya kekayaan Indonesia habis,” ujarnya.
Ia sempat menyinggung tentang bagaimana orang Majusi (penyembah api) bisa berkuasa selama 4.000 tahun. Kenapa bisa bertahan begitu lama, karena pemimpinnya bersikap jujur dan adil. Hanya saja, kata dia, Allah Swt hanya memberikan kenikmatan sebatas dunia, tidak akhirat.
Bagaimana yang beragama, ketika dia jujur dan adil maka kenikmatan akan diberikan dunia dan akhirat.
Menurutnya, kejujuran akan membawa kebahagiaan. Jika semua pejabat negara jujur, adil, maka perekonomian, perpolitikan dan lainnya akan berjalan sesuai aturan yang benar.
“Seorang pemimpin adalah orang yang pemikirannya, langkahnya, sikapnya sesuai dengan agamanya. Dan pemimpin yang arif, dia akan selalu melihat kondisi ummatnya,” tegas Miftahul Akhyar.
Dalam hal mengumpulkan orang -orang agar bersatu, tidak bisa mengandalkan harta, karena jika mengandalkan itu maka akan terbatas. Akan lebih baik jika kita ingin menyatukan, pemimpin menyajikan wajah yang cerah, santun dan sikap yang baik.
Ia menyontohkan bagaimana Nabi sekaligus Rasulullah Muhammad Saw, hampir seluruh hidupannya habis untuk mendidik dan mengajar-kan. Dengan keistiqomahannya itu, maka Rasulullah menjadi pusat keimanan, kebenaran dan keadilan.
“Zaman jahiliyah yang dihadapi Rasulullah, yang sebenarnya zaman menolak kebenaran, menolak ketauhidan dan menolak kejujuran. Itulah jahiliyah sebenarnya,” pungkasnya. (sm/fid)
Nasional1 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport1 minggu agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Nasional1 minggu agoG30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia
Sport1 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport1 minggu agoJadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Bisnis1 minggu agoBogasari Baking Center Latih Puluhan UKM
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober
Bisnis1 minggu agoIndustri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi












