Connect with us

Lifestyle

Mengapa Banyak Orang Merasa Kebal dari COVID-19?

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Berbagai kebijakan telah diterapkan demi mencegah penularan COVID-19. Pemerintah beberapa kota bahkan bertindak tegas dalam membatasi kegiatan warga di wilayahnya. Namun, di tengah upaya pencegahan yang sedemikian besar, ternyata tak sedikit yang masih mengabaikan peraturan tersebut dan merasa kebal dari COVID-19.

Orang-orang yang merasa kebal dari COVID-19 sebetulnya tidak kekurangan informasi tentang pandemi ini. Mereka sedang mengalami fenomena psikologis yang umum, tapi sering kali jarang disadari. Simak informasi berikut untuk memahami fenomena yang dimaksud serta cara mengatasinya.

Mengapa ada orang yang mengabaikan bahaya COVID-19?

Advertisement

psikologi kerumunan mudah terprovokasi di keramaian

Ada pandemi maupun tidak, perlu diakui bahwa orang-orang biasanya baru mematuhi anjuran kesehatan bila mengetahui dirinya berisiko sakit. Jika tidak, mereka cenderung bersikap seperti biasa tanpa menyadari bahaya yang mengancam.

Akhir-akhir ini, laporan tentang pelanggaran social distancing mungkin lebih banyak diisi oleh kaum dewasa muda. Tidak heran, sebab sejak wabah coronavirus muncul pertama kali, Anda sudah diberitahu bahwa yang paling rentan tertular COVID-19 adalah lansia.

Meskipun hal ini benar, ada dampak negatif yang ikut muncul bersamanya. Tidak sedikit orang dewasa muda yang akhirnya merasa kebal dari COVID-19 karena menganggap dirinya sangat sehat. Padahal, tidak ada satu orang pun yang kebal dari penyakit ini.

Fenomena ini sebetulnya tidak cuma terjadi dalam pandemi. Catherine Potard, psikolog dari University of Angers, Prancis, membuat sebuah penelitian dengan rekan-rekannya. Mereka meneliti perilaku berkendara sambil mabuk pada orang dewasa muda.

Advertisement

Update Jumlah Sebaran COVID-19

Negara: Indonesia

Penelitian mereka mengacu pada Teori Perilaku yang Direncanakan (TPB). Menurut teori ini, perilaku Anda bisa diprediksi dari tujuan Anda. Namun, tujuan Anda pun dapat dipengaruhi oleh tiga faktor, yakni sikap, pendapat orang lain, dan seberapa yakin Anda bisa mengontrol diri.

Menurut Potard, teori TPB memiliki kekurangan, yakni tidak membahas risiko. Peserta penelitian Potard tahu bahayanya menyetir sambil mabuk, tapi mereka sangat percaya diri tidak akan mengalami kecelakaan. Padahal, risiko kecelakaan amat besar bila Anda menyetir sambil mabuk.

Advertisement

Pada kasus pandemi COVID-19, banyak orang merasa kebal karena usianya masih muda. Sebagian besar orang dewasa muda juga tidak menderita penyakit seperti lansia sehingga menganggap dirinya ‘terlalu sehat’ untuk terjangkit COVID-19. 

Faktanya, siapa pun bisa tertular COVID-19 jika tidak melakukan upaya pencegahan. Anda bahkan dapat tertular dari pasien yang tidak menunjukkan gejala, atau melalui sentuhan dengan barang yang terkontaminasi virus.

coronavirus dan perokokcoronavirus dan perokok

Mengapa banyak yang tidak mematuhi social distancing?

Meski pemerintah dan tenaga medis giat mengampanyekan social distancing, laporan terkait warga yang beraktivitas di tengah keramaian masih beredar. Ada yang memang terpaksa karena harus mencari nafkah, tapi ada pula yang sengaja mencari hiburan.

Para ilmuwan menyebut perilaku ini sebagai reaktansi psikologi. Reaktansi dapat terjadi ketika seseorang merasa kebebasannya direnggut. Dalam hal ini, banyak orang merasa kehilangan kebebasan setelah penerapan social distancing dan lockdown.

Advertisement

Saat seseorang merasa kebebasannya direbut, ia cenderung berusaha mengambilnya kembali. Sebagai contoh, ketika seorang anak dilarang berlarian di lantai licin, ia justru merasa penasaran dan malah melakukan hal yang dilarang.

Pada kasus COVID-19, ketika seseorang atau sekelompok warga diminta untuk tetap di rumah, mereka malah merasa tidak bebas dan ingin bepergian. Mereka pun tidak cuma mengabaikan anjuran tenaga medis, tapi juga melakukan kegiatan sebaliknya yang bisa meningkatkan risiko penularan.

Cara menghadapi orang-orang yang merasa kebal dari COVID-19

Menjaga jarak saat etika batuk

Menjaga jarak saat etika batuk

Reaktansi psikologi merupakan perilaku yang sangat umum. Anda pun mungkin saja pernah melakukannya tanpa sadar. Bahkan, perilaku seperti ini terkadang juga terlihat lucu ketika dilakukan oleh anak-anak.

Akan tetapi, mengabaikan anjuran kesehatan di tengah pandemi justru membahayakan diri Anda dan orang-orang yang Anda sayangi. Keinginan untuk melawan aturan social distancing yang tampaknya sederhana malah bisa memperparah penyebaran wabah.

Advertisement

Jika orang-orang terdekat Anda tidak mau melakukan upaya pencegahan, coba atasi dengan sering memberikan mereka informasi mengenai COVID-19. Berikan pula kabar terbaru tentang para pasien yang sakit parah dan harus dirawat intensif di rumah sakit.

Mitos atau Fakta: Sinar Matahari Mampu Membunuh COVID-19?

Berikan informasi yang membuat mereka sadar bahwa COVID-19 mengintai semua orang. Walaupun mereka merasa sehat, tidak ada orang yang benar-benar kebal dari COVID-19.

Anda bisa menjadi contoh yang baik dengan mencuci tangan, menjaga kesehatan, dan menerapkan social distancing. Berikan pengertian bahwa semua ini bukan hanya untuk mereka, tapi juga orang-orang yang mereka cintai.

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Pemerintahan2 jam ago

DSDABMBK Tangsel Bangun Median dan Dua U-Turn di Jalan Rawa Buntu

Nasional4 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport7 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport9 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis10 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis10 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis10 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis10 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis11 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis11 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis11 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis11 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis11 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis11 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis11 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis11 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis11 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis11 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan11 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional11 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer