Connect with us

Lifestyle

Memahami Cara Mengukur Hingga Rentang Normalnya

Memastikan bayi memiliki status gizi yang baik sejak dini merupakan hal penting bagi para orangtua. Tujuannya untuk membantu agar bayi tumbuh dan berkembang di jalur yang tepat. Nah, tolak ukur terbentuknya status gizi bayi yang baik yakni dengan memastikan kebutuhan gizi hariannya tercukupi secara optimal.

Supaya perkembangan buah hati Anda bisa lebih optimal, cari tahu informasi selengkapnya seputar status gizi bayi berikut ini.

Indikator pengukuran status gizi bayi

berat badanbayi

Di awal masa kehidupan, bayi butuh asupan ASI selama enam bulan penuh alias ASI eksklusif. Hal ini dikarenakan ASI eksklusif merupakan makanan dan minuman terbaik bagi bayi di usianya yang masih kurang dari enam bulan.

Advertisement

Baru setelah usia bayi lewat dari enam bulan, ia membutuhkan asupan makanan dan minuman selain ASI yang dikenal dengan nama makanan pendamping ASI (MPASI).

Namun selain diberikan MPASI, buah hati Anda tetap membutuhkan asupan ASI meski dengan jadwal yang tidak sesering sebelum usianya enam bulan.

Pemberian ASI dan MPASI tersebut bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang bayi sekaligus mencukupi kebutuhan gizi hariannya.

Dengan begitu, status gizi bayi bisa berkembang dengan baik sebagai salah satu bentuk persiapan saat usianya dewasa kelak.

Advertisement

Berdasarkan Bahan Ajar Penilaian Status Gizi, berikut beberapa indikator penting dalam mengukur status gizi bayi:

1. Berat badan

Sebagai salah satu indikator pengukuran status gizi bayi, berat badan digambarkan sebagai ukuran total tubuh.

Alasan berat badan dijadikan sebagai salah satu indikator penilaian status gizi bayi yakni karena perubahannya mudah terlihat dalam waktu singkat.

Itulah mengapa berat badan bayi dapat menggambarkan status gizi saat ini. Atas dasar inilah, penting untuk memantau sejauh mana peningkatan dan penurunan berat badan bayi guna mengetahui status gizi saat ini.

Advertisement

2. Panjang badan

Pengukuran panjang badan sebenarnya sama dengan tinggi badan. Hanya saja, untuk usia bayi yang masih belum bisa berdiri tegak, indikator panjang badan lebih umum dipakai untuk mengetahui status gizinya.

Jika tinggi badan diukur dalam posisi sedang berdiri tegak, panjang badan diukur pada posisi sebaliknya yakni ketika berbaring.

Bukan hanya posisi pengukuran yang berbeda, alat ukur yang dipakai untuk mengetahui panjang dan tinggi badan seseorang juga tidak sama.

Tinggi badan anak usia di atas dua tahun dan orang dewasa diukur dengan menggunakan alat bernama microtoise atau mikrotoa.

Advertisement

Sementara pengukuran panjang badan memakai alat length board atau infantometer dengan menempatkan bayi pada posisi berbaring di atasnya.

Berbeda dengan berat badan yang merupakan indikator pengukuran status gizi sekarang, panjang badan memiliki sifat linier.

Ini karena perubahan panjang badan tidak secepat peningkatan dan penurunan berat badan. Perubahan panjang badan banyak mendapat pengaruh dari berbagai faktor di masa lampau, contohnya asupan harian bayi sehingga berpengaruh pada status gizinya.

Secara rincinya, panjang atau tinggi badan memberi gambaran mengenai pertumbuhan massa tulang akibat dari asupan gizi, khususnya di masa lampau.

Advertisement

3. Lingkar kepala

Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ukuran lingkar kepala merupakan penilaian pertumbuhan bayi yang menggambarkan pertumbuhan otak.

Itulah mengapa selain berat dan panjang badan, lingkar kepala juga termasuk salah satu indikator dalam pengukuran status gizi bayi.

Pengukuran lingkar kepala bayi dilakukan dengan menggunakan pita ukur tidak elastis. Cara mengukur lingkar kepala yakni dimulai dengan melingkari bagian atas alis kemudian melewati bagian atas telinga, sampai ke bagian paling menonjol di belakang kepala bayi.

Cara mengukur status gizi bayi

panjang badan bayi

panjang badan bayi

Setelah mengetahui indikator untuk menilai status gizi bayi, Anda juga perlu tahu cara tepat untuk mengukurnya.

Advertisement

Bukan seperti orang dewasa yang menggunakan indeks massa tubuh (IMT) untuk menilai status gizi, bayi menggunakan indikator pengukuran lainnya.

Bagi bayi yang berusia 0-5 tahun, biasanya digunakan grafik WHO 2006 (cut off z score) untuk membantu mengukur status gizi.

Satuan dari pengukuran dengan grafik WHO 2006 (cut off z score) adalah standar deviasi (SD). Pengukuran status gizi bayi bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:

1. Status gizi bayi berdasarkan berat badan sesuai umur (BB/U)

Indikator berat badan berdasarkan umur (BB/U) dipakai oleh anak berusia 0-5 tahun, termasuk bayi. Pengukuran status gizi ini bertujuan untuk memastikan penambahan berat badan bayi setara dengan usianya saat ini.

Advertisement

Selain itu, indikator status gizi ini juga dapat membantu menujukkan apabila bayi memiliki berat badan sangat kurang, kurang, ideal, lebih, hingga obesitas.

Pada tabel berat badan berdasarkan usia dari WHO, bayi dikatakan memiliki berat yang ideal saat hasilnya berada di rentang -2 sampai dengan +1 SD.

Bila pengukuran berat badan mendapatkan hasil kurang dari -2 SD, bayi dikatakan mengalami kekurangan berat badan.

Begitu pula jika hasil pengukuran berada di angka lebih dari +1 SD, artinya berat badan bayi masuk dalam kategori risiko berlebih.

Advertisement

Penilaian status gizi bayi berdasarkan BB/U, yaitu:

  • Berat badan sangat kurang: kurang dari -3 SD
  • Berat badan kurang: -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD
  • Berat badan normal: -2 SD sampai dengan +1 SD
  • Risiko berat badan lebih: lebih dari +1 SD

Akan tetapi, penting untuk diingat bahwa pengukuran yang satu ini hanya dapat digunakan bila usia anak diketahui secara jelas.

2. Status gizi bayi berdasarkan panjang badan sesuai umur (PB/U)

Sama halnya seperti penilaian berat badan, pengukuran panjang badan per usia juga dinilai berdasarkan umur bayi saat ini.

Sebenarnya, pengukuran tinggi badan berdasarkan usia (TB/U) dapat digunakan oleh anak di rentang usia 0-5 tahun.

Hanya saja, bagi bayi yang belum mampu berdiri tegak masih harus menggunakan indikator panjang badan berdasarkan umur (PB/U).

Advertisement

Tujuan dari indikator status gizi ini adalah untuk mengetahui jika pertumbuhan tubuh bayi tidak sesuai dengan usianya alias pendek.

Penilaian status gizi bayi berdasarkan PB/U, yakni:

  • Sangat pendek: kurang dari -3 SD
  • Pendek: -3 SD sampai dengan kurang dari 2 SD
  • Normal: -2 SD sampai dengan +3 SD
  • Tinggi: lebih dari +3 SD

3. Status gizi bayi berdasarkan berat badan sesuai panjang badan (BB/PB)

Sesuai dengan namanya, indikator status gizi ini dipakai untuk mengetahui berat badan bayi berdasarkan panjang badannya.

Namun, karena menggunakan penilaian panjang badan, jadi indikator ini hanya bisa digunakan oleh bayi yang belum bisa berdiri tegak.

Penilaian status gizi bayi berdasarkan BB/PB, yakni:

Advertisement
  • Gizi buruk: kurang dari -3 SD
  • Gizi kurang: -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD
  • Gizi baik: -2 SD sampai dengan +1 SD
  • Berisiko gizi lebih: lebih dari +1 SD sampai dengan +2 SD
  • Gizi lebih: lebih dari +2 SD sampai dengan +3 SD
  • Obesitas: lebih dari +3 SD

4. Status gizi bayi berdasarkan lingkar kepala

Pengukuran lingkar kepala termasuk ke dalam satu dari beberapa indikator untuk menilai perkembangan status gizi bayi.

Sejak bayi lahir, lingkar kepalanya akan terus diukur sampai usianya genap 24 bulan alias 2 tahun. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah perkembangan otak dan kepala bayi berjalan dengan baik.

Penilaian lingkar kepala bayi untuk mengetahi status gizinya menurut WHO, yaitu:

  • Ukuran lingkar kepala terlalu kecil (mikrosefalus): persentil < 2
  • Ukuran lingkar kepala normal: persentil ≥ 2 sampai < 98
  • Ukuran lingkar kepala terlalu besar (makrosefalus): ≥ 98

Penilaian status gizi ideal bayi usia 0-2 tahun

Kurang lengkap jika Anda mengetahui cara mengukur beserta kategori pengukuran status gizi bayi tanpa tahu rentang idealnya.

Agar dapat memastikan apakah perkembangan status gizi bayi sudah berada di jalur yang tepat, berikut indikator berat badan, panjang badan, serta lingkar kepala normal sesuai usia:

1. Berat badan

tanda bayi cukup asi

tanda bayi cukup asi

Menurut organisasi kesehatan dunia WHO dan Kementerian Kesehatan RI, kisaran berat badan ideal untuk mengukur status gizi bayi usia 0-2 tahun adalah sebagai berikut:

Advertisement

Bayi laki-laki

Berat badan ideal bayi laki-laki sampai usia 24 bulan yakni:

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,5-3,9 kilogram (kg)
  • Usia 1 bulan: 3,4-5,1 kg
  • Usia 2 bulan: 4,3-6,3 kg
  • Usia 3 bulan: 5,0-7,2 kg
  • Usia 4 bulan: 5,6-7,8 kg
  • Usia 5 bulan: 6,0-8,4 kg
  • Usia 6 bulan: 6,4-8,8 kg
  • Usia 7 bulan: 6,7-9,2 kg
  • Usia 8 bulan: 6,9-9,6 kg
  • Usia 9 bulan: 7,1-9,9 kg
  • Usia 10 bulan: 7,4-10,2 kg
  • Usia 11 bulan: 7,6-10,5 kg
  • Usia 12 bulan: 7,7-10,8 kg
  • Usia 13 bulan: 7,9-11,0 kg
  • Usia 14 bulan: 8,1-11,3 kg
  • Usia 15 bulan: 8,3-11,5 kg
  • Usia 16 bulan: 8,4-13,1 kg
  • Usia 17 bulan: 8,6-12,0 kg
  • Usia 18 bulan: 8,8-12,2 kg
  • Usia 19 bulan: 8,9-12,5 kg
  • Usia 20 bulan: 9,1-12,7 kg
  • Usia 21 bulan: 9,2-12,9 kg
  • Usia 22 bulan: 9,4-13,2 kg
  • Usia 23 bulan: 9,5-13,4 kg
  • Usia 24 bulan: 9,7-13,6 kg

Bayi perempuan

Berat badan ideal bayi perempuan sampai usia 24 bulan yakni:

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,4-3,7 kg
  • Usia 1 bulan: 3,2-4,8 kg
  • Usia 2 bulan: 3,9-5,8 kg
  • Usia 3 bulan: 4,5-6,6 kg
  • Usia 4 bulan: 5,0-7,3 kg
  • Usia 5 bulan: 5,4-7,8 kg
  • Usia 6 bulan: 5,7-8,2 kg
  • Usia 7 bulan: 6,0-8,6 kg
  • Usia 8 bulan: 6,3-9,0 kg
  • Usia 9 bulan: 6,5-9,3 kg
  • Usia 10 bulan: 6,7-9,6 kg
  • Usia 11 bulan: 6,9-9,9 kg
  • Usia 12 bulan: 7,0-10,1 kg
  • Usia 13 bulan: 7,2-10,4 kg
  • Usia 14 bulan: 7,4-10,6 kg
  • Usia 15 bulan: 7,6-10,9 kg
  • Usia 16 bulan: 7,7-11,1 kg
  • Usia 17 bulan: 7,9-11,4 kg
  • Usia 18 bulan: 8,1-11,6 kg
  • Usia 19 bulan: 8,2-11,8 kg
  • Usia 20 bulan: 8,4-12,1 kg
  • Usia 21 bulan: 8,6-12,3 kg
  • Usia 22 bulan: 8,7-12,5 kg
  • Usia 23 bulan: 8,9-12,8 kg
  • Usia 24 bulan: 9,0-13,0 kg

2. Panjang badan

jadwal waktu menyusui bayi

jadwal waktu menyusui bayi

Menurut organisasi kesehatan dunia WHO dan Kementerian Kesehatan RI, kisaran panjang badan ideal untuk mengukur status gizi bayi usia 0-2 tahun adalah sebagai berikut:

Bayi laki-laki

Panjang badan ideal bayi laki-laki sampai usia 24 bulan yakni:

