Kasus intimidasi yang dialami Muhamad Yusuf, anggota Tim (Timses) sukses calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan, sedang didalami pihak kepolisian Polres Tangerang Selatan (Tangsel).
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Angga Surya Saputra, mengatakan, pendalaman kasus tersebut dilakukan guna mendapati bukti-bukti secara komprehensif.
Angga mengatakan hingga saat ini tim kuasa hukum pasangan calon Ben – Pilar bukan melayangkan laporan polisi melainkan permohonan bantuan hukum kepada Polres Tangsel.
“Itu bukan laporan, itu permohonan bantuan hukum. Jadi bukan laporan dia ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) untuk permohonan bantuan hukum,” kata Angga saat dikonfirmasi, Tangsel, Sabtu (7/11/2020).
Angga menuturkan guna mendalami kasus tersebut pihaknya telah memanggil beberapa saksi maupun pelapor.
Menurutnya, proses pengumpulan data dari saksi dan pelapor akan terus dilakukan pihaknya guna mendapati bukti secara komprehensif dari kasus intimidasi tersebut.
“Itu sudah kami panggil untuk klarifikasi terhadap yang memohon bantuan hukum jadi masih proses lidik. Nanti kami panggil di minggu depan ini untuk kami klarifikasi,” jelasnya.
Diwartakan sebelumnya, tim kuasa hukum Ben – Pilar resmi melaporkan aksi intimidasi yang dialami seorang anggota tim suksesnya saat sedang memasang alat peraga kampanye di kawasan Jalan Dr. Setiabudi, Pamulang Barat, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kuasa hukum Tim Pemenangan Ben – Pilar, Imam Fachrudin mengatakan laporan itu resmi dilayangkan pihaknya kepada Polres Kota Tangsel.
Menurutnya aksi yang dialami seorang tim suksesnya (timses) itu telah memiliki unsur pidana sesuai dengan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.
“Itu kan bentuk intimidasi ya. Intimidasi kan dalam Pilkada itu menurut saya buruk itu. Jadi budaya yang buruk melakukan intimidasi terhadap tugas-tugas Pilkada. Ini kan tugas-tugas Pilkada yang memang melakukan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana masyarakat bisa cerdas untuk memilih calon siapa,” kata Imam saat ditemui di Mapolres Kota Tangsel, Serpong, Senin (2/11).
Usai laporan tersebut diterima, kata Imam, pihak kepolisian bakal melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurutnya dalam proses penyelidikan itu pihaknya bakal menyertakan sejumlah saksi di lapangan maupun bukti terkait aksi intimidasi tersebut.
“Nanti akan ada saksi-saksi nya. Mungkin beberapa termasuk (petugas lain-red) yang ada ditempat kejadian itu. Karena kita akan melakukan olah TKP juga,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, Muhamad Yusuf, timses paslon Ben-Pilar dilarikan ke RSU Kota Tangsel oleh para kerabat dan keluarganya karena ditabrak motor di Jalan Dr. Setiabudi, Pamulang, Kota Tangsel, pada Jumat (30/10/2020) saat memasang alat peraga kampanye. (wk/red)
Banten1 minggu agoHasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub
Nasional2 minggu agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 minggu agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional5 hari ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Sport5 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional5 hari agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional5 hari agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf













