Connect with us

Lifestyle

Menghukum Anak Karena Berbohong Akan Membuatnya Berbohong Lagi

Banyak orangtua menghukum anak ketika mereka berbohong. Baik itu hukuman dalam bentuk membentak, menceramahi panjang lebar, menyita mainan, bahkan sampai memukul dan mempermalukan mereka di depan temannya. Namun, menghukum anak yang berbohong cenderung mendorong mereka untuk membuat kebohongan berikutnya.

Berbohong termasuk perbuatan tercela. Dengan fakta baru ini, orangtua harus lebih jeli dalam menghukum anak dan mencari cara lain untuk memberi pengertian pada anak.

Anak akan berbohong lagi jika dihukum karena berbohong

menghukum anak berbohong

Seorang anak cenderung berbohong karena dua alasan utama, yakni karena tidak mau mengecewakan orangtua dan karena menghindari hukuman. Terutama jika si anak takut pada hukuman.

Advertisement

Psikolog Bonnie Compton dalam bukunya Mothering with Courage mengatakan menghukum anak yang berbohong hanya akan membuat anak melakukan kebohongan selanjutnya.

Karena di mata si anak, kebohongan yang ia buat berfungsi untuk menghindari hukuman dari orangtua atas kesalahannya. Sehingga saat anak dihukum maka ia juga akan semakin takut untuk jujur saat melakukan kesalahan. 

Kebohongan yang anak bangun dalam sebuah cerita bisa terus berkembang. Semakin detail ceritanya, semakin orangtua mulai percaya. Keberhasilan mereka menyakinkan orangtua ini bisa menjadi pemicu kebohongan selanjutnya, menjadi sebuah kebohongan yang berlanjut.

Menghukum anak karena berbohong hanya akan memperpanjang siklus kebohongan. Psikolog anak Victoria Talwar dalam studinya berjudul Punishing kids for lying just doesn’t work menemukan beberapa fakta tentang menghukum anak yang berbohong. 

Advertisement

Penelitian Talwar menunjukkan bahwa anak yang dihukum karena berbohong cenderung membelokkan kebenaran, sedangkan anak-anak yang diberi pengertian moral cenderung yakin bicara jujur adalah pilihan terbaik. 

anak mengintip

anak mengintip

Penelitian tersebut dilakukan pada 372 anak berusia 4-8 tahun. Peneliti menempatkan setiap anak sendirian di sebuah ruangan berisi mainan selama satu menit dan si anak diminta untuk tidak mengintip mainan tersebut.

Hasilnya, 67,5 persen mengintip dan 66,5 persen dari yang mengintip mengatakan kebohongan saat ditanya apakah mereka mengintip mainan tersebut atau tidak. 

Victoria mengatakan anak-anak yang berbohong melakukan kebohongan untuk menyembunyikan pelanggaran atau kesalahan yang mereka perbuat. Mereka tahu bahwa itu salah dan akan membuatnya dimarahi.

Advertisement

“Setelah melakukan sesuatu yang salah atau melanggar suatu peraturan, mereka dapat memilih untuk berbohong atau menyembunyikannya. Karena mereka tahu mereka mungkin akan mendapat masalah karena pelanggaran tersebut,” simpul Victoria dalam studinya tersebut. 

Ia mengatakan menghukum anak setelah mereka berbohong tidak membuat mereka takut untuk mengulang kebohongan, tapi justru membuat mereka takut untuk berkata jujur.  

Cara lain mengajarkan anak agar tidak berbohong

menghukum anak berbohong

menghukum anak berbohong

Lantas, bagaimana seharusnya orangtua menolong anak mereka yang ketahuan berbohong?

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak merespons dengan baik penjelasan moral yang kuat. Anak diberi penjelasan menarik bahwa kejujuran adalah pilihan tepat dan orangtua akan bahagia jika anaknya berkata jujur. 

Advertisement

“Ancaman tentang hukuman bukanlah penghalang untuk berbohong, dan anak terus berbohong karena mereka (orangtua) tidak mengomunikasikan mengapa anak-anak harus jujur,” kata Victoria. 

Victoria memberikan contoh, misalnya anak bermain bola di rumah dan memecahkan vas bunga. Saat anak mengatakan yang sebenarnya dan mengakui kesalahannya, orangtua harus menghargai kejujurannya. Anak memang harus mengetahui kesalahannya tapi dia juga harus tahu bahwa kejujuran bernilai tinggi. 

Penjelasan Victoria ini menunjukkan bahwa lebih baik untuk menjelaskan kebenaran kepada anak-anak menggunakan cara positif daripada ancaman menghukum dan memarahi ketika mereka berbohong.

“Secara global, kita umumnya menganggap berbohong sebagai perilaku negatif,” kata Victoria. “Tapi seringkali luput mengenali perilaku positif yakni kejujuran. Jika seorang anak mengakui pelanggarannya, kita perlu menyadari bahwa dia jujur.”

Advertisement

Beberapa langkah membantu anak untuk menghindari berbohong

anak sikat gigi

anak sikat gigi

Bonnie Compton dalam bukunya memberikan beberapa langkah membantu anak untuk menghindari berbohong dan berani untuk jujur. 

  1. Perhatikan bagaimana Anda bereaksi terhadap perilaku anak ketika anak salah atau berbohong, apakah cepat bereaksi dengan menghukum dan marah? Jika iya, reaksi Anda tersebut meningkatkan kecenderungan anak akan berbohong lagi. Sebagai gantinya, tenangkan diri Anda terlebih dahulu sebelum menanggapi perilaku anak.
  2. Jangan paksa anak untuk berbohong dengan terus menanyakan hal yang Anda sudah ketahui jawabannya. Misalnya: Saat anak menjawab sudah menggosok gigi padahal saat Anda mengecek sikat giginya masih kering. Jika Anda terus bertanya, kemungkinan anak akan mencoba sekuat tenaga untuk meyakinkan bahwa dia telah menggosok gigi. Sebaliknya, bilang pada anak kalau Anda mengetahui dia belum menggosok gigi dan sekarang saatnya untuk menggosok gigi.
  3. Berikan kesempatan kedua pada anak untuk melakukan hal dengan benar. Jika tidak bisa memberikan kesempatan kedua saat itu, tanyakan apakah ia bisa melakukannya dengan benar di lain waktu.
  4. Terimalah bahwa anak Anda akan melakukan kesalahan dan mungkin berbohong agar Anda tidak menghukum. Cinta dan penerimaan Anda pada anak membuat mereka mulai menerima tanggung jawab atas kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut. Lebih kecil kemungkinan anak berbohong jika mengetahui mereka tidak akan dihakimi atas kesalahannya.

Kabartangsel.com

Source

Nasional2 jam ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Sport5 jam ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport7 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis8 jam ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis8 jam ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis8 jam ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis8 jam ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis8 jam ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis8 jam ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis8 jam ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Bisnis8 jam ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Bisnis8 jam ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Bisnis8 jam ago

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Didorong Naik Kelas, Kapasitas Ekspor-Impor Perlu Diperkuat

Bisnis8 jam ago

Jarwinn Solar Panel Dorong PLTS Hybrid dan BESS untuk Efisiensi Energi Dunia Usaha

Bisnis8 jam ago

Kepastian Investasi Perlu Diperkuat

Bisnis8 jam ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakarta Utara

Bisnis8 jam ago

MPXL Berhasil Membalikkan Kinerja, Laba Bersih Tumbuh Menjadi Rp4,11 Miliar

Pemerintahan9 jam ago

Mengenal Tangsel Siaga 112, Layanan Darurat Terintegrasi untuk Masyarakat

Nasional9 jam ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Pemerintahan10 jam ago

Benyamin Davnie Paparkan Prioritas RAPBD Tangsel 2027: Penanganan Banjir, Rumah Tidak Layak Huni hingga Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten3 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik3 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional3 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Tangerang Selatan3 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Sport2 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer