Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) bertulisan huruf braille bagi penyandang disabilitas tuna netra.
Program ini merupakan yang pertama di Banten dan kedua di Indonesia setelah Bandung, Jawa Barat. Pemberian Akta Kelahiran dan KIA tersebut dilaksanakan secara simbolis di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel.
Kepala Disdukcapil Kota Tangsel, Dedi Budiawan, menjelaskan, program ini merupakan pertama di Provinsi Banten dan kedua di Indonesia setelah Bandung. Program ini untuk mempermudah para tunanetra dalam membaca dokumen kependudukanya.
“Ini merupakan bentuk inovasi kita, agar para tunanetra dalam membaca dokumen kependudukannya bisa lebih mudah dengan dunianya mereka, serta kita ingin memberikan pelayanan yang baik, tidak hanya untuk yang normal saja, namun untuk disabilitas pun kita tingkatkan pelayanan yang terbaik,”ungkapnya.
Dedi Budiawan, menjelaskan, di Tangsel terdapat 800 orang yang merupakan disabilitas Tuna netra, dari 800 disabilitas Tuna netra ini, baru 8 orang ini yang memiliki akta kelahiran dan KIA Braille.
Lanjutnya, para penyandang disabilitas netra ini memiliki akta kelahiran bestandar nasional dengan dan didampingi dengan akta Braille. “Untuk saat ini kita masih menumpang cetak di Yayasan Makfufin di Serpong, namun kedepannya kita akan membeli alat cetak mesin Braille,”ungkapnya.
Mantan Camat Ciputat ini mengatakan, pelayanan ini ada sebagai bentuk hadirnya Negara melalui Disdukcapil dalam pemberian pelayanan dokumen kependudukan kepada warganya. “Pelayanan dokumen kependudukan ini gratis tanpa dipungut biaya, bagi masyarakat yang tuna netra ingin membuat akta kelahiran Braille bisa datang ke Disdukcapil,”singkatnya.
Peneliti senior Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI), Syaifullah, mengatakan, ini merupakan komitmen lembaga dan Negara dalam pelayanan dokumen kependudukan. “Kita hadir melayani seluruh kebutuhan hak konstitusional warga Negara, karena tidak boleh warga Negara tidak memiliki hak untuk mendapatkan dokumen kependudukan, sehingga IKI hadir bersama dengan Disdukcapil untuk memberikan pelayanan terbaik untuk mereka,”ungkapnya.
Sementara penerima Akta Kelahiran Nur Kholik, mengucapkan terima kasih dengan adanya pelayanan ini, sehingga dirinya bisa membaca apakah nama dan tanggal lahir sesuai atau tidak, selama ini hanya dibacakan orang saja, sekarang dirinya bisa membaca sendiri akta kelahiran sudah benar atau tidak.
“Saya senang dengan adanya program ini, kita tuna netra terbantu dengan program Disdukcapil, saya berharap, semua tuna netra di Tangsel dapat memiliki akta kelahiran dan anaknya mendapatkan KIA Braille,”singkatnya.
Bisnis6 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional6 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional6 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional6 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional5 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek5 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall
Banten6 hari agoMusrenbang RKPD 2027, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siap Dukung Penuh Arah Pembangunan Provinsi Banten
Techno1 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System














