Connect with us

Tangsel

Tangsel Smart City, Mimpi Tangsel ke Depan

Masih ingat tentang “Smart City” yang menjadi mimpi Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Meski oleh sebagian kalangan dianggap sebatas wacana, tapi tidak ada salahnya, setiap perubahan diawali dari mimpi. Melalui mimpi itulah, akan tersusun sebuah kerangka berfikir dan selanjutnya dinyatakan dalam bentuk-bentuk konkret yang disebut dengan program kerja.

Mungkin penilaian itulah sampai hari Walikota Tangsel Hj. Airin Rahmi Diany masih optimis Tangsel bisa menjadi “smart city.” Bahkan dulu, Airin-demikian ia akrab disapa sempat belajar di Jerman guna mencari tahu tentang konsep pengembangan kota tersebut. Menurut dia, konsep “smart city” sudah tidak bisa dihindari lagi. Kenapa demikian? Tidak bisa dipungkiri, Tangsel merupakan salah satu kota penyangga Ibukota Negara DKI Jakarta.

Persoalan segala lini sektor seperti lingkungan, pendidikan, lapangan pekerjaan, kesehatan, transportasi di Tangsel, dan seluruh kota penyangga lainnya, membutuhkan kecepatan dalam penanganannya. Konsep pembangunan kota haruslah mendukung pengembangan ekonomi, infrastruktur, pelayanan dasar, lingkungan dan sosial budaya, smart living, smart governance, smart economy and smart people.

“Tangsel ke depan haruslah modern. Kemoderenan harus didukung dengan manajemen kota yang baik. Minimal pelayanan kepada masyarakat dibuat lebih praktis. Karena endingnya adalah bagaimana kualitas hidup masyarakat harus meningkat,” katanya, Senin (2/9/2013).

Advertisement

Makanya, lanjut Airin, dalam mewujudkan mimpi tadi (Tangsel sebagai kota smart city) sejauh ini pemerintah daerah mulai menatanya secara bertahap. Ia menyontohkan soal layanan kesehatan masyarakat, dimana setiap Puskesmas yang ada di Tangsel, membebaskan pembiayaan kepada masyarakat untuk layanan dasarnya. Kemudian peningkatan infrastruktur jalan. Meskipun belakangan, banyak pro-kontra di masyarakat tentang pembangunan jalan, Airin menganggapnya itu sebagai proses.

“Kerja-kerja pemda tidak salah dikritisi. Ketika terjadi kritikan dari masyarakat soal kinerja pembangunan, itu artinya masyarakat Tangsel sudah berperan aktif dalam ornamen pembangunan, siklusnya jalan, smart people (masyarakatnya cerdas) ciri khas kebanyakan warga Tangsel” tegasnya.

Smart City dalam berbagai literatur setidaknya harus memiliki enam dimensi antara lain: ekonomi, mobilitas, lingkungan, manusia, kehidupan dan pemerintahan. Ekonominya harus berbasis kreatifitas dan social capital. Pemerintahannya berbasis empowerment and participation, mobilitasnya berbasis transportasi dan infrastruktur. Sedangkan dimensi kehidupannya berbasis quality of life and culture. Terakhir dimensi environment harus berbasis sustainability and resources.

Ada yang beranggapan bahwa smart city titik awalnya adalah menyiapkan sistem teknologi informasi dan komunikasi yang mumpuni. Kendati sebenarnya juga ada yang beranggapan, didahulukan dengan menyiapkan pondasi dasarnya yang tak lain adalah infrastruktur. Karena tidak akan pernah ada pelayanan yang berkualitas tanpa ketersediaan infrastruktur yang baik. Jadi tidak salah, ketika Pemda Kota Tangsel sejauh ini masih fokus terhadap peningkatan infrastruktur.

Advertisement

Beberapa kota yang sudah melakukan konsep ini di antaranya, Kota Vienna, Toronto, Paris, Tokyo, Seoul, Singapura dan Hongkong sebagaimana dirilis founder smartcitieshub, @boydcohen. Sedangkan di Indonesia, ada Kota Surabaya dan Denpasar tepatnya di Kabupaten Jemrana yang mengembangkan proyek Jimbarwana Network (J-Net) yang sudah berlangsung sejak 2007.
Kepala Dinas Tata Kota, Bangunan dan Pemukiman Kota Tangsel Dendi Priyandana menjelaskan, konsep smart city sudah pasti memberikan dampak khususnya di sektor ekonomi. Dengan potensi APBD di Tangsel yang sedemikian besar, ia yakin ke depan akan memengaruhi peningkatannya. Ia kembali mengambil contoh Jembrana tadi. Awalnya kabupaten ini memiliki PAD Rp2,3 miliar saja, setelah menerapkan J-Net, tahun 2010 PAD-nya terdongkrak menjadi Rp20 miliar.

“Berarti bisa kita gambarkan kenaikan PAD Tangsel, jika memang menerapkan konsep ini,” ujar Dendi-sapaan akrabnya. Lantas bagaimana menjawab pernyataan bahwa selama ini konsep smart city untuk Tangsel sebatas wacana. Ditanya demikian, dirinya mengakui bahwa segala sesuatunya harus dilakukan secara bertahap. Buat Dendi, untuk sementara ini, pemda masih terfokus pada peningkatan pelayanan dasar terlebih dulu. Menuju smart city tidaklah mudah. “Kan perencanaan pengembangan kotanya harus dikonsolidasikan, tidak bisa ego sektoral,” tuturnya.

Belum lagi lanjut dia, permasalahan keterbatasan anggaran dan ketersediaan sumber daya manusia yang memadai. Anggaran daerah sejauh ini masih terserap di infrastruktur, termasuk sektor kesehatan dan pendidikan. “Tidak mungkin menyediakan SDM berkualitas kalau tempat membuatnya (sekolah-sekolah, red) tidak perkuat terlebih dulu,” tandasnya seraya menambahkan pentingnya juga pemukiman yang sehat.

Diluar itu permasalahan lain yang masih dihadapi pemda seperti status aset, khususnya aset-aset ekonomi yang belum diserahkan sepenuhnya oleh Kabupaten Tangerang selaku daerah induk.
Dirinya berkeyakinan, bahwa konsep smart city dipastikan bisa terealisasi. Alasannya, karena Tangsel memiliki potensi atau peluang besar. Lihat saja pertumbuhan PAD Tangsel dari tahun ke tahun. Tahun 2012 saja sudah mencapai Rp400 miliar. Bandingkan di tahun pertama berdiri (2009) yang hanya Rp25,4 miliar. Bukti lainnya APBD di tahun 2012 nyaris menyentuh angka Rp2 triliun (tepatnya Rp1,985 triliun).

Advertisement

Kemudian Tangsel memiliki banyak perguruan tinggi yang berstandar nasional dan internasional: Universitas Muhammadiyah Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah, Institut Teknologi Indonesia, Swiss German University, Binus, Universitas Pamulang dan lainnya.

“Jika mengacu pada potensi tadi sebenarnya Tangsel mampu menerapkan smart city. Infrastrukturnya juga memadai dengan keterlibatan sektor swasta yang berinvestasi di Tangsel seperti Bintaro, Bumi Serpong Damai (BSD) dan Alam Sutera. Lembaga penelitian seperti Puspiptek, BPPT, Batan,” kata Dendi menambahkan. (*/adv)

Tangseloke

Advertisement
Nasional18 jam ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional18 jam ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional1 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport3 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport3 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport2 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport2 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan2 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Populer