Connect with us

Lifestyle

2 Jenis Pengobatan Hidrosefalus untuk Memperbaiki Kepala Bayi

Bayi baru lahir yang didiagnosis dengan hidrosefalus membutuhkan pengobatan sesegera mungkin. Ini karena hidrosefalus bisa menyebabkan kerusakan pada otak maupun gangguan kesehatan lainnya bila tidak segera dideteksi dan ditangani. Lantas, seperti apa pengobatan untuk hidrosefalus pada bayi?

Pengobatan hidrosefalus harus melalui diagnosis

hidrosefalus pada anak

Hidrosefalus adalah kondisi kelainan atau cacat lahir bawaan pada bayi yang membuat ukuran lingkar kepala si kecil membesar lebih dari normalnya.

Penyebab hidrosefalus atau pembesaran ukuran kepala ini dikarenakan adanya penumpukan cairan serebrospinal di dalam ventrikel alias rongga otak.

Advertisement

Dalam kondisi normal, cairan serebrospinal seharusnya mengalir di otak dan sumsum tulang belakang. Selanjutnya, cairan serebrospinal tersebut diserap oleh pembuluh darah.

Namun, tidak demikian pada bayi yang mengalami hidrosefalus karena cairan serebrospinal tidak mengalir dengan lancar di dalam otak.

Bukannya terserap oleh pembuluh darah, cairan serebrospinal justru menumpuk pada otak sehingga menimbulkan pembesaran atau pembengkakan.

Itulah mengapa salah satu gejala hidrosefalus pada bayi yang paling mudah terlihat yakni membesarnya ukuran lingkar kepala lebih dari normal.

Advertisement

Sebelum mencari tahu pengobatan apa yang tepat untuk mengatasi hidrosefalus pada bayi ini, ada baiknya Anda pahami dulu cara mendiagnosisnya.

Biasanya, kelainan atau cacat lahir bawaan hidrosefalus bisa mulai dideteksi saat bayi masih berada di dalam kandungan.

Diagnosis hidrosefalus saat masa kehamilan dapat dilakukan dengan menggunakan ultrasonografi (USG) saat jadwal pemeriksaan kehamilan.

Sementara untuk bayi yang sudah lahir, diagnosis hidrosefalus bisa dilakukan dengan pengukuran lingkar kepala. Jika ukuran lingkar kepala bayi lebih dari normal, artinya si kecil didiagnosis mengalami hidrosefalus.

Advertisement

Namun, dokter biasanya akan memastikan hal tersebut dengan melakukan pemeriksaan lanjutan. Dokter mungkin akan menyarankan tes USG pada bayi baru lahir, tes magnetic resonance imaging (MRI), dan tes computerized tomography (CT-scan).

Berbagai tes tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai kondisi otak bayi saat ini. Setelahnya, dokter baru bisa melakukan pengobatan yang tepat untuk mengatasi hidrosefalus pada bayi.

Apa saja pengobatan untuk hidrosefalus?

Pengobatan hidrosefalus untuk bayi sebaiknya segera dilakukan setelah selesai didiagnosis. Bukan tanpa alasan, ini karena hidrosefalus berisiko berakibat fatal bagi bayi jika tidak ditangani secepatnya.

Pengobatan hidrosefalus memang tidak mampu mengembalikan kerusakan otak yang sudah terjadi. Akan tetapi, pengobatan hidrosefalus setidaknya dapat mencegah terjadi kerusakan lebih lanjut pada otak bayi.

Advertisement

Selain itu, pengobatan hidrosefalus pada bayi juga ditujukan untuk melancarkan aliran cairan serebrospinal di dalam otak. Berikut beberapa pilihan pengobatan hidrosefalus pada bayi:

1. Metode shunt

tanda dan gejala hidrosefalus

tanda dan gejala hidrosefalus

Pengobatan paling umum untuk hidrosefalus pada bayi adalah dengan prosedur shunt. Shunt adalah alat dalam pengobatan hidrosefalus pada bayi yang berguna untuk mengeluarkan kelebihan cairan serebrospinal dari dalam otak.

Struktur alat shunt terdiri atas tabung panjang dan fleksibel yang disertai dengan kateter dan katup. Berbagai komponen yang ada pada alat shunt akan membantu mengarahkan cairan di dalam otak agar mengalir ke arah yang benar.

American Association of Neurological Surgeons menjelaskan bahwa alat shunt dipasang di bawah kulit kepala kemudian diarahkan ke bagian atau rongga tubuh lain.

Advertisement

Sebagai gambarannya, salah satu ujung tabung pada alat shunt ditempatkan pada salah satu ventrikel atau rongga otak.

Dengan begitu, diharapkan kelebihan cairan serebrospinal yang ada di dalam otak dapat mengalir masuk ke dalam tabung alat shunt hingga berakhir di bagian tubuh lainnya.

Bagian tubuh lain yang dijadikan tempat mengalirkan kelebihan cairan serebrospinal otak biasanya pada rongga peritoneum (area sekitar organ perut) dan ruang di jantung.

Ini karena kedua bagian tubuh tersebut dinilai mudah dan cepat dalam menyerap kelebihan cairan serebrospinal dari otak.

Advertisement

Menariknya, di dalam alat shunt terdapat katup khusus yang bertugas untuk mengontrol aliran pergerakan cairan serebrospinal.

Dengan begitu, kelebihan cairan serebrospinal yang mengalir dari otak ke bagian tubuh lain tidak akan terlalu cepat. Setelah dipasang pada kepala, pengobatan hidrosefalus pada bayi dengan alat shunt ini akan terus digunakan seumur hidup.

Dokter akan memantau kondisi bayi secara rutin dan mungkin melakukan operasi tambahan untuk memperbaiki alat shunt bila diperlukan.

Prosedur pengobatan hidrosefalus ini akan membantu menjaga cairan serebrospinal pada otak bayi tetap dalam batas normalnya.

Advertisement

2. Ventrikulostomi endoskopi ketiga

ruam bayi

ruam bayi

Ventrikulostomi endoskopi ketiga atau disebut juga dengan endoscopic third ventriculostomy (ETV) adalah prosedur bedah pengobatan hidrosefalus tetapi tidak ditujukan untuk semua kondisi.

Pertama-tama dokter akan menggunakan endoskop untuk mendapat penglihatan yang jelas mengenai kondisi otak bayi. Endoskop adalah tabung panjang dan tipis yang dilengkapi oleh cahaya dan kamera di bagian ujungnya.

Namun sebelumnya, dokter akan membuat lubang kecil terlebih dahulu di tengkorak otak. Secara lebih rincinya, pembuatan lubang dilakukan di bagian bawah salah satu rongga otak atau di antara rongga otak.

Hal ini bertujuan untuk memudahkan kelebihan cairan serebrospinal untuk mengalir keluar dari dalam otak.

Advertisement

Setelah kelebihan cairan serebrospinal berhasil dikeluarkan dengan membuat lubang, selanjutnya endoskop atau kamera kecil diambil kembali.

Selanjutnya, dokter menutup luka atau lubang pada otak dan kepala dengan membuat jahitan. Keseluruhan rangkaian prosedur ventrikulostomi endoskopi ketiga dapat memakan waktu sekitar 1 jam.

Meski pengobatan hidrosefalus pada bayi ini hanya bisa dilakukan untuk kondisi tertentu, prosedur ini bisa menjadi pilihan untuk penumpukan cairan serebrospinal yang disebabkan oleh penyumbatan.

Cairan serebrospinal nantinya akan mengalir ke luar melalui lubang guna mengurangi penyumbatan.

Advertisement

Adakah risiko komplikasi dari pengobatan hidrosefalus?

masalah gizi pada bayi

masalah gizi pada bayi

Ada beberapa faktor yang menjadi penentu tingkat keparahan hidrosefalus. Berbagai faktor tersebut meliputi sejak kapan hidrosefalus mulai muncul dan bagaimana perkembangannya.

Jika kondisi hidrosefalus semakin parah setelah bayi lahir, kemungkinan besar si kecil bisa mengalami kerusakan otak dan cacat fisik.

