Serba-Serbi
Mobil Baru Tesla Diproduksi di Shanghai


Mobil listrik model Y buatan Tesla. (autocar.co.uk)
Kabartangsel.com, BEIJING – Mobil listrik model baru Tesla akan diproduksi juga di pabrik barunya di Shanghai, China, selain di negara asalnya di Amerika Serikat.
“Kami punya tim besar di China yang sedang merealisasikan produk baru versi harga terjangkau model 3 dan model Y untuk pasar China,” kata CEO Tesla Elon Musk sebagaimana dikutip media resmi China, Sabtu (16/3).
Mobil buatan industri otomotif berbahan bakar energi terbarukan (NEV) yang berbasis di California, AS, model Y yang dibuat di kota terbesar di China itu berjenis SUV ukuran sedang.
Menurut Musk, pabrik barunya di Shanghai yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal tahun ini sedang tahap penyelesaian agar bisa mulai berproduksi pada akhir tahun ini.
Pabrik barunya itu akan mengawali produksi sedan model 3 sebelum memproduksi model Y.
Pabrik barunya di Shanghai jauh lebih besar daripada pabrik Tesla di Fremont, California dan Gigafactory di Nevada, keduanya di AS.
Di pabrik Shanghai terdapat satu ruang produksi yang mampu menghasilkan dua unit kendaraan sekaligus.
Mobil listrik Tesla model Y dirancang untuk jarak jauh dengan kemampuan tempuh 300 mil atau sekitar 482,8 kilometer dalam sekali pengisian baterai (single charge).
Mobil baru itu juga dirancang mampu melaju dengan kecepatan 60 mil per jam (96,6 km/jam) dalam tempo 5,5 detik dan kecepatan maksimumnya bisa mencapai 130 mil per jam (209,2 km/jam).
Mobil baru tersebut dihargai 47.000 dolar AS dan kemungkinan baru tersedia di pasaran pada musim gugur 2020.
Selain itu ada tiga model SUV lainnya, termasuk untuk jarak standar dengan harga 39.000 dolar AS dan baru dipasarkan pada musim semi 2021.
Dua model lainnya, yakni berpenggerak roda ganda dan versi “high performance”, yang masing-masing akan dipasarkan dengan harga 51.000 dan 60.000 dolar AS.
Sebelumnya, Tesla juga telah mengumumkan akan menutup beberapa dilernya di China dan menggantinya dengan model penjualan daring.
Di China, Tesla menghadapi persaingan ketat dari beberapa pabrikan lokal dengan harga yang lebih terjangkau.
Perkembangan pasar mobil listrik di China sangat pesat terutama terkait kebijakan pemerintah setempat untuk mengurangi emisi karbon.
(ant)
Bisnis1 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan1 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan2 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan2 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Pemerintahan6 hari agoSelain Hewan Kurban, Pemkot Tangsel Salurkan 10 Ribu Wadah Ramah Lingkungan
Nasional7 hari agoHadapi Era Digital, Dandim Manggarai Barat Tingkatkan Pengelolaan Website Resmi Kodim Lebih Aktif dan Informatif
Sport2 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Cek Fakta2 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD


















