Unilever bersama Bina Masyarakat Peduli (BMP) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan menjalankan program bersih-bersih masjid di wilayah Kota Tangsel.
Ketua DMI Kota Tangsel Heli Slamet mengatakan ada 100 masjid yang akan dibersihkan bersama tim bersih-bersih dan ditambah 25 jamaah masjid, serta marbot. Yang dibersihkan meliputi keramik toilet, ruang dalam dan dinding, sehingga masjid akan menjadi bersih.
“Namun sebelum pelaksanaan bersih-bersih masjid akan diawali dengan pelatihan untuk marbot dengan materi fiqih thoharoh dan tatacara membersihkan masjid,” kata Heli.
Terkait mengapa diperlukan adanya pelatihan tentang cara membersihkan masjid. Heli menjelaskan pelatihan tersebut bertujuan untuk membekali peserta yang akan membersihkan masjid mengetahui tentang kebersihan dan kesucian masjid. Karena tempat untuk salat bukan saja hanya bersih tapi harus suci. Ini yang harus dijaga dan dipahami oleh para marbot.
“Sangat penting memberikan pemahaman fiqih thoharoh tentang pentingnya masjid bersih dan suci. Demikian juga memberikan pemahaman kepada marbot bagaimana membersihkan masjid dengan baik dan benar,” tambah ia.
Dalam pelatihan akan diajarkan teknik tatacara menggunakan alat, pembersih secara terukur baik dan benar. Sehingga hemat air, tidak terbuang-buang jika sesuai dengan takaran yang diperlukan. Perlunya kerja efisien untuk menghemat tenaga sehingga energi yang ada dapat dipergunakan untuk mengurus pada bagian lain di lingkungan masjid.
“Marbot mengetahui bagaimana penggunaan alat-alat kebersihan dan bahan yang di gunakan. Supaya mendapatkan hasil yang maksimal dalam melakukan bersih-bersih masjid,” ucapnya.
Tak kalah pentingnya bersih-bersih masjid bukan sekedar kemeriahan semata, dan hanya dilakukan oleh para marbot. Tapi seharusnya mampu menarik daya minat masyarakat luas untuk turut membantu dalam membersihkan masjid. Masjid adalah tempat umum, maka sewajarnya kebersihan bukan hanya dibebankan kepada marbot tapi kepada masyarakat luas.
“Merangsang jamaah agar mempunyai kesadaran bersama untuk membersihkan masjid. Tanggung jawab kebersihan bukan hanya marbot dan petugas kebersihan tetapi tanggung jawab bersama. Sehingga pada akhirnya menjadikan keberadaan masjid di Kota Tangsel lebih bersih, lebih suci lebih asri serta lebih nyaman,” doanya.
Sekretaris DMI Kota Tangsel Makhmud menambahkan tengah mengumpulkan peserta yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan bersih-bersih. Mendaftarkan satu nama marbot berasal dari masjid mana yang nantinya akan menjadi bagian program bersih-bersih 100 masjid di Kota Tangsel.
“Dipersilahkan untuk mendaftgarkan nama asal masjid mana. pendaftaran sudah disebar melalui jejaring sosial,” tambahnya. (red/fid)
Pemerintahan1 minggu agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi3 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis4 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum4 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia Piala AFF 2026
Otomotif1 minggu ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Jabodetabek4 minggu agoSama-sama Raih Warta Kota Awards, PAM Tangsel dan PAM Depok Berangkat dari Fondasi Berbeda














