Pandeglang, Banten — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Rabu (29/3/2017). Di kabupaten yang berada di ujung barat pulau Jawa ini, Amran melaksanakan Gerakan Tanam dan Panen Jagung Hibrida serta Inseminasi Buatan (IB) kerbau. Amran bersama rombongan disambut dengan tarian topeng tani yang berkisah tentang kondisi para pemuda tani saat ini yang tadinya tidak mau bertani, tapi menjadi bersemangat untuk bertani.
Sebelum memberikan arahan dan dialog dengan warga, Amran memberikan bantuan untuk Kabupaten Pandeglang berupa benih kedelai 3.000 kg, benih padi hibrida 1.250 kg, benih jagung hibrida 2.850 kg, satu paket inseminasi buatan SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting), satu traktor roda dua, dan bibit cabai sejumlah 2000 pohon. Dalam sambutannya, Amran sangat berharap Banten dapat menopang kebutuhan jagung nasional khususnya DKI Jakarta.
“Dengan melihat masih banyaknya lahan yang tak termanfaatkan, diharapkan Provinsi Banten dapat mengembangkan dua ratus ribu hektar lahan jagung,” ujar Amran.
Kementerian Pertanian, sambung Amran, siap membantu benih jagung sampai dengan seratus ribu hektar. Amran juga memberikan bantuan tambahan berupa 20 pompa serta 10 traktor roda dua. Di sela-sela acara tersebut, Amran juga melaksanakan gerakan tanam cabai bersama Bupati, WaAster Kasad, Brigjen TNI Budi Sulistijono, Kapolda Banten, Brigjen Listyo Sigit Prabowo.
Amran menyebut, untuk saat ini Malaysia siap menerima jagung dari Indonesia. Dengan melihat Indonesia yang mampu menurunkan impor jagung secara drastis (sekitar 3 juta ton) atau 66 %, Malaysia siap mengimpor jagung dari Indonesia. Untuk harga jagung sendiri, Amran memastikan harga jagung pipil basah dapat terjaga di angka Rp 2.700/kg sesuai Permendag 63/2016.
Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita, menyambut baik niat Kementerian Pertanian yang menambah luas tanam jagung seluas 3 juta ha untuk tahun ini. Dengan kondisi saat ini dimana Pandeglang menjadi lumbung padi untuk provinsi Banten, Irna optimis Pandeglang dapat membantu menyuseskan program premerintah tersebut.
“Unggulan kita (Kabupaten Pandeglang) bukan hanya gabah, diharapkan (juga) menjadi lumbung jagung”, kata Irna.
Irna juga meminta masyarakat juga bekerja keras bersama pemerintah agar swasembada berkelanjutan akan terwujud di republik ini.
Dijelaskan Irna, panen dan tanam jagung kali ini dilaksanakan di areal seluas 120 ha dengan produktivitas 6 ton per ha.
“Untuk luasan panen kabupaten Pandeglang sendiri terus meningkat setiap tahunnya, tahun 2015 seluas 3.800 ha, tahun 2016 seluas 3.900 ha atau naik 2%, sedangkan target 2017 ini seluas 9.000 ha dengan membangun lahan tidur,” tutup Irna. (rls/fid)
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Pemerintahan4 minggu agoSekda Bambang Noertjahjo Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport3 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis3 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis3 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental














