Nasional
Wapres Gibran Rakabuming Raka Dampingi Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan 1447 H

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, pada malam ke-21 Ramadan atau bertepatan dengan Selasa (10/03/2026). Momentum ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendalami sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkuat semangat persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai kesempatan untuk semakin memahami serta menghayati pesan-pesan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Nuzulul Qur’an kali ini saya kira adalah suatu kesempatan bagi kita sekalian untuk masing-masing memahami, masing-masing meresapi arti daripada apa yang diajarkan dalam Al-Qur’an tersebut,” ujar Presiden.
Kepala Negara juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan bangsa, terutama di tengah kondisi dunia yang saat ini diliputi berbagai ketidakpastian dan tantangan global.
“Di tengah dunia sekarang yang penuh ketidakpastian, bahkan penuh bahaya—di mana banyak pemimpin di dunia yang memiliki kekuatan besar tidak dengan lancar menjaga perdamaian yang diperlukan oleh seluruh umat manusia, kita sebagai bangsa Indonesia bersama banyak bangsa lain perlu untuk menggalang persatuan di antara kita, menggalang kerukunan di antara kita untuk menghadapi keadaan penuh ketidakpastian ini, untuk menghadapi keadaan yang penuh bahaya ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Presiden menuturkan bahwa amanah kepemimpinan yang diembannya ia pahami sebagai tanggung jawab untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang latar belakang apa pun.
“Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya selalu ingat akan tugas yang dibebankan kepada saya. Bahwa tugas saya sebagai Presiden Republik Indonesia adalah untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, seluruh rakyat Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia apa pun sukunya, apa pun rasnya, apa pun agamanya harus dilindungi, harus dijaga, harus diurus, harus dirawat,” tegas Presiden.
Ia pun menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus mengupayakan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia.
“Kita harus berjuang keras untuk menghilangkan kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan dari seluruh rakyat kita. Kita tidak boleh mengizinkan ada di antara rakyat kita yang terlantar,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden turut menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas dalam penyelenggaraan negara, termasuk melalui upaya pemberantasan korupsi serta berbagai praktik penyelewengan yang merugikan rakyat.
“Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktek-praktek yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama. Itu adalah ajaran agama, itu juga ajaran sejarah. Tidak ada negara yang berhasil mana kala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bersatu, saling mendukung, serta bekerja keras demi mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera.
“Mari kita bersatu, mari kita bekerja keras, mari kita amankan dan selamatkan seluruh rakyat kita. Saya mohon doa terus, saya mohon dukungan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum untuk kembali mengukuhkan komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Melalui peringatan ini, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan tidak hanya dibaca, dihayati, dan dihafalkan, tetapi juga benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ruang publik.
Lebih jauh, Nasaruddin mengingatkan bahwa ajaran Al-Qur’an yang menekankan nilai keadilan, persaudaraan, tanggung jawab moral, amanah, serta kepedulian terhadap kelestarian bumi, memiliki relevansi penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.
Selain itu, Nasaruddin mengungkapkan bahwa dalam tradisi keagamaan, para ulama senantiasa mengajarkan agar dakwah dan ucapan menjadi penyejuk yang memperkuat persaudaraan serta mempererat persatuan di tengah masyarakat.
“Dengan semangat itulah, kita berharap nilai-nilai Al-Qur’an terus menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa Indonesia serta dalam mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa rahmatan lil ‘alamin,” ucapnya.
Acara ini turut dihadiri oleh para pimpinan lembaga negara, menteri dan anggota Kabinet Merah Putih, khususnya yang berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, para ulama, pimpinan organisasi keagamaan, serta tokoh masyarakat.
Pemerintahan4 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan4 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Pemerintahan3 hari agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Pemerintahan4 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Serba-Serbi2 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis3 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum3 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara



























