Kabartangsel.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengklaim telah berhasil mengendalikan gejolak harga sejumlah bahan pangan pokok yang beredar di pasaran. Indikator suksesi itu didasari telah menurunnya angka Indeks Harga Konsumen (IHK) 2017. Kontras dengan periode yang sama pada tahun lalu, jumlah capaiannya berkisar 3 persen lebih.
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tangsel bersama para pihak pemangku kepentingan atau stakeholder secara intens dan masif terus melakukan koordinasi. Alhasil, melalui progam kerjasama lintas sektoral ini sangat efektif dalam upaya menjaga serta memonitoring disparitas harga yang cenderung bergerak fluktuatif.
“Memasuki bulan Agustus kemarin harga-harg kebutuhan pokok dan jasa di Kota Tangerang Selatan secara umum mengalami penurunan,” ungkap Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, Wijaya Kusuma, Rabu, (22/11/2-17).
Ia memaparkan, penurunan dapat dilihat dari berubahnya angka IHK pada periode Juli 2017 yang jumlahnya mencapai 136,09. Memasuki satu bulan berikutnya di tahun yang sama terjadi perubahan indeks -0,06 persen.
Wijaya sebutkan, deflasi terjadi karena dua dari tujuh kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks secara beruntun. Yakni, pada kelompok bahan pangan turun sebesar -1,12 persen, serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan mencapai -0,64 persen.
Sedangkan lima kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami kenaikan yaitu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,45 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebanyak 0,14 persen.
Berikutnya kelompok sandang 0,18 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen, serya kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga meningkat 0,50 persen. “Laju angka inflasi tahun kalender berjalan (2017,) tercatat sebesar 2,36 persen. Sedangkan inflasi YoY (Year of Year) tercatat sebesat 3,94 persen,” papar Wijaya.
Ia menambahkan, per triwulan tahun anggaran berjalan TPID Kota Tangsel mengagendakan rapat koordinasi. Walikota Airin Rachmi Diany pun bahkan tak pernah absen untuk untuk ikut hadir dan memimpin kegiatan rapat koordinasi. Menurutnya, belum lama ini kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu hotel di kawasan Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
“Tujuan strategis dari kegiatan rakor TPID adalah untuk saling bertukar data dan informasi sekaligus menyamakan persepsi antara pihak terkait. Ya tentu saja yang dibahas seputar perkembangan ekonomi terkini di tingkat regional,” tambah Wijaya.
Di lokasi yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangsel, Achmad Widyanto, menyebutkan bahwa dari hasil pencacahan pada periode 2017 ada sebanyak 180 komoditi yang didata. Hasil tabulasi tercatat sebanyak 104 komoditi mengalami kenaikan harga, dan 66 lainnya menurun.
Sedangkan jeniz komoditi yang lainnya tidak berubah. “Beberapa komoditi yang mengalami kenaikan cukup tinggi antara lain rokok kretek, taman kanak-kanak, rokok kretek filter, dan telur ayam ras,” ujarnya merinci.
Sementara komoditi yang mengalami penurunan cukup tinggi, Windyanto bilang, jenis bawang merah dan putih, kelapa serta cabai rawit. Adapun pada periode Agustus 2017 juga ada beberapa kelompok-kelompok komoditi yang memberikan andil terjadinya deflasi di Kota Tangerang Selatan.
Mencakup pada kelompok bahan makanan -0,2426 persen, kelompok makanan jadi dan minuman, rokok serta tembakau sebanyak 0,0911 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0321 persen.
Kemudian pada kelompok sandang menyumbang deflasi sebesar 0,0078 persen, kesehatan 0,0030 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebanyak 0,0436 persen. “Dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0045 persen,” sebut Windyanto. (yw/fid)
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Bisnis4 minggu agoJKP Instrumen Penting Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja














