Pamulang
Proyek Pembangunan Jalan Siliwangi Harus Dikebut

Sejak 22 Mei 2015 lalu, proyek pembangunan Jalan Siliwangi, Pamulang sudah selesai ditender, pemenanganya adalah salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Brantas Abipraya. Namun demikian, belum ada kemanjuan yang signifikan terkait pengerjaan jalan yang berada di bawah kewenangan Provinsi Banten itu. Alasannya, kontraktor masih kebingunan membuang tanah bekas galian.
Hal ini, diketahui setelah Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, menggelar rapat bersama dengan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Banten serta perwakilan kontraktor jalan. Di tempat ini, Airin meminta agar, pembangunan pelebaran jalan itu segera dikerjakan.
Sebab, masyarakat yang sudah mengetahui informasi jalan itu akan dibangun, sudah tak sabar menunggu jalan yang sudah kian parah kerusakannya.
“Pokoknya, setelah hari ini harus langsung jalan. Kalau ada masalah lapor ke kami. Biar kita duduk bareng cari solusinya,” kata Airin, di aula kantor Walikota Tangsel di Pamulang, Senin (10/8).
Sebelumnya, Project Manager PT Brantas Abipraya sebagai kontraktor pemenang tender Jalan Siliwangi, Djoko Sungkowo mengatakan, sejatinya pihaknya sudah siap mengerjakan tahapan awal jalan itu. Yakni, meratakan sisi kiri dan kanan jalan yang akan dilebarkan.
Namun begitu, kegiatannya tidak bisa segera dilakukan karena kendala buangan tanah. “Kendala kemarin masih pembuangan tanah. Kalau penampungannya belum fiks, kita tidak bisa mulai karena khawatir akan lama,” terangnya.
Namun, kata Djoko, saat ini sudah ada informasi tentang lokasi buangan itu. Sehingga, pihaknya bisa segera memulai kegiatan itu. “Untuk alat beratnya, paling kita turunkan dua unit. Karena kalau banyak, engkelnya harus lebih banyak nanti bisa membuat lalu lintas krowdit,” ujarnya.
Meski begitu, Djoko menjamin soal lalu lintas di sepanjang Jalan Siliwangi yang akan dikerjakannya tidak akan terdampak sangat parah. Pihaknya sudah membuat manajemen rekayasa lalu lintas agar kegiatan tidak memperparah lalu lintas.
“Di titik-titik tertentu akan dibuat traffic manajemen, baik dengan menggunakan traffic count maupun road barrel,” jelasnya.
Sebelumnya, di tempat yang sama, Kepala Bidang Teknik Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Pemprov Banten Robbu Cahyadi mengatakan, jalan provinsi yang akan dikerjakan dalam rangkaian tender lelang ini sepanjang 10,1 kilimeter.
Jalan ini, membentang dari Simpang Muncul hingga Otista Ciputat. “Lelang sudah selesai dengan sistem multy years (tahun jamak) dengan pemenang perusahaan BUMN,” katanya.
Pemenang tender lelang itu, akan mengerjakan jalan mulai bulan ini hingga November 2016. Atau, selama 18 bulan dan tidak dilakukan lelang ulang di tahun berikutnya. “Kontraknya sebesar Rp142 miliar untuk jalan sepanjang 10,1 kilometer dengan ROW 24 meter 4 lajur untuk kedua arahnya,” jelasnya.
“Untuk tahun ini, sudah disiapkan dana Rp7 miliar dan di APBD perubahan akan ditambah hingga menjadi Rp34 miliar atau Rp50 miliar,” lanjut Robby. (te/kts)
Banten4 hari agoKomisi V DPRD Banten Siap Awasi Ketat Pelaksanaan SPMB 2026
Bisnis4 hari agoIndofood Sponsori Film Animasi Garuda di Dadaku
Bisnis4 hari ago75 Persen Kelas Menengah Indonesia Tertekan secara Finansial
Bisnis4 hari agoFujifilm Indonesia Bawa Kebahagiaan ke Panti Asuhan Lewat Program ‘First Family Photo’
Nasional4 hari agoJelang Hari Kartini, Selvi Gibran Rakabuming Dorong Penguatan Peran Perempuan dan Kesetaraan Gender dengan Kolaborasi Lintas Sektoral
Bisnis4 hari agoIsoplus Run Series 2026 Targetkan 17.000 Pelari
Bisnis4 hari agoPINTU Perkuat Edukasi dan Literasi Crypto bagi Generasi Muda
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Ajak Industri Kreatif Perkuat Kolaborasi Strategis
















