Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Suhardi Alius, menyinggung perlunya disusun langkah-langkah strategis dalam rangka penguatan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di daerah. Hal ini disampaikannya di depan Sekretaris Kementerian Dalam Negeri yang hadir di pembukaan Rakernas FKPT ke-VII di Jakarta, Senin (17/2/2010).
“Sebagai informasi, Pak Sesmendagri. Dari 32 kepengurusan FKPT di daerah, 26 di antaranya melibatkan Kesbangpol di daerah. Ini artinya kami serius ingin membangun sinergi yang kuat agar pencegahan terorisme di daerah membuahkan hasil maksimal,” kata Suhardi dalam sambutannya
Kehadiran perwakilan Kementerian Dalam Negeri diakui oleh Suhardi merupakan yang pertama dari gelaran Rakernas dan Rakornas FKPT yang selama ini dilaksanakan oleh BNPT. “Semoga kehadiran Pak Sesmendagri ini menjadi harapan baru untuk peningkatan operasional FKPT di daerah,” tambahnya.
FKPT yang dibentuk oleh BNPT sebagai mitra strategis dalam pencegahan terorisme, disebut oleh Suhardi sebagai representasi positif daerahnya masing-masing. Setiap kepengurusan FKPT berisikan perwakilan tokoh agama, pendidikan, pemuda, media massa, dan akademisi yang sangat memahami karakteristik permasalahan di daerahnya.
“Saya sering mengatakan, yang mengetahui masalah kita ya pastinya kita sendiri. Kita bisa berharap banyak ke FKPT, karena merekalah yang mengerti bagaimana masalah di daerahnya diselesaikan. Apa dan bagaimana potensi dan tangan terorisme di Aceh pasti berbeda dengan yang ada di Nusa Tenggara Timur,” jelas Suhardi.
Dalam sambutannya Suhardi juga menyinggung masih rendahnya kesadaran Pemerintah Daerah dalam merespon setiap temuan dan potensi terorisme yang disampaikan oleh BNPT. Dia mencontohkan kegiatan deradikalisasi yang sempat diadakan oleh BNPT dan Kementerian Sosial beberapa tahun silam, respon yang diberikan oleh Pemda sangat beragam.
“Kami menderadikalisasi peserta dan meminta Pemda memfasilitasi penjemputan peserta, karena mereka minta diantarkan pulang ke Malang, ke Kalimantan, dan daerah-daerah lain. Sangat disayangkan ternyata respon Pemda bermacam-macam,” ungkap Suhardi.
“Kejadian Pak Wiranto di Banten juga. Kita sebenarnya sudah memetakan itu daerah rawan, tapi Pemda setempat lambat dalam merespon,” tambah Suhardi mencontohkan.
Melalui sinergi yang sudah terbangun ini, masih kata Suhardi, pelibatan FKPT dalam pencegahan terorisme di daerah bisa semakin ditingkatkan. (rls/kts)
Pemerintahan1 minggu agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi3 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis4 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum4 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia Piala AFF 2026
Otomotif1 minggu ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Jabodetabek4 minggu agoSama-sama Raih Warta Kota Awards, PAM Tangsel dan PAM Depok Berangkat dari Fondasi Berbeda