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 46,1-55,6 sentimeter (cm)
  • Usia 1 bulan: 50,8-60,6 cm
  • Usia 2 bulan: 54,4-64,4 cm
  • Usia 3 bulan: 57,3-67,6 cm
  • Usia 4 bulan: 59,7-70,1 cm
  • Usia 5 bulan: 61,7-72,2 cm
  • Usia 6 bulan: 63,6-74,0 cm
  • Usia 7 bulan: 64,8-75,5 cm
  • Usia 8 bulan: 66,2- 77,2 cm
  • Usia 9 bulan: 67,5-78,7 cm
  • Usia 10 bulan: 68,7-80,1 cm
  • Usia 11 bulan: 69,9-81,5 cm
  • Usia 12 bulan: 71,0-82,9 cm
  • Usia 13 bulan: 72,1-84,2cm
  • Usia 14 bulan: 73,1-85,5 cm
  • Usia 15 bulan: 74,1-86,7 cm
  • Usia 16 bulan: 75,0-88,0 cm
  • Usia 17 bulan: 76,0-89,2 cm
  • Usia 18 bulan: 76,9-90,4 cm
  • Usia 19 bulan: 77,7-91,5 cm
  • Usia 20 bulan: 78,6-92,6 cm
  • Usia 21 bulan: 79,4-93,8 cm
  • Usia 22 bulan: 80,2-94,9 cm
  • Usia 23 bulan: 81,0-95,9 cm
  • Usia 24 bulan: 81,7-97,0 cm

Bayi perempuan

Panjang badan ideal bayi perempuan sampai usia 24 bulan yakni:

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 45,4-54,7 cm
  • Usia 1 bulan: 49,8-59,6 cm
  • Usia 2 bulan: 53,0-63,2 cm
  • Usia 3 bulan: 55,6-66,1 cm
  • Usia 4 bulan: 57,8-68,6 cm
  • Usia 5 bulan: 59,6-70,7 cm
  • Usia 6 bulan: 61,2-72,5 cm
  • Usia 7 bulan: 62,7-74,2 cm
  • Usia 8 bulan: 64,0-75,8 cm
  • Usia 9 bulan: 65,3-77,4 cm
  • Usia 10 bulan: 66,5-78,9 cm
  • Usia 11 bulan: 67,7-80,3 cm
  • Usia 12 bulan: 68,9-81,7 cm
  • Usia 13 bulan: 70,0-83,1 cm
  • Usia 14 bulan: 71,0-84,4 cm
  • Usia 15 bulan: 72,0-85,7 cm
  • Usia 16 bulan: 73,0-87,0 cm
  • Usia 17 bulan: 74,0-88,2 cm
  • Usia 18 bulan: 74,9-89,4 cm
  • Usia 19 bulan: 75,8-90,6 cm
  • Usia 20 bulan: 76,7-91,7 cm
  • Usia 21 bulan: 77,5-92,9 cm
  • Usia 22 bulan: 78,4-94,0 cm
  • Usia 23 bulan: 79,2-95,0 cm
  • Usia 24 bulan: 80,0-96,1 cm

3. Lingkar kepala

lingkar kepala bayi

lingkar kepala bayi

Menurut organisasi kesehatan dunia atau WHO dan Kementerian Kesehatan RI, kisaran berat badan ideal untuk mengukur status gizi bayi usia 0-2 tahun adalah sebagai berikut:

Advertisement

Bayi laki-laki

Lingkar kepala ideal bayi laki-laki sampai usia 24 bulan yakni:

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 31,9-37,0 cm
  • Usia 1 bulan: 34,9-39,6 cm
  • Usia 2 bulan: 36,8-41,5 cm
  • Usia 3 bulan: 38,1-42,9 cm
  • Usia 4 bulan: 39,2-44,0 cm
  • Usia 5 bulan: 40,1-45,0 cm
  • Usia 6 bulan: 40,9-45,8 cm
  • Usia 7 bulan: 41,5-46,4 cm
  • Usia 8 bulan: 42,0-47,0 cm
  • Usia 9 bulan: 42,5-47,5 cm
  • Usia 10 bulan: 42,9-47,9 cm
  • Usia 11 bulan: 42,3-48,3 cm
  • Usia 12 bulan: 43,5-48,6 cm
  • Usia 13 bulan: 43,8-48,9 cm
  • Usia 14 bulan: 44,0-49,2 cm
  • Usia 15 bulan: 44,2-49,4 cm
  • Usia 16 bulan: 44,4-49,6 cm
  • Usia 17 bulan: 44,6-49,8 cm
  • Usia 18 bulan: 44,7-50,0 cm
  • Usia 19 bulan: 44,9-502 cm
  • Usia 20 bulan: 45,0-50,4 cm
  • Usia 21 bulan: 45,2-50,5 cm
  • Usia 22 bulan: 45,3-50,7 cm
  • Usia 23 bulan: 45,4-50,8 cm
  • Usia 24 bulan: 45,5-51,0 cm

