Connect with us

Lifestyle

Manfaat Mengajarkan Anak Asing Bahasa Asing

Mengajarkan anak bahasa asing bukan hal yang mudah bagi orangtua. Namun, di masa akan datang, ilmu yang diperoleh anak bisa menjadi investasinya. Tentu ada beberapa manfaat ketika anak belajar bahasa asing.

Manfaat mengajarkan anak bahasa asing

game atau permainan edukasi untuk anak sd

Saat masa kecilnya, anak belajar mengutarakan komunikasinya secara learning by doing. Pertama, ia akan menggunakan bahasa tubuhnya sebagai medium komunikasi baik dengan sesamanya maupun orang dewasa.

Kemudian ia akan belajar menggunakan bahasa ibu sebagai bentuk komunikasi yang lebih mudah. Ketika ia bisa memaknai komunikasi adalah bagian dari medium untuk memahami dan mendengarkan beragam opini. 

Advertisement

Ketika orangtua mengetahui, mungkin ini saat yang tepat untuk mengajarkan anak bahasa kedua sebagi ilmu tambahan. Berikut manfaat mengajarkan anak bahasa asing.

1. Mudah belajar bahasa asing lainnya

Ketika orangtua mengajarinya bahasa asing, ia akan cenderung mudah menyerap bahasa tersebut. Ia menggunakan strategi pembelajaran yang sama ketika mempelajari bahasa asing lainnya. 

2. Mendukung kemampuan akademik

Belajar bahasa asing juga mengasah kemampuan komunikasi mereka. Termasuk keterampilan membaca maupun menulis. Secara kognitif mereka diasah untuk memecahkan masalah dalam pelajaran. Di sekolahnya, anak jadi lebih punya kesempatan meraih prestasi yang lebih tinggi.

3. Meningkatkan kemampuan kognitif

Mengajarkan anak bahasa asing sedini mungkin dapat meningkatkan kemampuan kognitif mereka. Ketika mereka mampu menguasai bahasa asing, ia memiliki “fleksibilitas” kognitif dan juga fokus.

Advertisement

Selanjutnya mereka akan belajar di mana saja bahasa tersebut akan digunakan. Membedakan tempat penggunaan bahasa ibu dengan bahasa asing yang dipelajari melatih otak mereka untuk fokus. Dengan begitu, otot kognitifnya pun terlatih.

4. Lebih mampu menyelesaikan masalah

Manfaat mengajarkan anak bahasa kedua dapat memberikan mereka kepercayaan diri. Keterampilan anak menguasai bahasa asing juga melatih otaknya untuk menyelesaikan masalah, merencanakan suatu hal, dan bertanggung jawab dalam melakukan tugas lain.

Anak jadi lebih mandiri dalam memecahkan persoalan dan lebih mampu berpikir kritis.

5. Mencegah alzheimer

Anak yang belajar bahasa asing sejak dini dapat mencegah alzheimer pada masa yang akan datang. Melansir laman Michigan State University, orang yang mampu menguasai lebih dari satu bahasa dapat meningkatkan fungsi otak dan mengurangi risiko penyakit alzheimer lebih lambat 4 tahun, dibandingkan mereka yang hanya menguasai satu bahasa.

Advertisement

Kapan waktu yang tepat mengajarkan anak bahasa asing?

Sumber: Freepik

Kapan waktu tepat untuk mengajarkan ia bahasa kedua? Apakah anak harus masuk sekolah dasar terlebih dahulu untuk belajar bahasa asing? Tidak juga.

Mengajarkan anak bahasa asing bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Berdasarkan riset dari Harvard University, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan fleksibilitas dalam berpikir dimiliki anak ketika ia belajar bahasa asing sedini mungkin.

Rentang usia 1-3 tahun menjadi waktu yang tepat bagi anak untuk mempelajari bahasa kedua. Tiga tahun pertama kehidupan, diyakini menjadi masa yang penting di kehidupan anak kelak. 

Pada usia tersebut, anak membangun fondasi bagaimana cara mereka bersikap, berpikir, dan belajar dari orang lain. Setelah fondasi terbentuk, anak berusia 3-4 tahun memiliki kemampuan alami untuk belajar dan berkembang.

Misalnya, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan sehari-hari di rumah. Orangtua sepakat untuk mengajarkan anak bahasa asing, seperti Bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, atau lainnya sebagai bahasa kedua. Sebisa mungkin orangtua mengajarkannya secara langsung kepada anak.

Advertisement

Selain menguatkan dan mendukung perkembangan kognitif anak, ikatan antara orangtua dan anak pun terjalin kian erat. Jadi, Anda sudah bisa merencanakan kapan untuk memulai mengajarkannya bahasa asing.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement

Populer