Hukum
LSAK: Ada Koruptor Kakap Dibalik OTT KPK, Segera Tangkap Karena yang Terlibat Pasti Gagap!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk tidak menghentikan langkah penindakan dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara (Sumut). Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang telah dilakukan dinilai harus berlanjut hingga menyeret aktor-aktor besar di balik anggaran jumbo tersebut.
“Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus terus melanjutkan pengusutan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara (Sumut). Penindakan yang telah dilakukan melalui OTT tidak boleh terhenti hanya pada tingkat pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),” ujar Ahmad A. Hariri, Peneliti Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK), kepada media, Selasa (1/7/2025).
Menurut Ahmad A. Hariri, indikasi keterlibatan pejabat tingkat atas sangat besar dalam proyek-proyek jalan bernilai triliunan. Koordinasi antarinstansi juga sering menjadi pintu masuk praktik korupsi berjamaah.
“Karena dalam banyak kasus korupsi pembangunan jalan, apalagi nilainya di atas 100 milliar, ini biasanya jatah proyek pejabat besar. Apalagi terjalin koordinasi dngan satker PJN, Pasti ada juga alokasi khusus yang juga disediakan untuk pejabat yang lebih tinggi lainnya,” ujarnya menegaskan.
Diketahui, dua proyek besar yang kini tengah ditangani KPK di Sumut mencakup pembangunan jalan di lingkungan Dinas PUPR dan proyek preservasi atau pemeliharaan jalan di Satker PJN Wilayah I Sumut. Nilai proyek yang sedang diselidiki KPK itu mencapai Rp231,8 miliar.
“Seperti diketahui dua proyek yang tengah ditangani KPK di Sumut, yakni soal proyek pembangunan jalan di lingkungan Dinas PUPR dan proyek preservasi atau pemeliharaan jalan di Satker PJN Wilayah I Sumut, merupakan proyek yang nilainya mencapai Rp. 231.8 Milliar. Dengan total nilai anggaran yang fantastis dan riancian banyak program, jelas ini permainan highclass,” ucap Ahmad.
Ahmad menilai, langkah KPK sudah berada di jalur yang benar. Namun menurutnya, masyarakat harus terus mengawal proses penyelidikan agar tidak berhenti di level bawah.
“Jadi ini kasus yang cukup besar. Kita patut apresiasi dan dukung penuh keberanian KPK, karena kita yakin pasti ada koruptor kakap yang akan diungkap KPK.”
Ia juga menekankan pentingnya percepatan penindakan untuk mencegah hilangnya barang bukti dan menghindari penghilangan jejak oleh pihak-pihak yang terlibat.
“KPK mesti gerak cepat, tindak OTT yang digelar kemarin pasti membuag gagap para pihak yang ikut terlibat. Maka secepatnya, KPK harus terus menelusuri siapa saja penerima aliran-aliran dana dalam kasus korupai ini,” tutup Ahmad.
Sport2 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Sport2 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Sport1 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoLeague Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final
Nasional6 hari agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik


