Bayi perempuan

Lingkar kepala ideal bayi perempuan sampai usia 24 bulan yakni:

  • Usia 0 bulan atau baru lahir: 31,5-36,2 cm
  • Usia 1 bulan: 34,2-38,9 cm
  • Usia 2 bulan: 35,8-40,7 cm
  • Usia 3 bulan: 37,1-42,0 cm
  • Usia 4 bulan: 38,1-43,1 m
  • Usia 5 bulan: 38,9-44,0 cm
  • Usia 6 bulan: 39,6-44,8 cm
  • Usia 7 bulan: 40,2-45,55 cm
  • Usia 8 bulan: 40,7-46,0 cm
  • Usia 9 bulan: 41,2-46,5 cm
  • Usia 10 bulan: 41,5-46,9 cm
  • Usia 11 bulan: 41,9-47,3 cm
  • Usia 12 bulan: 42,2-47,6 cm
  • Usia 13 bulan: 42,4-47,9 cm
  • Usia 14 bulan: 42,7-48,2 cm
  • Usia 15 bulan: 42,9-48,4 cm
  • Usia 16 bulan: 43,1-48,6 cm
  • Usia 17 bulan: 43,3-48,8 cm
  • Usia 18 bulan: 43,5-49,0 cm
  • Usia 19 bulan: 43,6-49,2 cm
  • Usia 20 bulan: 43,8-49,4 cm
  • Usia 21 bulan: 44,0-49,5 cm
  • Usia 22 bulan: 44,1-49,7 cm
  • Usia 23 bulan: 44,3-49,8- cm
  • Usia 24 bulan: 44,4-50,0 cm

Setelah mengetahui kisaran normal dari berat badan, panjang badan, serta lingkar kepala bayi, Anda bisa menilai apakah status gizi si kecil terbilang baik atau tidak.

Segera periksakan ke dokter mengenai status gizi bayi apabila tumbuh kembangnya tidak berjalan sesuai dengan usianya saat ini.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Pemerintahan8 jam ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan2 hari ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan2 hari ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional2 hari ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional2 hari ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional3 hari ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional3 hari ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Pemerintahan3 hari ago

Gantikan Mukroni, H Ika Resmi Jadi Plt Kepala Dispora Tangsel

Pemerintahan3 hari ago

Alasan Mukroni Mundur dari Jabatan Kadispora Tangsel

Pemerintahan3 hari ago

Kadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan

Pemerintahan3 hari ago

Ular Sanca Masuk Permukiman Warga di Rempoa, Damkar Tangsel Lakukan Evakuasi

Pemberitahuan3 hari ago

Perizinan Tangsel Makin Mudah, SIMPONIE V3 Hadir dengan Fitur Ramah Difabel dan Real-Time

Tangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan3 hari ago

Tangsel One Tambah Fitur Baru, Warga Tangsel Bisa Cari Loker hingga Cek Harga Pasar

Sport3 hari ago

FAM Tuntut Penjelasan FIFA soal Perubahan Waktu Tambahan Indonesia vs Bangladesh

Sport3 hari ago

Tamatlah Sudah Alkisah Kami: Malaysia Cetak 6 Gol ke Gawang Singapura, tapi Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Sport3 hari ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Sport3 hari ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Otomotif3 hari ago

iCAR V27, SUV Listrik Bergaya Offroad untuk Perjalanan Kota dan Luar Kota

Opini4 hari ago

Anak Remaja Makin Jarang Bercerita? Jangan-Jangan yang Dibutuhkan Bukan Nasihat, tetapi Kehadiran

Nasional4 hari ago

Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional3 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Nasional4 hari ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport5 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Obituari3 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Banten2 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport2 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Nasional2 minggu ago

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Mentan Andi Amran Sulaiman: Tarik, Cabut Izin, Proses Hukum!

Bisnis3 minggu ago

ParagonCorp dan BRIN Eksplorasi Mikroalga Lokal

Populer