Jakarta – Menteri Pertahanan Republik Indonesia H. Prabowo Subianto didampingi Wakil Menhan Sakti Wahyu Trenggono melaksanakan Defence Attache Dinner 2020. Menhan dengan para Atase Pertahanan negara sahabat, pada hari Kamis, 20 Februari 2020 pekan kemarin di Kantor Kementerian Pertahanan RI Jakarta. Acara yang dimaksudkan untuk mempererat dan meningkatkan hubungan kerja sama Indonesia dengan negara–negara sahabat khususnya kerjasama dalam bidang pertahanan yang sudah terjalin erat selama ini dihadiri oleh para Atase Militer negara sahabat.
Menhan RI dalam sambutannya menjelaskan, acara ini merupakan tanda penghargaan Kementerian Pertahanan atas pengabdian para Atase Militer negara sahabat dan keluarganya dalam melaksanakan tugas menjalin kerjasama dalam bidang pertahanan.
Acara Defence Attache Dinner 2020 Menhan dengan para Atase Pertahanan negara sahabat turut hadir jajaran pejabat Eselon I dan II Kemhan bersama sejumlah para Atase Pertahanan, Atase Darat, Atase Laut, dan Atase Udara dari negara-negara sahabat. Hadir pula dalam acara ini Menteri KKP Edhy Prabowo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, para pejabat dari Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU.
Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan H. Prabowo Subianto menekankan bahwa menjalin persahabatan dan menjaga hubungan baik dengan negara sahabat merupakan kunci dalam menghadapi ancaman non tradisional yang dihadapi oleh semua bangsa saat ini. Karena itu, sangat penting untuk menjaga hubungan baik dan persahabatan antar negara seperti halnya dengan para Atase Pertahanan negara sahabat yang merupakan mitra bagi Kemhan dan TNI dalam melayani rakyat menghadapi ancaman non tradisional yang ada.
Menurut Menhan RI, TNI adalah tentara rakyat yang lahir dari rakyat dalam berjuang merebut kemerdekaan dan bertekad melayani kepentingan rakyat dan NKRI dalam mempertahankan harga diri dan kedaulatan bangsa.
Disadari bahwa dalam dunia yang makin menyempit ini, ancaman tradisional telah tergantikan dengan ancaman non tradisional seperti bencana alam, perubahan iklim telah terjadi dan menjadi tantangan bersama. Karena itulah untuk menghadapinya kita perlu bekerjasama dengan membangun hubungan baik dan saling memahami untuk mengurangi segala kesalahpahaman yang mungkin terjadi.
Perbedaan pendapat dan kesalahpahaman akan selalu ada namun kita harus memiliki pendekatan terbaik untuk mengatasi perbedaan ini yaitu dengan mengedepankan persahabatan dan kepentingan bersama. Menhan lalu mengutip pepatah “Seribu teman terlalu sedikit, satu orang musuh terlalu banyak” untuk menutup sambutannya. (rls)
Sport3 hari agoHasil Akhir Persija Jakarta vs Persib Bandung1-2 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Opini5 hari agoKetika Makanan Juga Relasi
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie Lanjutkan Program Bedah Rumah, Targetkan 329 Unit Diperbaiki Sepanjang 2026
Banten3 hari agoHasil Persita Tangerang vs Persijap Jepara 0-3 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Sport3 hari agoHasil Persija vs Persib Babak Pertama 1-2: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Unggul
Techno4 hari agoAplikasi HRD Terbaik di Indonesia untuk Tingkatkan Efisiensi Pekerjaan HR hingga 80 Persen
Banten3 hari agoPersita vs Persijap: Pendekar Cisadane Incar Rekor Poin, Carlos Pena Waspadai Laskar Kalinyamat
Sport3 hari agoKlasemen Persib Bandung Usai Kalahkan Persija Jakarta Kokoh di Puncak BRI Super League 2025/2026













