Tangerang Selatan
MIN 2 Tangsel Kembali Tandatangani MoU dengan St John the Apostle School Australia

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Tangsel, kembali menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) BRIDGE Project dengan St John the Apostle School di Adelaide, Australia, melalui video conference, Selasa (01/11/2022).
Acara tersebut, dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Dedi Mahfudin, Kasi Penmad Kemenag Tangsel, Muhammad Edi Suharsongko, Kepala MIN 2 Tangsel, Ratu Feti, Komite, dan dewan guru. Dari pihak St John the Apostle School, yaitu Kepala Sekolah Leanne Johansen, Donna Moyle, dan disaksikan oleh siswa-siswi kedua sekolah.
Kepala Kantor menyambut baik dan memberi apresiasi yang tinggi dengan adanya program tersebut yang sangat bermanfaat untuk mempelajari kultur, budaya, dan pendidikan kedua negara.
“Saya berharap program ini dapat berjalan baik dan dapat terus ditingkatkan di masa mendatang,” tuturnya.
BRIDGE adalah kata benda yang artinya jembatan. Tapi BRIDGE juga akronim, kepanjangan dari Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement, yang merupakan kemitraan pendidikan antara Australia dan Indonesia.
Kepala MIN 2 Tangsel, Ratu Feti, menjelaskan MoU program BRIDGE ini bertujuan untuk mengembangkan hubungan melalui dialog antar budaya dan peningkatan keterlibatan antara Australia dan MIN 2 Tangsel.
“MIN 2 Tangsel kembali melakukan MoU dengan sekolah Saint John Australia. Program ini memberi kesempatan bagi para guru dan siswa untuk menjalin hubungan antar kedua negara melalui teknologi informasi, alat jejaring sosial, kunjungan sekolah, dan sesi-sesi pelatihan dalam jaringan online melalui media online seperti Skype dan kunjungan ke sekolah di Australia,” jelasnya.
Dijelaskannya, MoU ini juga pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu oleh Jetty Maynur dan Alm. Ahmad Syaikhu, saat keduanya menjadi Kepala MIN 2 Tangsel.
“Adelaide dan Merlbourne adalah dua negara bagian Australia yang memiliki kurikulum dan standar pendidikan yang berbeda. Negara bagian Adelaide seperti koboinya Amerika. Saat ke sekolah tidak perlu menyesuaikan pakaian,” jelas Feti.
Terlepas dari itu semua, sambungnya, BRIDGE Project menjadi wadah pembelajaran bagi Indonesia dan Australia untuk meningkatkan kualitas pendididikan di kedua negara. (afm/fid)
Bisnis6 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis6 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Banten6 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Nasional6 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis6 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Bisnis6 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis6 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional5 hari agoJaringan Muslim Madani: Langkah Menteri IMIPAS Cegah Haji Non Prosedural Sejalan dengan Visi Prabowo Benahi Tatakelola Haji




















