Nasional
Satgas Antimafia Bola Bakal Tetapkan Tersangka Baru

Kabartangsel.com, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola terus tancap gas dalam memerangi match fixing dan match setting. Pekan depan satgas bakal menetapkan satu tersangka lagi atas kasus penipuan yang dilaporkan mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani ke Polda Metro Jaya. Sedangkan status penyelidikan laga PSS Sleman versus Madura FC akan meningkat menjadi penyidikan.
Kabagpenum dan Biropenmas Divisi Humas Polri/Humas Satgas Antimafia Bola Kombespol Syahar Diantono menjelaskan, pengembangan penyidikan dan gelar perkara kasus Persibara memutuskan bahwa alat bukti yang dimiliki sudah cukup.
Konstruksi kasus dugaan suap untuk pengaturan skor tersebut sudah lebih jelas. Termasuk peran masing-masing keempat tersangka. Yakni anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto, anggota Exco PSSI sekaligus Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit Priyanto, dan Anik Yuni Artika Sari.
Dari pemeriksaan dengan pihak perbankan, lanjut Syahar, satgas menemukan total aliran dana mencapai Rp 600 juta. “Proses penyidikan dari empat tersangka yang sudah kami tahan dan saksi-saksi pasti berkembang. Dari keterangan dan bukti aliran dana itu, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru,” jelas Syahar saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.
Kini laporan pemeriksaan empat tersangka sudah masuk tahap pemberkasan. Lebih detail, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, sesuai petunjuk jaksa, berkas dipecah menjadi tiga. Berkas pertama untuk tersangka Priyanto dan Anik Yuni, berkas perkara kedua untuk Johar Lin Eng, dan berkas perkara terakhir untuk Dwi Irianto alias Mbah Putih.
Berkas tersebut akan diajukan ke jaksa penuntut umum pada Senin (7/1). “Empat tersangka ini diperpanjang penahanannya untuk 40 hari ke depan,” ujarnya.
Meski begitu, jenderal bintang satu tersebut mengungkapkan, untuk kasus yang diungkap Lasmi tersebut, saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan.
Hingga kemarin sudah ada 278 laporan masuk terkait kasus pengaturan skor. Namun, hanya 60 laporan yang ditindaklanjuti. Tetapi, polisi belum bisa menjelaskan kepada awak media secara detail. “Yang jelas, informasi yang masuk terkait Liga 2 dan Liga 3. Semua masih kami analisis,” terang alumnus Akademi Kepolisian 1990 tersebut.
Sementara itu, terkait kasus yang melibatkan PSS Sleman dan Madura FC yang ditangani Dittipikor Bareskrim Polri, satgas sudah menemukan titik terang. “Dengan naiknya status menjadi penyidikan, sesuai prosedur KUHP, sekali tidak hadir, dua kali nggak hadir, tentunya penyidik berwenang melakukan panggilan paksa,” tegas Syahar.
Hingga saat ini, dari 12 orang yang dipanggil sebagai saksi, baru sembilan yang memenuhi panggilan. Mereka diperiksa penyidik rata-rata selama empat hingga delapan jam. Tiga orang yang tidak menampakkan batang hidungnya adalah mantan anggota Exco PSSI Hidayat serta dua wasit yang memimpin laga PSS Sleman versus Madura FC di babak delapan besar, M. Reza Pahlevi dan Agung Setiawan.
Syahar menegaskan, kerja satgas tidak akan berhenti hingga kisruh pengaturan skor usai. Dia tidak menampik bakal mengusut Liga 1 jika ada laporan yang masuk dan layak untuk ditindaklanjuti.
Polisi akan berkolaborasi dengan PSSI yang menggandeng perusahaan penyedia layanan data pertandingan Genius Sport. Sebab, data statistik dan analisis pertandingan (semuanya) ada di tangan PSSI. Mantan Dirreskrimsus Polda Kepulauan Riau tersebut sangat mengapresiasi pernyataan Sekjen PSSI Ratu Tisha perihal penyampaian data-data dari Genius Sport.
“Liga 2 dan Liga 3 hanya sebagai pintu masuk. Kami membuka diri,” tandasnya.
Sementara itu, untuk melengkapi informasi yang dibutuhkan, satgas akan memanggil Bendahara PSSI Berlinton Siahaan pada Selasa (8/1).
(JPC)
Sport2 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Sport2 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport2 minggu agoRanking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Sport6 hari agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport6 hari agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport2 minggu agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Sport2 minggu agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2
Sport2 minggu agoFIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2







































