Tingkatkan Pengembangan Kapasitas Kepemudaan, Tangsel Kerjasama Dengan UN Habitat

By on Sabtu, 15 Juni 2019

United Nations Human Settlement Program (UN Habitat) Daejeon, Korea Selatan mengunjungi Pemkot Tangsel untuk melakukan kerjasama pengembangan kapasitas kepemudaan di Tangsel.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, menjelaskan, UN Habitat merupakan delegasi dari Korea selatan, delegasi ini dipimpin langsung oleh Programmer UN Habitat Deokbwan Lee dan Manager Youthnow UN Habitat Yoonbeon Lee.

“Kerjasama UN Habitat dengan Pemkot Tangsel ini dalam rangka pengembangan kapasitas kepemudaan di Kota Tangsel, mereka akan melakukan penelitian di Agustus mendatang,”ungkap Bang Ben sapaan akrab Benyamin Davnie.

Bang Ben menjelaskan, perwakilan UN Habitat ini akan melakukan penelitian setelah itu melakukan kerjasama pengembangan dalam rangka meningkatkan ekonomi pemuda. “Bentuk kerjasamanya seperti apa, tergantung dari hasil penelitian mereka di Tangsel,”katanya.

Penelitian akan dilakukan mulai 19 Agustus 2019 sampai 20 Januari 2020. Kemudian baru akan diketahui kerjasama apa yang akan dilakukan untuk pengembangan kapasitas kependudukan. “Setelah Januari baru ada pekerjaan teknis, misalnya akan kerjasama dengan Karang Taruna, KNPI dan lainnya, termasuk pelatihan apa yang bisa dilakukan,” tambahnya.

Pemkot Tangsel bergembira karena Tangsel sudah kerjasama dengan Kota Daejeon, Korea Selatan. Jadi kerjasama yang akan dilakukan merupakan tiga sisi yakni Kota Tangsel, Kota Daejeon dan UN Habitat.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menyambut baik kerjasama yang dilakukan UN Habitat dengan Pemkot Tangsel. “Mudah-mudahan dengan kerjasama ini memberi manfaat bagi masyarakat dan khususnya pemuda di Tangsel, Daejon maupun UN Habitat,” singkatnya

Manager Youthnow UN Habitat, Yoonbeon Lee mengatakan, UN Habitat sebagai bagian dari perserikatan bangsa-bangsa (PBB) otoritas internasional yang mengawasi proyek kerjasama dengan lebih dari 90 negara. “Tujuannya untuk mencapai pembangunan berkelanjutan berupa tempat kehidupan yang lebih baik dalam aspek sosial maupun lingkungan untuk semua orang,” ujarnya.

Yoonbeon menambahkan, urbanisasi merupakan masalah bersama diseluruh dunia. Saat ini lebih dari setengah populasi manusia berdiam di kota, selama 30 tahun terakhir sekitar 70 persen dari populasi manusia di dunia bertempat tinggal di kota.

Urbanisasi merupakan proses yang tak terindahkan/ Jika tidak direncanakan dan dikelola dengan baik maka akan timbul beragam masalah seperti pengasingan manusia dan daerah, kesenjangan antara orang kaya dan miskin, konflik daerah, perusakan lingkungan dan lainnya.

“UN Habitat melihat urbanisasi ini sebagai sebuah kesempatan. Kami akan merencanakan tantangan ini dengan baik bersama-sama dan menjadikannya platform untuk kemakmuran dan pembangunan bagi semua,” tambahnya.