Sementara bila kondisi hidrosefalus tidak begitu parah dan bayi segera diberikan pengobatan, otomatis kesehatan tubuh bayi nantinya juga akan jauh lebih baik.

Meski begitu, kedua jenis pengobatan hidrosefalus pada bayi yang telah dijelaskan sebelumnya tidak luput dari risiko dan kemungkinan komplikasi.

Advertisement

Prosedur shunt dapat mengalami kerusakan mekanis, penyumbatan, maupun infeksi sehingga membuatnya berhenti mengalirkan cairan serebrospinal.

Sementara komplikasi dari ventrikulostomi endoskopi ketiga atau endoscopic third ventriculostomy (ETV) bisa mengakibatkan perdarahan dan infeksi.

Gangguan atau komplikasi apa pun terkait pengobatan hidrosefalus pada bayi membutuhkan penanganan segera mungkin.

Melansir dari laman Mayo Clinic, berikut beberapa gejala adanya komplikasi pada bayi setelah menjalani penanganan hidrosefalus:

Advertisement
  • Bayi demam
  • Mudah rewel dan marah
  • Sering mengantuk
  • Mual dan muntah
  • Bayi sakit kepala
  • Mengalami masalah penglihatan
  • Muncul kemerahan dan rasa sakit pada kulit di sepanjang jalur aliran alat shunt
  • Timbul nyeri area katup shunt ada di perut
  • Gejala hidrosefalus awal kambuh kembali

Sebaiknya jangan sepelekan tanda dan gejala hidrosefalus pada bayi, entah itu muncul sebelum pengobatan maupun setelahnya.

Anda sangat disarankan untuk segera membawa si kecil ke dokter agar segera mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat guna mencegahnya mengalami gangguan pertumbuhan.

Jangan lupa juga untuk rutin periksa kehamilan dan mendapatkan imunisasi saat hamil untuk mencegah risiko terjadinya hidrosefalus.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan munculnya infeksi selama kehamilan dan bayi lahir prematur yang dapat meningkatkan risiko hidrosefalus.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Jabodetabek11 menit ago

IPW Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Kerusuhan Demo DPR

Kabupaten Tangerang1 jam ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport1 jam ago

BRI Super League 2026/27 Siap Bergulir, I.League Tegaskan Target Tembus 10 Besar Asia

Sport2 jam ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Pemerintahan18 jam ago

DLH Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan

Pemerintahan1 hari ago

Benyamin Davnie: Hingga Akhir Agustus 2026, Cek Kesehatan Gratis di Tangsel Capai 53 Persen

Tangerang Selatan1 hari ago

Gilang Muhammad Iqbal Juara Sayembara Desain Batik Khas Tangsel 2026, Bawa Karya “Ming Galih Gaya”

Pemerintahan1 hari ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Sport2 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia U-20: Jadwal, Jam Kick Off, dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Sport2 hari ago

Jadwal Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 AFC 2027

Sport2 hari ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Banten2 hari ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Nasional2 hari ago

Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031

Hukum2 hari ago

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Berganti

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional2 hari ago

KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Nasional2 hari ago

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

Nasional2 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Nasional2 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Pemerintahan2 hari ago

Dari Masjid untuk Masa Depan Digital, Diskominfo Tangsel Luncurkan GPS Digital Academy Innovation Center

Pemerintahan2 minggu ago

Parade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Gelar Renungan Suci di TMP Seribu

Sport3 minggu ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Urus Tanah Warisan, Ada Diskon BPHTB 81 Persen

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel

Banten6 hari ago

Hasil Dewa United vs Brisbane Roar 4-0, Rafael Struick Cetak Gol ke Gawang Mantan Klub

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT

Pemerintahan2 minggu ago

Tb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel

Pemerintahan2 minggu ago

Benyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi

Pemerintahan3 minggu ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan3 minggu ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Pemerintahan2 minggu ago

Tingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid

Nasional2 hari ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Pemerintahan2 minggu ago

HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan

Nasional2 hari ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Pemerintahan2 minggu ago

Tasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan

Nasional2 minggu ago

Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf

Pemerintahan2 minggu ago

TARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel

Nasional2 hari ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Populer