Pemerintahan
Pecak Jadi Jadi Makanan Khas Tangsel

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan bahwa sebagai kota baru, Tangerang Selatan harus memiliki kekhasan, salah satunya di bidang kuliner. Termasuk memperkenalkan kuliner Pecak ke masyarakat yang lebih luas.
Hal tersebut ia sampaikan saat membuka perlombaan masak Pecak Nila yang merupakan rangkaian kegiatan dalam Elctrifying Lifestyle Vaganza Pemerintah Kota Tangerang Selatan, di Gerai Lengkong, pada Selasa (05/04/2024).
“Jadi sebagai daerah otonom baru kita belum punya sebuah ikon yang dikenal luas lebih publik, pecak salah satunya yang sedang kita galakkan dan digemari oleh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Menariknya dalam kegiatan ini, Pemkot Tangsel juga berkolaborasi bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam mensosialisasikan penggunaan energi listrik. Sehingga alat masak yang digunakan juga memanfaatkan energi tersebut.
“Kami juga bermitra bersama PLN dalam kegiatan ini yang sedang mensosialisasikan sebanyak mungkin penggunaan energi listrik, pada waktu yang bersamaan mengurangi energi fosil karena semakin langka dan harganya semakin mahal. Dan ini kita gunakan dalam perlombaan masak pecak ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, selain pecak kata Benyamin ada pula sayur besan yang harus terus dikenalkan ke masyarakat.
“Jadi orang Betawi itu kalo besanan, negebesan itu banyak bawaannya dan salah satunya sayur tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Benyamin menjelaskan mengapa harus ada perlombaan masakan khas seperti ini. Ia beralasan bahwa setiap Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengadakan acara maupun kunjungan dan bertemu dengan perwakilan daerah lain, kuliner ini dapat menjadi ciri khas Tangerang Selatan.
“Selain itu kenapa harus dilombakan, saya ingin bercita-cita, suatu saat saya maupun yang lain akan memberikan oleh-oleh pecak ini ke Kalimantan biar dia naik pesawat. Tetapi karena tidak boleh bawa cairan, dengan pendekatan teknologi, pecak ini kita bikin kering, bikin bubuk gitu,” ucapnya.
Apalagi bumbu pecak ini bisa masuk ke berbagai makanan selain ikan.
“Bumbu pecak itu karena hari ini yang dilombakan nila, ikan yang lain juga bisa. Bumbu yang lain juga bisa, ayam juga bisa dipecak, tempe, tahu bisa dipecak, oncom juga bisa dipecak,” jelasnya.
Selain itu, kata Benyamin bisnis kuliner di Tangsel sangatlah tinggi. Mulai dari daya belinya hingga pertumbuhan bisnisnya itu sendiri.
“Bisnis kuliner di Tangsel itu menempati urutan tertinggi dari sisi Pendapatan Asli Daerah, keterlibatan masyarakat. Bisnis kuliner ini merupakan bisnis yang tidak bisa berhenti, dan alhamdulillahnya Tangsel ini lokasinya yang terletak di antara perlintasan mobilitas orang dari 3 provinsi, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Luar biasa,” tandasnya. (fid)
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
Tangsel2 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia























