Connect with us

Lifestyle

Pneumonia Aspirasi: Penyebab, Gejala, dan Obat

Pengertian

Apa itupneumonia aspirasi?

Pneumonia aspirasi adalah jenis pneumonia yang terjadi akibat menghirup makanan, minuman, muntah, atau air liur ke paru-paru Anda. Kondisi ini lebih mungkin terjadi jika sesuatu mengganggu refleks Anda, seperti cedera otak atau masalah menelan, atau penggunaan alkohol atau narkoba secara berlebihan. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Semua orang dari segala usia bisa saja terserang penyakit ini. Pneumonia aspirasi dapat menjadi masalah serius pada anak-anak, orang yang berusia lebih tua dari 65 tahun, dan orang dengan masalah kesehatan lain atau sistem kekebalan tubuh yang rendah. 

Gejala

Apa saja gejala pneumonia aspirasi?

Gejala pneumonia aspirasi tergolong sama dengan jenis pneumonia yang lain. Dikutip dari Mayo Clinic, gejala pneumonia dapat dikategorikan dari ringan hingga parah, tergantung beberapa faktor, termasuk kuman yang menjadi penyebab infeksi, usia, dan kondisi kesehatan Anda. 

Advertisement

Beberapa gejala umum yang timbul dari pneumonia aspirasi adalah:

  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk
  • Linglung atau perubahan kesadaran mental (pada orang dewasa usia 65 tahun atau lebih tua)
  • Batuk berdahak
  • Kelelahan
  • Demam, berkeringat, dan menggigil kedinginan
  • Suhu tubuh lebih rendah daripada suhu tubuh normal (pada orang dewasa yang berusia lebih dari 65 tahun dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah)
  • Mual, muntah, atau diare
  • Sesak napas

Bayi baru lahir dan balita mungkin tidak menunjukkan tanda dan gejala apa pun. Meskipun begitu, mereka bisa saja mengalami demam dan batuk, tampak tidak bergairah, atau merasa kesulitan bernapas dan makan. 

Kapan sebaiknya ke dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, demam hingga 39℃ atau lebih, batuk, terutama jika Anda mengalami batuk nanah. 

Penting untuk segera mengunjungi dokter pada orang-orang dengan risiko tinggi, seperti:

  • Orang dewasa berusia lebih dari 65 tahun
  • Anak-anak berusia lebih muda dari 2 tahun dengan tanda dan gejala
  • Orang dengan masalah kesehatan lain atau sistem kekebalan tubuh yang rendah
  • Orang yang menjalani kemoterapi atau mengonsumsi obat-obatan yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh

Pneumonia dapat menjadi kondisi serius dan mengancam jiwa pada lansia dan orang dengan gagal hati atau masalah paru-paru kronis. 

Penyebab

Apa saja penyebab pneumonia aspirasi?

Penyebab pneumonia aspirasi adalah kegagalan proses tubuh saat mencegah makanan atau zat lain memasuki batang tenggorokan dan paru-paru. Benda-benda tersebut dapat menyebabkan peradangan atau infeksi pada paru-paru. 

Advertisement

Kuman yang paling umum menyebabkan pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae. Namun, pada pneumonia aspirasi, kuman yang terlibat tergantung pada zat atau benda yang terhirup ke paru-paru. 

Apa saja kondisi yang dapat meningkatkan risiko terkena pneumonia aspirasi?

Dikutip dari artikel yang dipublikasikan US National Library of Medicine, berikut adalah kondisi kesehatan yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena pneumonia aspirasi:

  • Stroke
  • Overdosis obat
  • Alkoholisme
  • Kejang
  • Trauma kepala
  • Demensia
  • Penyakit Parkinson
  • Penyempitan kerongkongan
  • GERD
  • Pseudobulbar palsy
  • Trakeostomi
  • Bronkoskopi
  • Muntah yang berkepanjangan

Selain itu, faktor risiko umum lainnya yang jadi penyebab pneumonia aspirasi adalah perubahan status mental, gangguan sistem saraf dan otak, gangguan motilitas kerongkongan (tabung yang membawa makanan), dan penyumbatan saluran keluar lambung. 

Pasien yang dirawat di rumah sakit karena community-acquired pneumonia atau pneumonia yang didapat dari masyarakat juga berpotensi mengalami pneumonia aspirasi. 

Pengobatan

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Dokter akan memulai pemeriksaan dengan bertanya soal riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan itu termasuk mendengarkan suara paru-paru Anda dengan stetoskop untuk memeriksa apakah ada suara yang menandakan pneumonia. 

Advertisement

Diagnosis pneumonia aspirasi patut diduga terutama pada pasien yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Untuk memastikan diagnosis tersebut, tes pencitraan berupa rontgen dada perlu dilakukan. 

Pada rontgen dada kondisi pneumonia aspirasi, zat yang dihirup paru-paru terlihat dalam volume yang kecil. Selain itu, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan di bawah ini:

  • Tes darah. Tes darah dilakukan untuk memastikan adanya infeksi dan menggambarkan jenis kuman apa yang menyebabkan infeksi.
  • Oksimetri nadi. Tes ini dapat mengukur tingkat oksigen dalam darah Anda. 
  • Tes dahak. Sampel cairan dari paru-paru Anda (dahak) diambil setelah batu yang dalam dan dipelajari untuk menentukan penyebab infeksi. 

Jika Anda berusia lebih dari 65 tahun dan memiliki kondisi kesehatan yang lain, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan di bawah ini:

  • CT scan. Dokter dapat merekomendasikan CT scan dada untuk mendapatkan gambar paru-paru Anda yang lebih detail.
  • Kultur cairan pleura. Sampel cairan diambil dengan meletakkan jarum di antara tulang rusuk Anda dari daerah pleura dan dipelajari untuk membantu menentukan jenis infeksi. 

Bagaimana cara mengobati pneumonia aspirasi?

Pengobatan pneumonia aspirasi dilakukan untuk mengobati infeksi, mencegah paru-paru menghirup zat lebih banyak lagi, hingga menurunkan risiko komplikasi. Perawatan untuk mengatasi kondisi ini tergantung dengan usia dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Pilihan pengobatan untuk pneumonia jenis ini adalah:

  • Antibiotik
    Antibiotik biasanya diberikan untuk mengatasi pneumonia secara umum, meski tidak dibutuhkan dalam pneumonia aspirasi. Pemberian antibiotik, seperti ampisilin-sulbaktam atau kombinasi metronidazol dan amoksilin, berguna untuk mencegah perkembangan penyakit.
  • Obat batuk
    Obat ini digunakan untuk mengatasi batuk, supaya Anda bisa beristirahat. Batuk dapat melonggarkan dan mengeluarkan cairan dari paru-paru. 
  • Obat pereda nyeri
    Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri jika memang diperlukan. Obat-obatan ini termasuk aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lain-lain), dan acetaminophen (Tylenol). 

Anda mungkin membutuhkan pasokan oksigen tambahan melalui perawatan intensif di rumah sakit. Dalam beberapa kondisi, terlebih jika gejala yang dirasakan tergolong parah, Anda bisa menggunakan mesin pernapasan atau ventilator. 

Setelah melalui pengobatan, Anda juga dianjurkan melakukan beberapa hal untuk mencegah pneumonia aspirasi kambuh. Anda disarankan tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi. Jika Anda mengalami kesulitan menelan, makanlah makanan yang berukuran kecil.

Pengobatan di rumah

Apa saja gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa saya lakukan untuk mengatasi pneumonia aspirasi?

Pengobatan rumahan untuk pneumonia dan perubahan gaya hidup di bawah ini untuk membantu Anda pulih lebih cepat dan mengurangi risiko terkena komplikasi:

Advertisement
  • Beristirahat. Jangan dulu melakukan rutinitas jika suhu tubuh Anda belum kembali normal, atau jika batuk yang Anda alami belum mereda.
  • Minum air. Minumlah banyak air untuk membantu melonggarkan lendir di paru-paru Anda. 
  • Konsumsi obat sesuai resep dokter. Minumlah seluruh obat yang diresepkan dokter untuk Anda. Jika Anda berhenti minum obat sebelum waktunya, paru-paru Anda dapat terus menampung bakteri yang dapat berkembang biak dan menyebabkan kekambuhan. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, ataupun perawatan.

Source

Hukum23 jam ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional23 jam ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno2 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport3 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan4 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis4 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten5 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport1 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport1 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport1 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Populer