Bisnis
Timothy Ronald: Kebebasan Finansial Bukan Proses Instan

Timothy Ronald, investor muda sekaligus pengusaha, menjelaskan bagaimana kebebasan finansial menjadi perjalanan yang sangat panjang.
Berdasarkan pengalamannya, ada lima level finansial yang bisa dimulai dari nol hingga membangun aset berskala triliunan rupiah.
Menurutnya, level ini menekankan bahwa kebebasan finansial bukanlah tujuan instan, melainkan proses yang membutuhkan disiplin, mindset, hingga strategi yang tepat.
Level pertama adalah Survival. Pada tahap ini, jelas Timothy, individu hidup dari gaji ke gaji, terjebak cicilan dan tidak memiliki tabungan. Tak selalu berjalan mulus, tekanan mental tinggi, dan kejadian tak terduga dapat langsung menjatuhkan kondisi finansial.
Untuk keluar dari level ini, diperlukan tiga langkah utama, yakni disiplin dalam membuat dan menjalankan anggaran, melunasi utang dari nominal terkecil ke terbesar, dan membangun dana darurat sebagai fondasi keuangan.
Level kedua adalah Financial Stability. Kondisi ini dicapai saat individu mulai hidup stabil, mampu memenuhi kebutuhan tanpa stres harian, dan memiliki dana darurat likuid hingga 12 bulan pengeluaran.
Namun, Timothy mengingatkan bahwa level ini disebut sebagai “zona tipuan” karena masih sangat rentan terhadap kejadian besar yang dapat mengembalikan seseorang ke level sebelumnya.
Selanjutnya, level Financial Independence. Pada level ini berarti individu memiliki aset sekitar Rp15 miliar, yang memungkinkan hidup dari hasil investasi tanpa perlu bekerja.
“Untuk mencapai level ini masih cukup sulit, terbukti hanya 0,06% orang Indonesia yang berhasil mencapai level ini,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (9/1), di Jakarta.
Kuncinya, ubah mindset dari menabung menjadi compound investing, fokus pada aset berimbal hasil tinggi, di atas 15% CAGR, serta menerapkan savings rate agresif.
Level keempat adalah Financial Freedom. Pada level ini, kebebasan finansial bukan hanya bicara soal aset senilai Rp150 miliar, namun memiliki kebebasan waktu dan tempat.
Kebebasan yang tidak lagi mewajibkan seseorang untuk bekerja pada waktu tertentu, tidak bisa “dipanggil” oleh siapa pun, dan memiliki gaya hidup setara dengan kalangan ultra-kaya.
Terakhir, level kelima yakni Financial Purpose. Tahapan tertinggi ini menggunakan kekayaannya untuk tujuan yang lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat, di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, teknologi, atau kemanusiaan.
Pada level ini, kekayaan yang bersifat materialistik diubah menjadi alat untuk melayani orang lain dan menciptakan perubahan.
Mayoritas orang mungkin tidak akan mencapai level tertinggi. Namun, Timothy Ronald yakin dengan mengikuti prosesnya secara konsisten, sangat mungkin bagi seseorang untuk naik dari satu level ke level lainnya.
Bisnis6 hari agoINPC Milik Siapa? Prospek Saham Bank Artha Graha
Sport7 hari agoPersita Tundukkan Persis Solo 3-1 di Stadion Manahan
Sport7 hari agoBhayangkara Presisi Lampung FC Tekuk Dewa United 1-0
Sport7 hari agoHasil Persik Kediri vs Persib Bandung 1-1
Pemerintahan5 hari agoAtasi Penangguhan TPAS Cilowong, Benyamin Davnie: Pemkot Tangsel Alihkan 200 Ton Sampah ke Cileungsi
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Berikan Diskon Pajak PBB-P2 hingga Juni 2026, Benyamin Davnie: Apresiasi Warga Taat Pajak
Hukum5 hari agoAKBP Boy Jumalolo Resmi Jabat Kapolres Tangsel Gantikan AKBP Victor Inkiriwang
Bisnis5 hari agoJakarta Livin’ by Mandiri (JLM) Siap Tancap Gas di Proliga 2026























